5 Fakta Demo Ojol Hari Ini: Kepung Istana hingga DPR, Ajukan 7 Tuntutan Ini

Bahrul Ilmi
17 September 2025, 15:51
fakta demo ojol 17 september
Katadata/Fauza Syahputra
Pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) melakukan demonstrasi di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2025). Aksi tersebut digelar untuk mendesak pemerintah dalam membuat UU Transportasi Online dan menurunkan potongan aplikator atas layanan pengantaran orang dari 20% menjadi 10% serta menghapus program aplikator seperti hemat, aceng dan slot.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Aksi demo ojol hari ini yang padati sejumlah titik di Jakarta, diikuti oleh sekitar 5000 pengemudi ojol. Pergerakan massa dalam jumlah besar ini setidaknya memadati tiga titik di kawasan Jakarta, yaitu Istana Presiden, kantor Kementerian Perhubungan, dan gedung DPR RI.

Demo yang digelar pada 17 September 2025 ini, bertepatan dengan peringatan Hari Perhubungan Nasional. Selain membawa 7 tuntutan kepada pemerintah, aksi ini juga menjadi gambaran dari kekecewaan para pengemudi online terhadap kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada mereka.

Fakta Demo Ojol 17 September 2025

Berikut sejumlah fakta mengenai demo ojol 17 September di Jakarta yang perlu dipahami, antara lain:

1. Bertepatan Hari Perhubungan Nasional

Aksi yang berlangsung hari ini disebut juga sebagai “179 Ojol”, dan bertepatan dengan peringatan Hari Perhubungan Nasional.
Pemilihan tanggal 17 September bukan tanpa alasan. Menurut Raden Igun Wicaksono, Ketua Garda Indonesia, ini adalah cara mereka menunjukkan sebuah pergerakan besar dalam dunia perhubungan tanah air.

"Hari Perhubungan Nasional yang seharusnya dapat menjadi suatu kebanggaan kemajuan Indonesia pada bidang perhubungan, akan menjadi saat yang tepat bagi Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia menyuarakan bahwa terjadi kemunduran Kementerian Perhubungan semenjak Dudy Purwagandhi diangkat oleh Presiden Prabowo menjadi Menteri Perhubungan," ujarnya melalui siaran pers, seperti dikutip dari Suara.com pada Rabu 17 September 2025.

2. Padati 3 Lokasi Vital di Jakarta

Massa aksi hari ini bergerak secara bersama-sama, dan menargetkan tiga lokasi vital di Jakarta, yaitu Istana Presiden, Kemenhub, dan kantor DPR RI. Menurut Yudha, perwakilan Garda Indonesia, gerakan massa ini direncanakan secara strategis dan menyasar tiga simbol kekuasaan untuk menyampaikan aspirasi.

"Kami akan berangkat bersama, titik kumpulnya di Mako Tekab Indonesia di Jakarta Pusat. Otw Istana baru ke Kemenhub satu per satu, titik akhir di DPR RI," terang Yudha.

3. Dijaga Ribuan Aparat Gabungan

Melihat pergerakan massa yang cukup besar, aksi demo hari ini juga mendapat penjagaan dari kepolisian. Sekitar 6.118 anggota gabungan dari Polda, Polres dan Polsek jajaran dikerahkan untuk melakukan pengamanan.

Pengamanan difokuskan pada dua titik utama, Kawasan Medan Merdeka dan kompleks DPR/MPR RI. Polisi juga melakukan rekayasa lalu lintas situasional, menyesuaikan dengan eskalasi massa di lapangan.

4. Matikan Aplikasi Secara Massal

Seperti aksi demo ojol lainnya, massa aksi hari ini juga kompak melakukan off bid atau mematikan aplikasi secara massal. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas selama aksi berlangsung. Namun di sisi lain, aksi ini dapat menyebabkan kelangkaan layanan transportasi online.

Dengan kondisi tersebut, warga Jakarta diharapkan bisa mempertimbangkan alternatif transportasi.

5. Membawa 7 Tuntutan Utama

Memastikan aspirasi mereka tersampaikan dengan baik, para massa aksi datang dengan 7 tuntutan umum yang mencakup aspek regulasi, tarif hingga keadilan bagi para driver ojek online.

Adapun 7 tuntutan tersebut terdiri dari:

  1. RUU Transportasi Online agar masuk pada Prolegnas 2025-2026.
  2. Potongan Aplikator 10% Harga Mati.
  3. Regulasi Tarif Antar Barang dan Makanan.
  4. Audit Investigatif potongan 5% yang telah diambil oleh aplikator.
  5. Hapus Aceng, Slot, Multi Order, Member Berbayar dll.
  6. Copot Menteri Perhubungan.
  7. Kapolri Usut Tuntas Tragedi 28 Agustus 2025.

Meski demo yang dilakukan hari ini untuk memperjuangkan hak-hal pengemudi ojol, tidak semua driver ikut demo ojol 17 September. Beberapa dari mereka memilih tetap beroperasi seperti biasa. Walau begitu, mereka tetap menghargai para massa aksi yang turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan