10 Puisi Hari Sumpah Pemuda 2025 yang Inspiratif dan Menggugah Hati

Destiara Anggita Putri
27 Oktober 2025, 13:52
Puisi Hari Sumpah Pemuda 2025
freepik
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Hari Sumpah Pemuda merupakan salah satu peringatan nasional di Indonesia yang selalu diperingati pada 28 Oktober setiap tahunnya. Adapun tujuan dari peringatan ini yaitu sebagai bentuk pengingat semangat juang pemuda Indonesia dalam meraih Kemerdekaan RI.

Untuk tahun ini, peringatan Hari Sumpah Pemuda telah memasuki tahun ke-97 yang akan dilaksanakan pada Selasa, 28 Oktober 2025.

Adapun tema Hari Sumpah Pemuda 2025 yaitu "Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu", dengan pesan utama bahwa kejayaan Indonesia di masa depan harus diwujudkan melalui kolaborasi lintas elemen bangsa.

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menyemarakkan hari Sumpah Pemuda. Salah satunya yaitu dengan menulis dan membagikan puisi bertema Sumpah Pemuda dengan bait-bait inspiratif yang dapat menggugah hati.

Berikut di bawah ini beberapa puisi Hari Sumpah Pemuda 2025 dari berbagai sumber yang bisa dijadikan sebagai inspirasi

Puisi Hari Sumpah Pemuda 2025

Berikut ini 10 puisi dari berbagai sumber yang bisa dijadikan sebagai inspirasi bila ingin membuat karya sastra ini untuk Hari Sumpah Pemuda 2025 pada 28 Oktober mendatang.

Puisi Sumpah Pemuda
Puisi Hari Sumpah Pemuda 2025 (freepik)

1. Api yang Menyala di Ujung Zaman

Di antara debur waktu yang panjang,

Kami dengar gema suara itu—

Suara dari pemuda-pemuda yang menolak diam,

Yang bersumpah di bawah langit 1928,

Bahwa kami satu tanah air,

Satu bangsa,

Dan satu bahasa: Indonesia.

Mereka tidak membawa senjata,

Hanya pena dan mimpi yang sederhana,

Namun lebih tajam dari pedang,

Lebih kuat dari benteng baja.

Kini kami, pewaris api itu,

Berdiri di tengah dunia yang berubah cepat,

Dengan tantangan yang tak lagi sama,

Namun dengan semangat yang tak berubah maknanya.

Kami berjanji lagi,

Bahwa di tangan pemuda,

Indonesia tidak akan padam,

Melainkan terus menyala —

Menjadi cahaya bagi dunia.

2. Bangkitlah Pejuang

Karya: Illah Nafilah

Wahai putra-putriku

Bangkitlah!

Bacalah kembali sejarah

Sejarah negeri tercinta

Sejarah Indonesia dalam melawan penjajah

Adakah kau temukan keluh kesah di sana?

Adakah mereka mengharap imbalan jasa?

Adakah mereka dapat menikmati indahnya alam merdeka?

Adakah?

Adakah?

Bahkan sesuap nasi bagi keluarga tercinta

Tak pernah mereka pikirkan.

Bahkan, jiwa dan raga mereka pertaruhkan

Demi kemerdekaan yang tidak mereka nikmati

Duhai generasi emas..

Bangunlah dari tidurmu!

Sadarkan diri dari lenamu!

Jangan terbuai gawai dan gadget

yang sengaja mereka sebar, agar kalian terlena...

Tak terlihat olehmu

bagaimana penjajah mulai merampas hak-hakmu?

Tak sadarkah, kemerdekaan ini telah di ujung tanduk?

Relakah jika kelak akidahmu tergadaikan?

Duhai anak-anakku

Kutitipkan negeri ini padamu

Kuwariskan semangat juang ini padamu

Meski lewat bait-bait puisi

Semoga dapat membuka hati sanubari

Kemerdekaanmu jangan tergadai lagi.

Bangkitlah pejuangku

3. Jejak di Tanah Merdeka

Kami menapak tanah leluhur,

Dengan semangat yang tak luntur,

Sumpah Pemuda jadi pelipur,

Di tengah zaman yang terus mengatur.

Kami bersatu dalam perbedaan,

Tak gentar hadapi tantangan,

Pemuda pemudi jadi harapan,

Untuk negeri dalam kebangkitan.

Indonesia bukan sekadar nama,

Ia hidup dalam jiwa dan rasa,

Kami jaga dengan cinta utama,

Agar tetap jaya sepanjang masa.

4. Semangat Itu Hanya Nostalgia

Puluhan tahun lalu api itu menyala

menjalar ke berbagai pelosok negeri

melahap tiran orang-orang dari negeri kincir itu,

menciptakan cahaya penuh harap. abadi

Sorak sorai kala itu

menggema

meneriakkan persatuan

melahirkan kemerdekaan

“kita semua bersatu!”

ujar seorang pemuda, berdiri tegak

di ruangan tua yang usang

Kini, ribuan purnama berlalu

semangat yang menyala itu tinggal cerita

serupa nostalgia memanjakan sanubari

hanya terpatri di baliho usang

di dinding-dinding rumah yang tergusur

di kampus-kampus yang kosong

Semangat itu

kini hanya nostalgia

5. Mencabik Cakrawala

Karya: Rodliyah Nikmah

Gemerlap lentera berjejer indah

Menyingkap semua yang bertakhta

Penuh tipu daya, fatamorgana

Berselimut mimpi tanpa asa

Akankah Tuhan memberi dengan percuma?

Rahasia dalam rahasia, hati berbicara

Akulah pemuda, penuh asa dalam juang

Tak gentar menegakkan panji-panji yang hilang

Bermartabat dengan selubung usang

Tak risau akan cemooh orang, bersapak terjang

Sekali tangan mengadah, dua tiga darma tak jadi penghalang

Tuk samudra harapan yang telah terbentang

“Selamat pagi, filantropi kehidupan!”

Ucapan Hari Sumpah Pemuda 2025
Puisi Hari Sumpah Pemuda 2025 (Freepik)

 

6. Saat Seorang Pemuda Bersumpah

Darah bergejolak saat terhina

Gemetar tubuhnya saat melihat ketidak setujuan

Gemeretak giginya berpadu dengan nafsu

Kepal tangannya sekuat batu

Robohkan segala ketidaknyamanan

Itulah yang terbersit dalam dadanya

Sekali lagi berbuat semena-mena

Pemuda tak kuasa menahan amarahnya

Selain majuuuu dan terus majuuuuu

Pantang bagi pemuda kembali mundur

Karena Pemuda adalah jiwaku dan jiwamu

7. Semangat Pemuda

Karya: Tsamarah Atikah Nurdiyanah

Aku Pemuda Indonesia

Hormatku bagi Ibu Pertiwi

Penegak keadilan adalah sejatiku

Semangat juang adalah harga diriku

Aku percaya, tuhan menyaksikan perjuanganku

Akan kuadili kemunafikan tikus-tikus koruptor

Ingatlah, Sumpah Pemuda bukan sekadar pidato atau hari nasional

Lebih dari itu, Sumpah Pemuda adalah abdi hidupku bagi Indonesia

Mengokohkan akar patriotisme

Penopang cikal bakal masa depan negara

Menyalakan lilin-lilin cahaya kedamaian yang mulai redup perlahan

Menyucikan rakyat dari racun keegoisan

Rembulan pun tak meragukan tekadku

Cakrawala bersedia bersaksi akan peluh dan pengorbanan

Kami para pemuda bagi bangsa

Dan harga bagi sebuah perjuangan akan kami bayar tuntas

Aku pemuda Indonesia

Kulayarkan pesiar-pesiar yang membawa Indonesia maju!

Aku pemuda Indonesia

Salamku untuk semesta yang masih menyaksikanku bertaruh dengan waktu

8. Bendera di Langit Muda

Lihatlah bendera di langit muda,

Berkibar seperti napas bangsa.

Itu bukan hanya kain merah putih,

Tapi simbol dari seribu sumpah yang dijaga.

Kami adalah penjaga warna itu,

Yang tak boleh luntur oleh waktu.

Kami menulis ulang sejarah,

Dengan tinta perjuangan masa kini.

Sumpah Pemuda adalah bintang penuntun,

Bagi setiap langkah menuju cita.

Selama bendera itu berkibar,

Kami akan terus percaya:

Indonesia akan jaya!

9. Pemuda Menjawab Zaman

Zaman berubah, tantangan datang,

Kami tak tinggal dalam bimbang,

Pemuda pemudi terus berkembang,

Menjawab zaman dengan gemilang.

Kami belajar tanpa henti,

Mencari ilmu dan jati diri,

Sumpah Pemuda jadi bukti,

Bahwa kami takkan pergi.

Indonesia bukan sekadar warisan,

Ia amanah dan perjuangan,

Kami jaga dalam kesatuan,

Dengan cinta dan pengorbanan.

10. Gelora Pemuda

Karya: Siti Arma

Sejumput asa kugenggam di tanganku

Menjemput cita-cita yang mulia

Harapanku hanya satu berbakti pada negeriku

Mudaku tak akan aku sia-siakan agar kelak tuaku tak sia-sia

Tiang bendera dengan kibar sang merah putih

Kutengadahkan dan selalu kuhormati demi bakti pada bunda pertiwi

Aku pemuda yang memiliki sumpah pemuda

Sumpahku terpatri dalam dadaku merajut menjadi satu keutuhan demi merangkul kaum yang lemah

Tuaku bercerita, saat mudaku menjunjung tinggi keadilan

Hingga sang garuda membawanya terbang bersama sayap-sayap yang tak akan patah

Aku pemuda, aku bertanggung jawab atas negeriku

Itulah 10 puisi Hari Sumpah Pemuda 2025 yang bisa dijadikan inspirasi bila ingin memperingati hari bersejarah tersebut dengan menulis karya sastra ini.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan