Iran Luncurkan Rudal Balistik Kheibar ke Kantor Netanyahu di Tel Aviv

Izzul Millati
4 Maret 2026, 11:31
Kantor Netanyahu diserang
Katadata
Kantor Netanyahu diserang
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat setelah Garda Revolusi Iran mengklaim telah membombardir kantor Perdana Menteri Israel, Netanyahu, di Tel Aviv pada Senin (2/3/2026). Serangan tersebut disebut menggunakan rudal hipersonik Kheibar Shekan, yang merupakan bagian dari sistem persenjataan balistik terbaru milik Iran.

Sejumlah laporan media internasional menyebutkan bahwa rudal yang diluncurkan Iran merupakan jenis balistik jarak menengah yang diklaim memiliki kemampuan manuver tingkat tinggi. 

Garda Revolusi Iran dalam pernyataannya menyebut bahwa serangan tersebut menyasar “kantor perdana menteri rezim Zionis dan markas komandan angkatan udara.” Hingga kini, otoritas Israel belum merinci tingkat kerusakan maupun kondisi keamanan di sekitar lokasi.

Kekuatan Rudal Kheibar Shekan Milik Iran

Rudal yang disebut digunakan dalam serangan Iran ke kantor Netanyahu adalah Kheibar Shekan. Sistem ini pertama kali diperkenalkan Iran pada 2022 dan sejak saat itu menjadi perhatian pejabat militer Eropa dan Israel.

Kheibar Shekan berbahan bakar padat dan dilengkapi sistem panduan canggih yang dirancang untuk meningkatkan akurasi. Rudal ini memiliki jangkauan sekitar 1.450 kilometer, memungkinkan Iran menjangkau wilayah Israel dari dalam teritorinya sendiri.

Keunggulan utama Kheibar Shekan terletak pada kemampuan hulu ledaknya yang dapat bermanuver di fase akhir penerbangan. Fitur tersebut disebut mampu menghindari sebagian sistem pertahanan udara konvensional sehingga meningkatkan peluang tembus ke target.

Sistem rudal Kheibar Shekan disebut memiliki karakteristik mendekati rudal hipersonik, meskipun klasifikasi teknisnya masih menjadi perdebatan di kalangan analis militer.

Aparat keamanan Israel dilaporkan meningkatkan status siaga dan memperkuat perlindungan di sejumlah fasilitas penting. Netanyahu sebelumnya telah menegaskan bahwa Israel akan merespons setiap serangan dengan kekuatan penuh. 

Israel sendiri juga memiliki sistem pertahanan udara berlapis yang tidak kalah kuat seperti Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow, dirancang untuk menghadapi berbagai ancaman mulai dari roket jarak pendek hingga rudal balistik jarak jauh.

Latar Belakang Eskalasi Konflik

Serangan terhadap kantor Netanyahu terjadi di tengah konflik yang semakin meluas antara Iran dan Israel. Dalam beberapa bulan terakhir, kedua negara tersebut terlibat dalam serangan udara dan operasi militer lintas wilayah.

Ketegangan juga meningkat setelah Amerika Serikat dilaporkan turut melakukan operasi militer terhadap target di Iran. Situasi ini memperbesar risiko konflik regional yang lebih luas.

Netanyahu selama bertahun-tahun menyebut Iran sebagai ancaman eksistensial bagi Israel. Di sisi lain, Iran menuduh Israel melakukan agresi terhadap fasilitas militer dan nuklirnya.

Eskalasi ini memunculkan kekhawatiran akan ketidakstabilan kawasan Timur Tengah. Ketidakpastian juga berdampak pada pasar global, termasuk pergerakan harga minyak dan sentimen investor. 

Netanyahu Muncul Setelah Serangan di Kantornya

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjadi pihak pertama yang mengklaim bahwa serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu menyebabkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Namun setelah pernyataan tersebut, Netanyahu tidak terlihat muncul di hadapan publik secara langsung untuk beberapa waktu. 

Di tengah ketidakhadirannya, sejumlah laporan yang beredar di media sosial pada Sabtu menyebutkan bahwa pesawat resmi Netanyahu, Wings of Zion, diduga terbang menuju Jerman. Klaim tersebut didasarkan pada dugaan data pelacakan penerbangan dari pesawat yang digunakan oleh Perdana Menteri Israel.

Sebaliknya, pembaruan yang diunggah melalui akun media sosial resmi Kantor Perdana Menteri Israel menyebutkan bahwa Netanyahu masih berada di Israel. Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa Netanyahu menggelar pertemuan dengan Menteri Pertahanan, Kepala Staf Militer, serta Direktur Mossad di Tel Aviv pada Minggu.

Isu Kematian Netanyahu Viral di Media Sosial

Beberapa netizen sosial media menyebarkan klaim bahwa Netanyahu telah tewas dalam serangan balasan Iran, dimana Rudal Kheibar Shekan menghantam area kantornya di Tel Aviv. 

Akan tetapi, unggahan dari Kantor Perdana Menteri Israel justru menampilkan foto-foto Netanyahu saat melakukan pertemuan dengan pejabat keamanan. Dalam pernyataan yang disampaikan, Netanyahu juga menyinggung serangan yang menewaskan sejumlah warga Israel.

“Kemarin di sini, di Tel Aviv, dan sekarang di Beit Shemesh, kita kehilangan orang-orang terkasih. Hati saya bersama keluarga mereka, dan atas nama seluruh warga Israel, saya menyampaikan harapan agar para korban luka segera pulih,” demikian pernyataan Netanyahu.

Netanyahu juga melakukan wawancara televisi pertamanya setelah Iran mengklaim menyerang kantornya. Dalam wawancara dengan Fox News, ia menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran tidak akan berubah menjadi konflik berkepanjangan.

Dalam wawancara tersebut, Netanyahu juga kembali menuduh Iran sedang membangun fasilitas baru untuk program senjata nuklir dan rudal balistik.

“Mereka mulai membangun lokasi baru, tempat baru, bunker bawah tanah yang akan membuat program rudal balistik dan program bom atom mereka kebal dalam beberapa bulan,” kata Netanyahu.

Dia mengataja. Jika tidak ada tindakan sekarang, tidak akan ada tindakan yang bisa diambil di masa depan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan