Sederet Fakta Demo Hari Ini 25 Agustus 2025 di DPR, Organisasi Besar Tidak Ikut

Destiara Anggita Putri
25 Agustus 2025, 15:12
Fakta Demo Hari Ini 25 Agustus 2025 di DPR
ANTARA FOTO/Fathul Habib Sholeh/tom.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Ajakan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Senayan, Jakarta, pada hari ini, Senin (25/8/2025) ramai beredar di media sosial. Sejumlah akun menyerukan masyarakat, mulai dari mahasiswa hingga buruh untuk turun ke jalan.

Salah satunya akun Instagram @gejayanmemanggil yang mengunggah rilis terkait rencana aksi. Demo disebut akan dimulai pada pukul 07.00 WIB.

Dalam rilis tersebut, mereka menyerukan beragam tunturan. Beberapa di antaranya berkaitan dengan tunjangan rumah dan rencana kenaikan gaji anggota DPR yang belakangan menuai protes.

Meskipun demikian, beberapa organisasi besar seperti Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan, menyatakan tidak akan terlibat dalam aksi ini.

Sehubungan dengan itu, berikut sederet fakta demo hari ini 25 Agustus 2025 di DPR.

Fakta Demo Hari Ini 25 Agustus 2025 di DPR

Berikut ini sederet fakta mengenai demo hari ini, 25 Agustus 2025, di DPR:

Aksi Hari Buruh Internasional di DPR
Fakta Demo Hari Ini 25 Agustus 2025 di DPR  (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom.)

1. Inisiator Demo Tak Jelas

Seruan demo 25 Agustus ini mengatasnamakan diri sebagai "Revolusi Rakyat Indonesia". Mereka mengajak berbagai elemen masyarakat, termasuk buruh, petani, dan mahasiswa, untuk turun ke jalan.

Meskipun demikian, menurut keterangan Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Mohammad Jumhur Hidayat, identitas penanggung jawab aksi 25 Agustus di depan gedung DPR ini masih belum jelas.

Jumhur juga menyampaikan bahwa bila tidak ada penanggung jawabnya, demo 25 Agustus rawan menjadi anarkis. Dia khawatir hal itu bisa menciptakan kondisi rusuh yang berujung pada pertarungan politik elite.

Maka dari itu, dia menegaskan KSPSI dan elemen gerakan buruh tidak mengambil bagian dalam aksi besok.

2. Organisasi Besar Tidak Ikut Demo

Beberapa organisasi besar telah secara tegas menyatakan tidak akan ikut serta dalam demonstrasi 25 Agustus.

Koordinator Media Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan Pasha Fazillah Afap mengatakan, kelompoknya tak akan turun ke jalan pada 25 Agustus mendatang.

Ia berujar pencatutan nama BEM SI Kerakyatan dalam demonstrasi 25 Agustus 2025 adalah tidak benar. Pasha menyebut, BEM SI Kerakyatan telah menggelar demonstrasi di depan gedung DPR pada Kamis, 21 Agustus 2025.

Pada demonstrasi tersebut, mereka menuntut pembatalan pembahasan rancangan undang-undang bermasalah hingga penerapan kebijakan yang hanya menguntungkan kalangan oligarki. Mereka menolak revisi Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana hingga UU Penyiaran.

Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI( Mohammad Jumhur Hidayat juga melarang anggotanya untuk berpartisipasi karena tidak jelasnya penanggung jawab dan isu yang dituntut.

Jumhur khawatir aksi tanpa penanggung jawab yang jelas ini bisa menjadi anarkis dan ditunggangi kepentingan politik elite.

KSPSI bersama elemen buruh lainnya berencana untuk melakukan demonstrasi pada 28 Agustus 2025.

Aksi buruh pada 28 Agustus akan digelar serentak di berbagai kota industri seperti Gedung DPR RI, Istana Presiden Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan Makassar, dengan tuntutan kenaikan upah minimum sebesar 8,5–10,5 persen dan penghapusan praktik outsourcing.

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, juga menegaskan bahwa Partai Buruh tidak akan ikut aksi pada 25 Agustus 2025. Kelompoknya memang memiliki beberapa isu serupa dengan yang termaktub pada undangan demonstrasi 25 Agustus 2025.

Namun, dia mengatakan Partai Buruh akan berdemonstrasi pada 28 Agustus, bukan 25 Agustus 2025.

Demonstrasi bertajuk "Hapus Outsourcing dan Tolak Upah Murah" ini juga akan digelar di beberapa titik kota industri seperti di Serang, Banten, Samarinda, Kalimantan Timur, hingga Makassar.

Demo Menolak Pengesahan RUU TNI di Depan Gedung DPR
Fakta Demo Hari Ini 25 Agustus 2025 di DPR (Katadata/Fauza Syahputra)

3. Tuntutan Utama Demonstran

Meskipun terdapat keraguan mengenai partisipasi organisasi besar, beberapa tuntutan telah diidentifikasi dari seruan aksi yang beredar:

- Pembubaran DPR RI dan Kritik Terhadap Pemerintah: Tuntutan utama yang mengemuka dalam seruan demo 25 Agustus adalah pembubaran DPR RI.

Beberapa seruan bahkan mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengeluarkan dekrit guna membubarkan lembaga legislatif.

Massa juga menuntut agar Prabowo-Gibran diturunkan dari kekuasaan dan Kabinet Merah-Putih dibubarkan, menganggap pemerintahan saat ini gagal dan melanjutkan praktik oligarki.

Kritikan juga ditujukan kepada mantan Presiden Joko Widodo yang dituduh masih memainkan peran besar melalui jaringan politiknya. 

- Isu Kenaikan Tunjangan Anggota DPR: Pemicu utama kemarahan masyarakat dan sentimen negatif adalah isu kenaikan gaji atau tunjangan anggota DPR RI.

Secara khusus, kenaikan tunjangan perumahan sebesar Rp50 juta per bulan untuk setiap anggota dewan disoroti sebagai tidak sensitif di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sulit.

Demonstran menuntut pembatalan kebijakan tunjangan rumah DPR dan penolakan rencana kenaikan gaji anggota DPR.

- Transparansi dan Isu Lainnya: Tuntutan lain termasuk transparansi total terhadap gaji anggota DPR karena berasal dari uang rakyat, gagalkan proyek penulisan ulang sejarah Indonesia, dan penangkapan serta pengadilan Fadli Zon atas pernyataan kontroversialnya terkait tragedi 1998.

Mahasiswa dari BEM Universitas Indraprasta PGRI juga mendesak pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dan menyerukan pemerintah agar bersih dari korupsi, oligarki, politik dinasti, serta menolak komersialisasi pendidikan.

4. Aksi di Luar Jakarta

Selain di Jakarta, aksi demonstrasi pada 25 Agustus 2025 juga direncanakan berlangsung serentak di beberapa kota lain seperti Bekasi, Yogyakarta, Surabaya, Bandung, dan Makassar.

Gerakan ini bersifat nasional, dengan partisipasi yang luas mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Sementara itu, rencana demo besar "Pati Jilid II" di Pati, Jawa Tengah, yang semula akan diadakan pada 25 Agustus 2025 untuk menuntut Bupati Pati Sudewo mundur karena kebijakan kenaikan PBB hingga 250 persen, telah dibatalkan.

Inisiatornya, Ahmad Husain Hafid, mengaku telah bersepakat damai dengan Bupati Sudewo dan menduga ada kepentingan politik yang menunggangi aksi tersebut.

Demikian informasi lengkap mengenai sederet fakta demo hari ini 25 Agustus 2025 di DPR yang bisa disimak.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan