Ciri-ciri Loker Penipuan dan Langkah-langkah Menghindarinya

Anggi Mardiana
24 November 2025, 15:49
Ciri-ciri Loker Penipuan
Unsplash
Ciri-ciri Loker Penipuan
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Ciri-ciri loker penipuan penting diketahui untuk memastikan proses pencarian kerja yang aman dan tepercaya. Pada masa digital saat ini, proses mencari pekerjaan menjadi jauh lebih praktis. Berbagai situs loker, media sosial, dan platform online menawarkan ribuan peluang setiap hari.

Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul risiko baru berupa lowongan kerja palsu. Penipuan berkedok rekrutmen kini semakin rapi dan sering memanfaatkan situasi para pencari kerja, khususnya freshgraduate atau mereka yang sedang membutuhkan pekerjaan dengan segera.

Ciri-ciri Loker Penipuan

cara menghindari penipuan loker
Ciri-ciri Loker Penipuan (Freepik)

Banyak orang yang akhirnya tertipu karena kurang hati-hati dalam membedakan loker palsu dan asli. Agar terhindar dari hal tersebut, berikut penjelasan lengkap mengenai ciri-ciri loker penipuan:

1. Tawaran Gaji Terlalu Fantastis

Salah satu indikator paling mudah dikenal dari lowongan kerja palsu yaitu iming-iming gaji yang tidak masuk akal, misalnya posisi administrasi tanpa pengalaman tetapi menawarkan bayaran hingga Rp10 juta per bulan. Penipu sengaja memberikan tawaran “menggiurkan” untuk memancing korban agar cepat menyerahkan data pribadi atau membayar biaya tertentu.

2. Proses Rekrutmen Terlalu Cepat dan Tidak Transparan

Ciri-ciri loker penipuan biasanya melewati alur seleksi yang tidak masuk akal, seperti langsung diterima tanpa tes, tanpa wawancara, bahkan tanpa mengirim dokumen lengkap. Ada juga yang tiba-tiba menghubungi melalui WhatsApp dan mengklaim Anda “lolos seleksi”, padahal tidak pernah melamar.

3. Menggunakan Email Tidak Resmi

Ciri-ciri loker penipuan lainnya yaitu penggunaan alamat email yang tidak menggunakan domain perusahaan, seperti Gmail atau Yahoo. Perusahaan besar hampir selalu menggunakan email dengan domain resmi.

4. Diminta Membayar Biaya Administrasi

Tuntutan biaya dalam bentuk apa pun, mulai dari “uang administrasi”, “biaya pelatihan”, atau “uang seragam” merupakan tanda yang sangat jelas bahwa lowongan tersebut palsu. Perusahaan resmi tidak pernah menarik biaya dari kandidat.

5. Deskripsi Pekerjaan Tidak Jelas

Lowongan palsu sering memuat deskripsi pekerjaan yang samar dan umum, misalnya hanya mencantumkan posisi “Staf Kantor” tanpa penjelasan detail mengenai tanggung jawab atau lokasi kerja.

6. Informasi Perusahaan Sulit Diverifikasi

Penipu sering mencatat nama perusahaan terkenal, tetapi dengan alamat atau kontak yang tidak cocok. Ada juga yang membuat situs palsu yang mirip dengan website asli.

7. Menghubungi Lewat Nomor Pribadi

Ciri-ciri loker penipuan berikutnya menghubungi lewat nomor pribadi. Perusahaan resmi biasanya akan menghubungi kandidat melalui email profesional atau nomor kantor. Penipu sering memakai WhatsApp dengan nomor pribadi dan mengaku sebagai HRD.

8. Lokasi Wawancara Tidak Meyakinkan

Penipu terkadang memberikan alamat palsu, seperti rumah kontrakan atau ruko kosong, untuk memancing korban datang dan meminta uang di tempat.

9. Bahasa yang Buruk dan Tidak Profesional

Pesan rekrutmen yang berantakan, penuh kesalahan ejaan, atau mendesak Anda untuk cepat bertindak biasanya berasal dari pelaku penipuan, bukan HRD resmi.

10. Meminta Terlalu Banyak Data Pribadi

Kuesioner informasi sensitif seperti KTP, NPWP, buku tabungan, hingga kode OTP merupakan sinyal kuat bahwa itu merupakan ciri-ciri loker penipuaci penipuan.

Langkah-langkah Menghindari Lowongan Kerja Palsu

Jadilah para pencari kerja yang bijak agar tidak mudah terjebak dalam lowongan kerja palsu atau fiktif. Pelajari berbagai langkah yang perlu dilakukan untuk menjadi pelamar yang lebih teliti dan mampu menghindari perusahaan yang tidak kredibel. Berikut langkah-langkah menghindari lowongan kerja palsu:

1. Cek Posisi yang Ditawarkan

Ketika menelusuri profil perusahaan, pastikan apakah posisi yang diiklankan memang sedang dibuka. Anda bisa mencari informasi tambahan mengenai posisi itu, seperti tugas pekerjaan, rentang gaji, serta kualifikasi yang seharusnya dibutuhkan.

Iklan lowongan kerja palsu sering mencantumkan kualifikasi yang terlalu umum, menerima semua jenjang pendidikan, atau hanya mensyaratkan kemampuan dasar padahal posisi tersebut biasanya membutuhkan keahlian tertentu. Waspadai juga iklan yang menawarkan gaji tinggi tanpa menjelaskan posisi yang dicari.

2. Perhatikan Informasi Perusahaan

Saat menemukan iklan lowongan kerja, pastikan dulu keaslian alamat dan nomor kontak perusahaan. Cari alamat resmi perusahaan melalui internet atau sumber tepercaya. Apabila alamat yang tercantum berbeda dengan yang ditemukan, itu bisa menjadi tanda bahwa lowongan tersebut tidak valid. Anda dapat mengeceknya langsung melalui aplikasi GetContact, situs resmi atau akun media sosial perusahaan.

3. Perhatikan Alamat E-mail dan Website Perusahaan

Perusahaan resmi menggunakan e-mail dengan domain perusahaan, bukan layanan gratis seperti Gmail atau Yahoo. Panggilan wawancara biasanya juga dikirim dari alamat email resmi.
Contoh:

• Resmi: namapenerima@namaperusahaan.com
• Palsu: namaperusahaan@gmail.com atau namahrd@yahoo.com
Apabila ada link dalam email, pastikan situs tersebut benar-benar milik perusahaan. Penipu seringkali menggunakan nama domain mirip dengan situs asli untuk mengecoh korban. Periksa apakah ada salah ketik atau tambahan angka pada domain.

4. Waspada Jika Diminta Data Pribadi

Perusahaan biasanya baru meminta data pribadi lengkap setelah Anda resmi diterima, bukan di awal proses. Apabila langsung diminta mengirimkan data seperti foto KTP, SIM, kartu keluarga, ijazah, atau NPWP, kemungkinan besar itu modus penipuan.

Informasi tersebut memang diperlukan untuk keperluan administrasi, tetapi bukan pada tahap awal. Berhati-hatilah karena jika data pribadi Anda jatuh ke tangan yang salah, identitas bisa disalahgunakan.

5. Waspada Apabila Diminta Membayar Biaya

Perusahaan tidak akan meminta uang untuk transportasi, registrasi, maupun biaya lain dalam proses rekrutmen. Apabila perekrut menyuruh Anda memakai agen perjalanan tertentu atau meminta biaya admin, itu bisa menjadi modus penipuan. Perusahaan profesional tidak pernah memberikan biaya pelatihan atau seleksi kepada kandidat.

6. Cari Sumber Lowongan Kerja yang Terpercaya

Hindari platform lowongan yang sering memuat informasi tidak lengkap. Apabila menemukan iklan yang penuh typo, penggunaan huruf kapital berantakan, atau struktur kalimat yang tidak rapi, sebaiknya curigai keasliannya.
Perusahaan biasanya mencantumkan informasi lengkap mulai dari profil, posisi, gaji, hingga kualifikasi.

7. Diterima Kerja Tanpa Tes atau Wawancara

Proses rekrutmen yang benar memerlukan beberapa tahapan seperti seleksi administrasi, tes, dan wawancara. Apabila ada lowongan yang langsung menyatakan Anda menerima proses tanpa apa pun, sebaiknya berhati-hati karena itu sangat tidak wajar.

Mengetahui ciri-ciri loker penipuan menjadi langkah penting untuk melindungi diri dari risiko penipuan yang sering memanfaatkan kebutuhan pencari kerja. Dengan selalu memverifikasi informasi perusahaan, memastikan kejelasan posisi, memeriksa alamat email dan situs web, hingga waspada terhadap permintaan data pribadi atau biaya tertentu, Anda bisa lebih mudah mengenali lowongan kerja palsu.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan