Apa itu Pembengkakan Usus yang Dialami Lula Lahfah Sebelum Wafat

Izzul Millati
28 Januari 2026, 14:56
apa itu pembengkakan usus
unsplash.com
apa itu pembengkakan usus
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kabar wafatnya selebgram Lula Lahfah memunculkan perhatian publik terhadap kondisi kesehatan yang dialaminya sebelum meninggal dunia. Sebelum berpulang, Lula diketahui sempat mengalami beberapa gangguan kesehatan, mulai dari Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD, hingga pembengkakan usus.

Informasi tersebut terungkap dari percakapan pribadi yang dibagikan sahabatnya, selebgram Keanu, melalui media sosial.

Dalam percakapan tersebut, Lula menyebut harus menjalani prosedur kolonoskopi untuk memeriksa kondisi ususnya. Fakta ini kemudian menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai Apa itu Pembengkakan Usus, kondisi apa saja yang bisa menyebabkannya, serta seberapa serius gangguan pada saluran cerna ini jika tidak ditangani dengan tepat.

Apa itu Pembengkakan Usus?

pembengkakan usus
pembengkakan usus (unsplash.com)

 

Secara umum, Pembengkakan Usus merupakan istilah awam yang digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika usus mengalami peradangan, penebalan dinding, atau pembesaran akibat gangguan tertentu. Dalam praktik medis, pembengkakan usus bukanlah diagnosis spesifik, melainkan gambaran klinis dari berbagai penyakit pada saluran pencernaan.

Dokter spesialis penyakit dalam menjelaskan bahwa istilah ini biasanya merujuk pada adanya peradangan, distensi, atau gangguan aliran di saluran cerna. Pembengkakan dapat terjadi pada usus halus maupun usus besar, tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Salah satu kondisi yang sering berkaitan dengan pembengkakan usus adalah radang usus.

Radang Usus sebagai Penyebab Pembengkakan Usus

Radang usus merupakan peradangan pada saluran pencernaan yang ditandai dengan iritasi hingga luka pada dinding usus. Kondisi ini dapat menyebabkan diare berkepanjangan, nyeri perut, buang air besar berdarah, penurunan berat badan, hingga anemia akibat perdarahan kronis.

Dalam dunia medis, radang usus dikenal sebagai inflammatory bowel disease atau IBD. Penyakit ini terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu kolitis ulseratif dan Crohn’s disease.

Kolitis ulseratif merupakan peradangan kronis yang terjadi pada lapisan terdalam usus besar atau kolon. Sementara itu, Crohn’s disease dapat menyerang bagian mana pun dari sistem pencernaan, mulai dari mulut, usus halus, usus besar, hingga dubur.

Kedua kondisi tersebut dapat menyebabkan pembengkakan usus akibat proses peradangan yang berlangsung lama dan berulang.

Siapa yang Berisiko Mengalami Pembengkakan Usus?

Pembengkakan usus dapat menyerang siapa saja, namun terdapat kelompok usia tertentu yang lebih sering mengalaminya. Crohn’s disease lebih banyak ditemukan pada kelompok usia 20–30 tahun, sedangkan kolitis ulseratif sering terjadi pada usia 15–40 tahun. Selain itu, kolitis ulseratif juga cukup sering dijumpai pada kelompok usia 50–70 tahun.

Berdasarkan jenis kelamin, Crohn’s disease lebih sering dialami perempuan, sementara kolitis ulseratif lebih banyak diderita laki-laki.

Penyebab dan Faktor Risiko Pembengkakan Usus

Hingga kini, penyebab pasti pembengkakan usus belum diketahui secara jelas. Namun, penyakit ini diduga berkaitan dengan kombinasi beberapa faktor, seperti faktor genetik, lingkungan, dan gangguan sistem kekebalan tubuh.

Pada kondisi normal, sistem imun berfungsi melawan bakteri dan virus. Namun, pada penderita usus yang bengkak, sistem kekebalan tubuh justru memberikan respons yang tidak tepat dan menyerang jaringan saluran cerna sendiri. 

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko pembengkakan usus meliputi:

  • Usia di bawah 35 tahun
  • Riwayat keluarga dengan radang usus
  • Kebiasaan merokok
  • Tinggal di kawasan industri
  • Konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid atau OAINS

Gejala Usus Bengkak

Gejala radang usus sangat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat, tergantung lokasi dan tingkat keparahan peradangan. Gejala juga bersifat kambuh-kambuhan, sehingga penderita dapat mengalami periode tanpa keluhan sama sekali.

Gejala yang sering muncul antara lain:

  • Nyeri atau kram perut
  • Perut kembung dan terasa keras
  • Diare yang berlangsung lama
  • Nafsu makan menurun
  • Penurunan berat badan
  • Buang air besar berdarah dengan warna merah terang atau hematochezia

Perdarahan akibat pembengkakan usus yang berlangsung lama dapat menyebabkan anemia, yang ditandai dengan tubuh mudah lelah dan puca

Pengobatan Radang Usus untuk Mencegah Pembengkakan Usus

Pengobatan radang usus bertujuan menekan peradangan dan mengendalikan gejala agar kualitas hidup pasien tetap terjaga. Terapi disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahan penyakit.

Beberapa kelompok obat yang digunakan antara lain:

  • Obat 5-Aminosalicylates seperti sulfasalazine
  • Kortikosteroid untuk menekan peradangan
  • Obat imunosupresif seperti azathioprine dan ciclosporine
  • Terapi biologis, termasuk tumor necrosis factor antagonis dan anti-integrin monoclonal antibody

Selain itu, obat pendukung dapat diberikan untuk meredakan gejala, seperti antibiotik, obat antidiare, pereda nyeri, serta suplemen zat besi, kalsium, dan vitamin D.

Pada kasus tertentu, tindakan operasi diperlukan, baik untuk kolitis ulseratif maupun Crohn’s disease. Namun, operasi tidak menyembuhkan Crohn’s disease dan tetap perlu diikuti pengobatan lanjutan.

Jika tidak ditangani dengan baik, radang usus dapat menimbulkan komplikasi serius, antara lain dehidrasi, malnutrisi, obstruksi usus, fistula, megakolon toksik, robekan usus, hingga kanker usus besar.

Belum ada cara pasti untuk mencegah radang usus yang biasanya menyebabkan pembengkakan. Namun, upaya untuk mencegah kekambuhan dapat dilakukan dengan mengatur pola makan, memperbanyak konsumsi air putih, berhenti merokok, berolahraga rutin, serta mengelola stres dengan baik.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan