Benarkah Rotasi Bumi Jadi 25 Jam dalam Sehari?

Izzul Millati
5 Januari 2026, 08:49
Rotasi Bumi jadi 25 jam
unsplash.com
Rotasi Bumi
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pembahasan mengenai perubahan Rotasi Bumi kembali ramai di media sosial setelah sejumlah ilmuwan memprediksi bahwa durasi satu hari di Bumi suatu saat dapat mencapai 25 jam. Banyak yang mengira perubahan tersebut akan terjadi dalam waktu dekat. Padahal, perubahan Rotasi Bumi sendiri berlangsung dalam skala waktu geologis yang sangat panjang.

Apa yang Dimaksud dengan Rotasi Bumi?

Rotasi Bumi
Rotasi Bumi (Katadata)

 

Secara ilmiah, Rotasi Bumi adalah perputaran planet Bumi pada porosnya. Proses inilah yang menyebabkan pergantian siang dan malam. Biasanya, satu kali Rotasi Bumi berlangsung sekitar 24 jam. Durasi tersebut kemudian dijadikan acuan sistem waktu global.

Namun, laju Rotasi Bumi tidak sepenuhnya konsisten di kecepatan tertentu. Berbagai faktor kosmik dan internal planet mempengaruhi laju putaran tersebut.

Para peneliti menganalisis puluhan catatan batuan sedimen yang merekam sejarah Bumi selama 2,5 miliar tahun. Analisis dilakukan menggunakan metode cyclostratigraphy.

Metode ini membaca pola berulang dalam lapisan batuan yang mencerminkan perubahan orbit dan Rotasi Bumi dari waktu ke waktu.

Hasil analisis menunjukkan bahwa Rotasi Bumi tidak melambat secara linier, melainkan mengalami periode stabil panjang yang diselingi fase perlambatan lebih cepat.

Satu Hari di Bumi Pernah Hanya 19 Jam

Ternyata, berdasarkan fakta ilmiah, satu hari tidak selalu berdurasi 24 jam. Catatan geologis menunjukkan bahwa durasi hari pernah jauh lebih pendek dibandingkan sekarang.

Penelitian menunjukkan bahwa selama sekitar satu miliar tahun, panjang satu hari di Bumi pernah bertahan di kisaran 19 jam. 

Temuan tersebut berasal dari riset yang dipimpin Ross Mitchell, geofisikawan dari Institute of Geology and Geophysics, Chinese Academy of Sciences.

Menurut Mitchell, kondisi tersebut muncul karena dorongan pasang surut atmosfer akibat pemanasan Matahari hampir sepenuhnya mengimbangi efek pengereman dari Bulan.

Stabilnya Rotasi Bumi pada durasi 19 jam ternyata berdampak besar terhadap proses evolusi. Pada periode tersebut, produksi oksigen Bumi didominasi mikroba fotosintetik di laut dangkal.

Lamanya waktu siang hari sangat menentukan jumlah oksigen yang dapat dilepaskan ke lingkungan. Hari yang terlalu pendek justru membuat mikroba menyerap lebih banyak oksigen.

Akhirnya, waktu siang yang lebih panjang memberi ruang bagi fotosintesis yang lebih intens. Dengan demikian, perubahan Rotasi Bumi berperan penting dalam perkembangan kehidupan makhluk di bumi. 

Mengapa Rotasi Bumi Terus Melambat?

rotasi bumi melambat
rotasi bumi melambat (unsplash.com)

 

Hingga kini, Rotasi Bumi masih terus melambat. Penyebab utamanya adalah gesekan pasang surut laut akibat tarikan gravitasi Moon.

Tarikan ini menciptakan tonjolan pasang surut yang tidak sejajar sempurna dengan posisi Bulan karena gesekan air laut dengan dasar samudra. Gesekan tersebut menyerap energi rotasi Bumi dan memperpanjang durasi hari sekitar 1,7 milidetik per abad.

Selain Bulan, sejumlah faktor lain turut mempengaruhi Rotasi Bumi secara bertahap. Beberapa faktor tersebut meliputi pergerakan inti dan mantel Bumi, pencairan es kutub, perubahan permukaan laut, serta dinamika atmosfer.

Perubahan distribusi massa akibat faktor-faktor tersebut menyebabkan sumbu rotasi bergeser sedikit, sebuah fenomena yang dikenal sebagai polar motion.

Benarkah Hari Akan Menjadi 25 Jam?

Prediksi ilmuwan menyebutkan bahwa satu hari berdurasi 25 jam memang mungkin terjadi. Namun, perubahan tersebut diperkirakan baru terwujud sekitar 200 juta tahun mendatang.

Tidak ada tanggal pasti kapan hal tersebut akan terjadi. Untuk saat ini, durasi hari hanya berubah dalam hitungan milidetik, secara perlahan dan hampir tidak terasa.

Kajian ilmiah menunjukkan bahwa Rotasi Bumi merupakan proses alam yang dinamis dan terus berubah sejak miliaran tahun lalu. Suatu saat, dapat dipastikan durasi satu hari tidak selalu 24 jam.

Jika melihat periode hari di bumi yang pernah berlangsung hanya 19 jam dan bertahan sangat lama, sangat besar kemungkinan satu hari nanti menjadi 25 jam. 

Dengan demikian, perubahan Rotasi Bumi tidak perlu dikhawatirkan terjadi dalam waktu dekat, tetapi menjadi bukti bahwa planet ini terus berevolusi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan