Advertisement
Varia | 50 Kata-kata Kecewa untuk Suami Menyayat Hati Sebagai Ungkapan Perasaan Istri

50 Kata-kata Kecewa untuk Suami Menyayat Hati Sebagai Ungkapan Perasaan Istri

Destiara Anggita Putri
19 Januari 2026, 16:02
Kata-kata Kecewa untuk Suami
Freepik
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kehidupan rumah tangga tidak selalu penuh dengan kebahagiaan. Ada kalanya sang istri merasa kecewa dengan suami karena berbagai alasan, mulai dari suami yang terlalu sibuk dengan pekerjaan, masalah ekonomi, hingga perubahan sikap yang tak lagi seperti dahulu. 

Disinilah kesetiaan pasangan sedang diuji. Jika istri tak mampu menahannya, maka perceraian pun bisa saja terjadi. Meskipun demikian, ada juga yang berusaha mempertahankan hubungan, meskipun masih memiliki rasa kecewa yang teramat dalam di hati.

Sebagai istri, tidak ada salahnya untuk menyampaikan kata-kata kecewa untuk suami untuk membantu meluapkan perasaan agar keharmonisan rumah tangga dapat kembali pulih.

Berikut di bawah ini kumpulan kata-kata kecewa untuk suami yang bisa disampaikan

Kata-kata Kecewa untuk Suami

Berikut ini 100 kata-kata yang bisa disampaikan oleh istri kepada suami sebagai luapan perasaan kecewa yang selama ini dirasakan.

Kata-kata Kecewa untuk Suami
Kata-kata Kecewa untuk Suami (Freepik)
  1. “Ketika kamu tak menghargai, rasanya cinta ini sia-sia.”
  2. “Aku tak butuh harta, hanya butuh dihargai sebagai istrimu.”
  3. “Menghargai istri bukan pilihan, tapi kewajiban sebagai suami.”
  4. “Aku hanya ingin didengar dan dipandang berharga di matamu.”
  5. "Kadang aku merasa menjadi bagian yang terlupakan di hidupmu."
  6. "Aku merindukan percakapan sederhana kita, sekarang semuanya terasa sepi."
  7. "Aku tahu kamu bekerja keras untuk keluarga, tapi aku juga butuh perhatianmu."
  8. “Rasanya menyakitkan ketika aku memberi segalanya, tapi tak dianggap apa-apa.”
  9. "Pekerjaanmu mungkin penting, tapi bukankah aku juga bagian dari prioritasmu?"
  10. "Apa kamu sadar, aku merasa semakin jauh meski kita berada di rumah yang sama?"
  11. "Kamu mungkin tidak sadar, tapi rasa tak dihargai ini semakin membuatku menjauh."
  12. "Tujuan dalam pernikahan bukan untuk berpikir sama, tetapi untuk berpikir bersama."
  13. "Aku butuh kamu di sisiku, bukan hanya sebagai suami yang sibuk dengan urusan luar."
  14. "Semakin lama kamu tak menghargai, semakin aku merasa hilang dalam hubungan ini."
  15. "Bagaimana kamu bisa dihargai orang lain jika kamu saja tidak bisa menghargai orang lain."
  16. "Aku lelah harus selalu menunggu saat-saat di mana kamu bisa meluangkan waktu untukku."
  17. "Kita terus saling bicara, tapi luput saling memahami dan menghargai perasaan masing-masing"
  18. "Aku rindu kebersamaan kita yang dulu, tapi kini pekerjaanmu seolah lebih penting dari segalanya."
  19. "Rasanya seperti aku sendirian di hubungan ini, sementara kamu selalu tenggelam dalam pekerjaan."
  20. "Aku merasa sangat kecewa dengan sikapmu yang tidak pernah memperhatikan apa yang aku rasakan"
  21. "Dulu, kita punya banyak waktu untuk bersama, tapi sekarang hanya kesibukanmu yang mendominasi."
  22. "Apakah aku tak cukup penting bagimu sehingga kamu sulit untuk sekadar menghargai keberadaanku?"
  23. "Perasaan ini semakin hampa ketika kamu terus-menerus mengabaikan apa yang aku lakukan untukmu."
  24. "Aku selalu ada untukmu, tapi mengapa kamu tak pernah melihat dan menghargai semua pengorbananku?"
  25. "Kamu bilang mencintaiku, tapi di mana rasa hormat dan penghargaan yang seharusnya datang dengan cinta itu?"
  26. "Rasanya pedih ketika aku merasa tak dihargai, padahal aku selalu berusaha menjadi istri yang terbaik untukmu."
  27. "Pergilah dan lakukan semua apa yang kamu inginkan, jika keberadaanku sudah membuatmu tidak nyaman lagi bagimu."
  28. "Karena orang yang menyayangimu tidak mungkin membuat kamu kecewa, menangis, sedih, apalagi sampai menyakitimu."
  29. "Entah apa yang membuatmu merasa sudah tidak betah lagi di rumah sehingga kamu harus berbelok hati kepada wanita lain."
  30. . "Aku tahu cara bagaimana bisa lari sejauh mungkin yang aku mau, tapi ada yang paling sulit adalah berpikir untuk meninggalkanmu."
  31. "Aku tidak marah jika kau lebih memilih marah besar kepadaku, tapi tolong jangan tunjukkan padaku bahwa kau juga tidak ingin bersamaku lagi."
  32. "Jika kau tidak bisa menjadi suami yang sempurna dengan segala kelebihan, setidaknya jadilah suami yang baik dengan menjaga kepercayaanku."
  33. "Sudah berusaha menjadi yang terbaik, sudah mencoba melakukan yang kau mau, namun tetap saja orang ketiga terlihat lebih menarik dibanding aku."
  34. "Tidak perlu berpura-pura menjadi suami yang selalu setia kepada istri, jika di luar rumah saja kau masih sering menatap lembut kepada wanita lain."
  35. "Aku memang tidak tampan, tidak rupawan, dan banyak uang. Tetapi ada hak yang tidak kau penuhi untukku, yakni kasih sayang dan kesetiaan."
  36. "Aku sebagai istri tahu bahwa saat seorang suami sudah mulai tak betah diam di rumah, biasanya ada seseorang di luar sana yang telah menarik hati."
  37. "Aku tahu aku tak secantik dan semenarik waktu dulu, tapi rasa sayang dan cintaku padamu mengalahkan rasa lelah membesarkan buah cinta dari kamu."
  38. "Aku berusaha memahamimu, tapi aku tidak menyangka bahwa kamu sering kali hanya memikirkan dirimu saja. Aku terluka dan kecewa dengan perilakumu"
  39. "Jangan terlalu sibuk pada pekerjaanmu. Ketahuilah sayangku, aku tidak bisa terus muda, dan anak-anak hanya punya masa kecil sekali dalam hidup mereka."
  40. "Bukankah pernikahan adalah tentang dua orang yang saling membangun kebahagiaan? Mengapa kita sekarang justru seperti dua orang yang tidak sejalan?"
  41. "Aku sebagai istri tahu bahwa ketika seorang suami sudah mulai tak betah diam di rumah, biasanya ada seseorang di luar sana yang telah menarik hati kamu."
  42. "Aku hanya ingin menjadi istri yang terbaik untuk suami, namun sepertinya perjuanganku kini tidak berarti sejak kehadiran wanita lain yang singgah di hidupmu."
  43. "Aku harap hal sepele, di mana masalah yang seharusnya menjadi tanggung jawab dan rahasia kita itu, kamu bawa keluar dan membicarakannya dengan banyak orang."
  44. "Diamnya seorang istri bukan berarti membiarkanmu berbuat semakin menyakitiku dan semaumu, sungguh aku tak mengerti dengan jalan pikiranmu wahai suamiku."
  45. "Kamu dapat menutup matamu dari suatu hal yang mungkin tak bisa kamu lihat. Namun, kamu tak bisa menutup hatimu dari suatu hal yang tak ingin kau rasakan."
  46. "Ketika kamu pernah memberikan perhatian terhadap seseorang secara berlebihan, maka kamu akan mendapat sakit yang lebih sakit dari apa yang seharusnya kamu dapatkan."
  47. "Setiap kali aku sedang menangis, kamu selalu membuatku seolah dia bisa mengubah dunia agar nggak menyakitiku. Namun, kini aku menangis dan kamu tak ada di sampingku lagi."
  48. "Rasanya aku sudah lelah dengan perilakumu akhir-akhir ini. Bagaimana pun aku berusaha untuk tetap mempercayaimu, namun sayang aku tak bisa menahan rasa kecewaku padamu."
  49. "Akan ada waktu saat orang yang sabar menjadi muak, orang yang peduli menjadi masa bodoh, orang yang setia menjadi angkat kaki. Itu adalah ketika sifat sabar, peduli, dan setianya yang tidak dihargai."
  50. "Untuk suamiku, janganlah kamu terlalu sibuk dengan pekerjaanmu. Perlu kamu tahu, sayang, aku tidak bisa terus-menerus muda dan anak-anak hanya punya masa kecil sekali dalam seumur hidup mereka."

Demikian 50 kata-kata kecewa untuk suami menyayat hati yang bisa disampaikan oleh sang istri untuk meluapkan segala perasaan yang selama ini terpendam.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan

Buka di Aplikasi Katadata untuk pengalaman terbaik!

icon newspaper

Tanpa Iklan

Baca berita lebih nyaman

icon trending

Pilih Topik

Sesuai minat Anda

icon ai

Fitur AI

Lebih mudah berbagi artikel

icon star

Baca Nanti

Bagi Anda yang sibuk