Heboh Epstein Files Ungkap Rencana Pandemi 2017, Berkaitan dengan Bill Gates?

Izzul Millati
5 Februari 2026, 16:36
bill gates dalam epstein files
abcotvsn.com
bill gates dalam epstein files
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Rilis jutaan dokumen Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat kembali menyita perhatian publik internasional. Arsip yang dibuka ke publik pada akhir Januari 2026 itu memuat sekitar tiga juta halaman berkas yang mencakup korespondensi, catatan internal, serta draf email milik Epstein, mendiang terpidana kejahatan seksual. Dalam dokumen tersebut, sejumlah nama tokoh dunia kembali muncul, termasuk pendiri Microsoft, Bill Gates.

Salah satu isu yang paling banyak disorot dari Epstein Files adalah pembahasan mengenai simulasi pandemi yang tercatat berlangsung sejak 2015 dan 2017. Topik ini memicu perhatian masyarakat dunia karena penyebutan kata pandemic dalam Epstein Files tersebut terjadi beberapa tahun sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia. Meski demikian, otoritas AS dan sejumlah pihak terkait menekankan bahwa isi dokumen tersebut perlu dibaca secara hati-hati dan kontekstual.

Penyebutan Nama Bill Gates Dalam Dokumen Epstein Files

Nama Bill Gates disebut berulang kali dalam sejumlah email Epstein yang kini dapat diakses publik. Penyebutan tersebut tidak secara otomatis menunjukkan adanya pertemuan langsung antara Epstein dan Bill Gates.

Salah satu dokumen yang menjadi perhatian adalah email bertajuk Preparing For Pandemics yang diterima Epstein pada 20 Maret 2015 dari pengirim yang identitasnya disamarkan. 

Email tersebut melampirkan draf agenda pertemuan terkait kesiapsiagaan pandemi serta usulan untuk melibatkan World Health Organization dan International Committee of the Red Cross. Dalam email itu disebutkan rencana pembahasan langkah lanjutan, termasuk cara melibatkan WHO dan ICRC secara resmi.

Media Rusia Izvestia menyebut bahwa dokumen Epstein memuat diskusi antara Epstein dan Bill Gates mengenai pemodelan pandemi dan proyek biomedis. 

Namun, hingga kini tidak terdapat bukti yang mengkonfirmasi apakah benar Bill Gates yang secara langsung menulis dan mengirimkan email tahun 2015 tersebut karena beberapa detail pengirim yang disamarkan. 

Selain email 2015, dokumen Epstein juga memuat korespondensi tahun 2017 dengan subjek bgc3 Deliverables and Scope. Email ini berisi proposal yang membahas lima topik utama, yaitu simulasi pandemi, neuroteknologi dalam konteks keamanan nasional, data kesehatan digital, penyakit kronis dan ilmu otak, serta ekonomi kesehatan.

Korespondensi tersebut ditujukan kepada Bill Gates dan turut ditembuskan kepada Larry Cohen, CEO dan mitra pengelola Gates Ventures, yang pada periode tersebut dikenal sebagai bgC3. Gates Ventures dikenal sebagai lembaga kajian dan investasi yang berfokus pada isu kesehatan global dan teknologi.

Dokumen tersebut sebatas menunjukkan adanya pertukaran ide dan gagasan, namun belum terdapat bukti bahwa rencana tersebut benar-benar berkembang menjadi proyek atau kerja sama resmi.

Klarifikasi Bill Gates dan Gates Foundation

Menanggapi kembali kemunculan namanya dalam Epstein Files, Bill Gates secara terbuka menyampaikan penyesalan atas hubungannya di masa lalu dengan Jeffrey Epstein. Dalam sejumlah wawancara, Gates menyebut hubungan tersebut sebagai kesalahan besar dan menegaskan bahwa interaksinya dengan Epstein tidak pernah menghasilkan kerja sama. 

Gates menjelaskan bahwa pertemuannya dengan Epstein, yang dimulai sekitar 2011, berkaitan dengan upaya penggalangan dana untuk isu kesehatan global. Lebih lanjut, Gates menyatakan bahwa pertemuan tersebut tidak membuahkan hasil dan tidak seharusnya dilakukan.

Terkait simulasi pandemi, pihak Bill and Melinda Gates Foundation menegaskan bahwa berbagai latihan kesiapsiagaan yang pernah didukung yayasan tersebut, termasuk simulasi Event 201 pada Oktober 2019, merupakan sebatas latihan antisipatif dan bukan pertemuan untuk mewujudkan agenda pandemi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan