Apa itu Tuberkulosis Ginjal? Kenali Ciri-ciri dan Cara Mencegahnya

Anggi Mardiana
26 Januari 2026, 13:32
Apa itu Tuberkulosis Ginjal?
Freepik.com
Apa itu Tuberkulosis Ginjal?
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Apa itu tuberkulosis ginjal? Sama seperti tuberkulosis yang menyerang paru-paru, TBC ginjal juga berpotensi menimbulkan beragam komplikasi. Selama ini, tuberkulosis atau TBC umumnya dikenal sebagai penyakit yang menyerang paru-paru. Namun infeksi akibat bakteri Mycobacterium tuberkulosis juga dapat menyebar ke organ lain, termasuk ginjal.

Tuberkulosis (TBC) tidak selalu terbatas pada organ pernapasan. Dalam beberapa kasus, bakteri penyebabnya dapat menyebar ke jaringan atau organ lain di tubuh. Apabila infeksi tersebut mengenai sistem saluran kemih, berisiko mengalami tuberkulosis ginjal.

Cara Mencegah Tubercolosis Ginjal

Pencegahan tuberkulosis ginjal tidak selalu dapat dilakukan sepenuhnya, terutama jika penyakit ini muncul akibat reaktivasi tuberkulosis laten. Meski begitu, ada sejumlah langkah yang bisa diterapkan untuk menurunkan risiko tertular TBC ginjal maupun jenis TB lainnya. Berikut cara mencegah tuberkulosis ginjal yang dapat dilakukan:

• Mengupayakan lingkungan tempat tinggal dan kerja yang memiliki sirkulasi udara memadai.
• Menghindari kontak dekat dengan penderita TBC.
• Mendapatkan vaksinasi TBC, yaitu Bacillus Calmette–Guérin (BCG).
• Menjaga kebersihan pernapasan dengan baik.
• Melakukan tes dan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mendeteksi infeksi sejak dini.
• Menghentikan kebiasaan merokok serta membatasi atau menghindari konsumsi alkohol.
• Mematuhi langkah-langkah pengendalian infeksi guna mencegah penularan tuberkulosis.
• Menjaga daya tahan tubuh agar tetap optimal.

Apa itu Tuberkulosis Ginjal?

Apa itu Tuberkulosis Ginjal
Apa itu Tuberkulosis Ginjal (Freepik.com)

Apa itu Tuberkulosis Ginjal? Tuberkulosis ginjal atau TBC ginjal merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis yang menyerang organ ginjal. Kondisi ini termasuk dalam TB ekstra paru, yakni ketika bakteri TBC tidak hanya menginfeksi paru-paru, tetapi juga menyebar ke organ tubuh lainnya. Selain ginjal, bakteri tersebut dapat menyerang organ lain dalam sistem perkemihan, yang dikenal sebagai TBC genitourinaria.

Organ yang berpotensi terdampak meliputi ginjal, kandung kemih, saluran kemih, kelenjar prostat, kantong testis, serta panggul pada wanita. Infeksi dapat terjadi pada satu atau kedua ginjal, umumnya bermula dari lapisan terluar ginjal yang disebut korteks, lalu perlahan menyebar ke bagian dalam atau medula.

Apabila tidak ditangani dengan tepat, TBC ginjal dapat menyebabkan pembengkakan hingga kerusakan ginjal. Pada kondisi yang lebih parah, komplikasi tersebut bahkan dapat berkembang menjadi gagal ginjal stadium akhir.

Ciri-ciri TBC ginjal

Pada umumnya, tuberkulosis ginjal tidak menimbulkan keluhan khusus. Namun, ketika infeksi semakin parah, sejumlah gejala TBC ginjal dapat mulai muncul, antara lain:

• Terdapat darah dalam urin saat buang air kecil (hematuria).
• Frekuensi buang air kecil meningkat.
• Timbul rasa nyeri atau sensasi panas ketika buang air kecil.
• Nyeri pada area pinggang atau perut.
• Ditemukan darah, protein, atau sel darah putih dalam urin.
• Muncul gejala umum seperti demam, penurunan berat badan, keringat berlebih pada malam hari, batuk, dan badan terasa lemas.

TBC ginjal sering sulit dikenali sejak dini karena gejalanya menyerupai infeksi saluran kemih. Dalam banyak kasus, dokter mulai menunjukkan adanya TBC ginjal ketika kondisi pasien tidak kunjung membaik meskipun telah menjalani pengobatan antibiotik untuk infeksi saluran kemih.

Pengobatan TBC Ginjal

Penanganan tuberkulosis ginjal umumnya fokus pada penggunaan obat-obatan dan antibiotik. Jika tidak ditangani secara tepat dan tepat waktu, penyakit ini berisiko menimbulkan komplikasi berat, seperti kerusakan ginjal hingga kematian. Berikut beberapa pilihan pengobatan yang dapat dilakukan mengutip Ckbirlahospitals.com:

• Terapi obat

TBC ginjal dilakukan dengan pemberian obat anti tuberkulosis yang bertujuan membasmi bakteri penyebab infeksi. Beberapa obat yang lazim digunakan antara lain pirazinamid, etambutol, isoniazid, dan rifampisin. Kombinasi obat ini membantu menghentikan perkembangan bakteri sekaligus mengeliminasi infeksi.

• Tindakan pembedahan

Operasi juga dapat menjadi opsi terapi pada kondisi tertentu. Prosedur pembedahan biasanya berupa nefrektomi, yaitu pengangkatan jaringan atau bagian ginjal yang telah terinfeksi.

Perlu diketahui, antibiotik yang digunakan untuk mengatasi TBC ginjal dapat menimbulkan efek samping pada sebagian pasien, seperti gangguan fungsi hati. Karena itu, pasien dianjurkan segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami gejala seperti urine berwarna gelap, mual, muntah, tinja pucat, nyeri perut, hilang nafsu makan, penyakit kuning, rasa lelah berlebihan, atau demam selama menjalani pengobatan.

Apa itu tuberkulosis ginjal? Tuberkulosis ginjal merupakan bentuk TB ekstra paru yang terjadi ketika bakteri Mycobacterium tuberkulosis menyebar dan menginfeksi ginjal, baik satu maupun keduanya. Penyakit ini sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal sehingga sulit terdeteksi, namun dapat menimbulkan komplikasi serius seperti kerusakan ginjal hingga gagal ginjal akhir jika tidak ditangani dengan tepat.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan