Apa itu Ptosis yang Disebut Panji saat Mens Rea? Ini Gejala dan Penyebabnya

Anggi Mardiana
6 Januari 2026, 10:19
Apa itu Ptosis
Istock
Apa itu Ptosis
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Apa itu ptosis? Komikus Pandji Pragiwaksono melontarkan sindiran soal mata Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dinilai terlihat selalu mabuk. Lelucon tersebut ditampilkan dalam tayangan Netflix yang diambil dari pertunjukan stand-up comedy Pandji berjudul Mens Rea di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta.

Candaan bernuansa politik itu muncul ketika Pandji membahas gaya pemilih dalam Pilpres 2024. Ia menyebut banyak orang menentukan pilihan berdasarkan penampilan. Pandji lalu menyebut satu per satu tokoh, mulai dari Ganjar yang dianggap tampan, Anies yang berpenampilan manis, Prabowo yang disebut gemoy, hingga Gibran yang ia gambarkan seperti orang tertidur. Ucapan itu disampaikan dengan intonasi bercanda dan berhasil memancing gelak tawa ribuan penonton.

Namun, candaan tersebut mendapat tanggapan dari dokter bedah kecantikan sekaligus musisi, Tompi. Melalui akun Instagram pribadinya, @dr_tompi, pada Minggu (4/1), ia menilai kondisi mata Gibran tidak pantas dijadikan bahan lelucon di atas panggung.

Apa itu Ptosis Dalam Istilah Medis?

Apa itu Ptosis?
Apa itu Ptosis? (Nvisioncenters.com)

Tompi menjelaskan apa itu ptosis, yaitu mata yang tampak suram. Ptosis adalah uatu kondisi anatomi yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau berkaitan dengan aspek kesehatan, sehingga tidak layak dijadikan objek candaan. Ia juga menyampaikan kritik yang diarahkan pada kondisi fisik seseorang.

Menurut Tompi, menyatakan tubuh orang lain bukanlah bentuk kecerdasan, melainkan menunjukkan kemalasan dalam berpikir. Ia mengajak publik untuk meningkatkan kualitas diskusi dengan mengkritisi ide, kebijakan, dan tindakan, bukan penampilan fisik yang tidak pernah dipilih oleh seseorang.

Ia menegaskan bahwa martabat manusia tidak boleh dijadikan bahan humor. Menanggapi hal tersebut, Pandji menyampaikan apresiasinya kepada Tompi dan mengucapkan terima kasih atas koreksi yang diberikan.

Melansir Alodokter.com, Ptosis adalah istilah medis untuk kondisi kelopak mata yang turun sehingga mata tampak seperti mengantuk. Meski umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri, ptosis dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan serius yang berisiko menyebabkan kebutaan. Karena itu, penting untuk mengenali kelainan pada kelopak mata ini secara lebih mendalam.

Kondisi ptosis dapat terjadi pada satu maupun kedua mata. Pada tingkat yang berat, kelopak mata yang turun bisa menutupi sebagian besar bahkan seluruh pupil, sehingga penglihatan menjadi sangat terbatas atau tertutup. Umumnya, ptosis berkembang perlahan sejak seseorang lahir, meski dalam beberapa kasus dapat muncul secara tiba-tiba. Ptosis yang terjadi tiba-tiba biasanya berkaitan dengan masalah serius pada otak, saraf, atau area rongga mata.

Gejala Ptosis

Tanda utama ptosis ditandai dengan satu atau kedua kelopak mata atas yang tampak turun atau mata terlihat sayu hingga mengganggu penglihatan. Untuk mengetahui apakah Anda mengalami ptosis, pemeriksaan sederhana dapat dilakukan dengan cara berikut:

• Tatap cermin dengan posisi wajah menghadap lurus ke depan.
• Amati bagian pupil mata dengan saksama.
• Pastikan pupil tidak tertutup oleh kelopak mata.
• Apabila terlihat sebagian pupil tertutupi, ada kemungkinan Anda mengalami ptosis.

Penderita ptosis juga dapat merasakan sejumlah keluhan lain, seperti harus menengadahkan kepala dan mengangkat dagu agar penglihatan lebih jelas, atau mengangkat alis untuk membantu menaikkan posisi kelopak mata. Kebiasaan tersebut, jika dilakukan terus-menerus, dapat memicu rasa tidak nyaman pada leher dan kepala, termasuk nyeri leher maupun sakit kepala.

Di luar gejala tersebut, ptosis bisa disertai keluhan lain yang berkaitan dengan penyebabnya. Misalnya, ptosis akibat miastenia gravis dapat disertai penglihatan ganda, kelemahan pada lengan atau kaki, serta kesulitan berbicara, menelan, atau bernapas.

Penyebab Ptosis

Penyebab ptosis bervariasi, bergantung pada jenisnya. Pada sebagian besar kasus, ptosis sudah muncul sejak lahir, sehingga bayi terlahir dengan kelopak mata turun pada satu atau kedua mata. Kondisi ini dikenal sebagai ptosis kongenital.

Selain itu, ptosis juga dapat berkembang di kemudian hari atau disebut ptosis didapat (acquired ptosis). Kondisi ini biasanya terjadi ketika otot atau jaringan penyangga kelopak mata yang berfungsi mengangkat kelopak mata melemah akibat cedera maupun penyakit tertentu. Dalam beberapa kasus, kelopak mata yang turun juga disebabkan oleh gangguan pada saraf yang mengendalikan otot kelopak mata. Berbagai penyakit dan kondisi yang dapat memicu ptosis antara lain:

• Bintitan
• Sindrom Horner
• Miastenia gravis
• Stroke
• Tumor
• Oftalmoplegia eksternal

Sebagian besar kasus besar ptosis muncul seiring bertambahnya usia. Penuaan menyebabkan kulit dan otot kelopak mata menjadi lebih kendur dan kehilangan kekuatan. Bahkan, riwayat mata sebelumnya dapat mempercepat proses tersebut, karena alat yang digunakan untuk menahan mata tetap terbuka saat penghentian berpotensi menghentikan kelopak mata.

Menjawab apa itu ptosis, yaitu kondisi medis ketika kelopak mata bagian atas turun sehingga mata tampak sayu, dan dalam kasus tertentu, dapat mengganggu penglihatan. Meski sering dianggap sepele dan tidak menimbulkan nyeri, ptosis bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan serius, baik yang bersifat bawaan maupun didapat akibat penuaan, cedera, gangguan saraf, atau penyakit tertentu.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan