10 Puisi Hari Sumpah Pemuda 2025 yang Inspiratif dan Menggugah Hati
Hari Sumpah Pemuda merupakan salah satu peringatan nasional di Indonesia yang selalu diperingati pada 28 Oktober setiap tahunnya. Adapun tujuan dari peringatan ini yaitu sebagai bentuk pengingat semangat juang pemuda Indonesia dalam meraih Kemerdekaan RI.
Untuk tahun ini, peringatan Hari Sumpah Pemuda telah memasuki tahun ke-97 yang akan dilaksanakan pada Selasa, 28 Oktober 2025.
Adapun tema Hari Sumpah Pemuda 2025 yaitu "Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu", dengan pesan utama bahwa kejayaan Indonesia di masa depan harus diwujudkan melalui kolaborasi lintas elemen bangsa.
Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menyemarakkan hari Sumpah Pemuda. Salah satunya yaitu dengan menulis dan membagikan puisi bertema Sumpah Pemuda dengan bait-bait inspiratif yang dapat menggugah hati.
Berikut di bawah ini beberapa puisi Hari Sumpah Pemuda 2025 dari berbagai sumber yang bisa dijadikan sebagai inspirasi
Puisi Hari Sumpah Pemuda 2025
Berikut ini 10 puisi dari berbagai sumber yang bisa dijadikan sebagai inspirasi bila ingin membuat karya sastra ini untuk Hari Sumpah Pemuda 2025 pada 28 Oktober mendatang.
1. Api yang Menyala di Ujung Zaman
Di antara debur waktu yang panjang,
Kami dengar gema suara itu—
Suara dari pemuda-pemuda yang menolak diam,
Yang bersumpah di bawah langit 1928,
Bahwa kami satu tanah air,
Satu bangsa,
Dan satu bahasa: Indonesia.
Mereka tidak membawa senjata,
Hanya pena dan mimpi yang sederhana,
Namun lebih tajam dari pedang,
Lebih kuat dari benteng baja.
Kini kami, pewaris api itu,
Berdiri di tengah dunia yang berubah cepat,
Dengan tantangan yang tak lagi sama,
Namun dengan semangat yang tak berubah maknanya.
Kami berjanji lagi,
Bahwa di tangan pemuda,
Indonesia tidak akan padam,
Melainkan terus menyala —
Menjadi cahaya bagi dunia.
2. Bangkitlah Pejuang
Karya: Illah Nafilah
Wahai putra-putriku
Bangkitlah!
Bacalah kembali sejarah
Sejarah negeri tercinta
Sejarah Indonesia dalam melawan penjajah
Adakah kau temukan keluh kesah di sana?
Adakah mereka mengharap imbalan jasa?
Adakah mereka dapat menikmati indahnya alam merdeka?
Adakah?
Adakah?
Bahkan sesuap nasi bagi keluarga tercinta
Tak pernah mereka pikirkan.
Bahkan, jiwa dan raga mereka pertaruhkan
Demi kemerdekaan yang tidak mereka nikmati
Duhai generasi emas..
Bangunlah dari tidurmu!
Sadarkan diri dari lenamu!
Jangan terbuai gawai dan gadget
yang sengaja mereka sebar, agar kalian terlena...
Tak terlihat olehmu
bagaimana penjajah mulai merampas hak-hakmu?
Tak sadarkah, kemerdekaan ini telah di ujung tanduk?
Relakah jika kelak akidahmu tergadaikan?
Duhai anak-anakku
Kutitipkan negeri ini padamu
Kuwariskan semangat juang ini padamu
Meski lewat bait-bait puisi
Semoga dapat membuka hati sanubari
Kemerdekaanmu jangan tergadai lagi.
Bangkitlah pejuangku
3. Jejak di Tanah Merdeka
Kami menapak tanah leluhur,
Dengan semangat yang tak luntur,
Sumpah Pemuda jadi pelipur,
Di tengah zaman yang terus mengatur.
Kami bersatu dalam perbedaan,
Tak gentar hadapi tantangan,
Pemuda pemudi jadi harapan,
Untuk negeri dalam kebangkitan.
Indonesia bukan sekadar nama,
Ia hidup dalam jiwa dan rasa,
Kami jaga dengan cinta utama,
Agar tetap jaya sepanjang masa.
4. Semangat Itu Hanya Nostalgia
Puluhan tahun lalu api itu menyala
menjalar ke berbagai pelosok negeri
melahap tiran orang-orang dari negeri kincir itu,
menciptakan cahaya penuh harap. abadi
Sorak sorai kala itu
menggema
meneriakkan persatuan
melahirkan kemerdekaan
“kita semua bersatu!”
ujar seorang pemuda, berdiri tegak
di ruangan tua yang usang
Kini, ribuan purnama berlalu
semangat yang menyala itu tinggal cerita
serupa nostalgia memanjakan sanubari
hanya terpatri di baliho usang
di dinding-dinding rumah yang tergusur
di kampus-kampus yang kosong
Semangat itu
kini hanya nostalgia
5. Mencabik Cakrawala
Karya: Rodliyah Nikmah
Gemerlap lentera berjejer indah
Menyingkap semua yang bertakhta
Penuh tipu daya, fatamorgana
Berselimut mimpi tanpa asa
Akankah Tuhan memberi dengan percuma?
Rahasia dalam rahasia, hati berbicara
Akulah pemuda, penuh asa dalam juang
Tak gentar menegakkan panji-panji yang hilang
Bermartabat dengan selubung usang
Tak risau akan cemooh orang, bersapak terjang
Sekali tangan mengadah, dua tiga darma tak jadi penghalang
Tuk samudra harapan yang telah terbentang
“Selamat pagi, filantropi kehidupan!”
6. Saat Seorang Pemuda Bersumpah
Darah bergejolak saat terhina
Gemetar tubuhnya saat melihat ketidak setujuan
Gemeretak giginya berpadu dengan nafsu
Kepal tangannya sekuat batu
Robohkan segala ketidaknyamanan
Itulah yang terbersit dalam dadanya
Sekali lagi berbuat semena-mena
Pemuda tak kuasa menahan amarahnya
Selain majuuuu dan terus majuuuuu
Pantang bagi pemuda kembali mundur
Karena Pemuda adalah jiwaku dan jiwamu
7. Semangat Pemuda
Karya: Tsamarah Atikah Nurdiyanah
Aku Pemuda Indonesia
Hormatku bagi Ibu Pertiwi
Penegak keadilan adalah sejatiku
Semangat juang adalah harga diriku
Aku percaya, tuhan menyaksikan perjuanganku
Akan kuadili kemunafikan tikus-tikus koruptor
Ingatlah, Sumpah Pemuda bukan sekadar pidato atau hari nasional
Lebih dari itu, Sumpah Pemuda adalah abdi hidupku bagi Indonesia
Mengokohkan akar patriotisme
Penopang cikal bakal masa depan negara
Menyalakan lilin-lilin cahaya kedamaian yang mulai redup perlahan
Menyucikan rakyat dari racun keegoisan
Rembulan pun tak meragukan tekadku
Cakrawala bersedia bersaksi akan peluh dan pengorbanan
Kami para pemuda bagi bangsa
Dan harga bagi sebuah perjuangan akan kami bayar tuntas
Aku pemuda Indonesia
Kulayarkan pesiar-pesiar yang membawa Indonesia maju!
Aku pemuda Indonesia
Salamku untuk semesta yang masih menyaksikanku bertaruh dengan waktu
8. Bendera di Langit Muda
Lihatlah bendera di langit muda,
Berkibar seperti napas bangsa.
Itu bukan hanya kain merah putih,
Tapi simbol dari seribu sumpah yang dijaga.
Kami adalah penjaga warna itu,
Yang tak boleh luntur oleh waktu.
Kami menulis ulang sejarah,
Dengan tinta perjuangan masa kini.
Sumpah Pemuda adalah bintang penuntun,
Bagi setiap langkah menuju cita.
Selama bendera itu berkibar,
Kami akan terus percaya:
Indonesia akan jaya!
9. Pemuda Menjawab Zaman
Zaman berubah, tantangan datang,
Kami tak tinggal dalam bimbang,
Pemuda pemudi terus berkembang,
Menjawab zaman dengan gemilang.
Kami belajar tanpa henti,
Mencari ilmu dan jati diri,
Sumpah Pemuda jadi bukti,
Bahwa kami takkan pergi.
Indonesia bukan sekadar warisan,
Ia amanah dan perjuangan,
Kami jaga dalam kesatuan,
Dengan cinta dan pengorbanan.
10. Gelora Pemuda
Karya: Siti Arma
Sejumput asa kugenggam di tanganku
Menjemput cita-cita yang mulia
Harapanku hanya satu berbakti pada negeriku
Mudaku tak akan aku sia-siakan agar kelak tuaku tak sia-sia
Tiang bendera dengan kibar sang merah putih
Kutengadahkan dan selalu kuhormati demi bakti pada bunda pertiwi
Aku pemuda yang memiliki sumpah pemuda
Sumpahku terpatri dalam dadaku merajut menjadi satu keutuhan demi merangkul kaum yang lemah
Tuaku bercerita, saat mudaku menjunjung tinggi keadilan
Hingga sang garuda membawanya terbang bersama sayap-sayap yang tak akan patah
Aku pemuda, aku bertanggung jawab atas negeriku
Itulah 10 puisi Hari Sumpah Pemuda 2025 yang bisa dijadikan inspirasi bila ingin memperingati hari bersejarah tersebut dengan menulis karya sastra ini.


