Kapan 17 Ramadan 1447 H? Ini Beberapa Amalan yang Bisa Dikerjakan
Kapan 17 Ramadan 1447 H? Malam ke-17 Ramadan diyakini oleh sebagian ulama sebagai waktu terjadinya peristiwa Nuzulul Quran. 17 Ramadan diyakini sebagai turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira. Wahyu tersebut disampaikan oleh Malaikat Jibril berupa Surah Al-‘Alaq ayat 1–5 sebagai awal diutusnya beliau sebagai Rasul.
Sementara itu, Kementerian Agama memaknai istilah yaumul furqan sebagai hari terjadinya Perang Badar, yaitu pada Jumat, 17 Ramadan tahun 2 Hijriah. Penafsiran ini kemudian dijadikan pijakan oleh sejumlah ulama sebagai tafsir untuk merujuk Surah Al-Anfal ayat 41 sebagai dasar penentuan tanggal turunnya wahyu pertama. Berikut ayatnya:
وَاعْلَمُوْٓا اَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَاَنَّ لِلّٰهِ خُمُسَهٗ وَلِلرَّسُوْلِ وَلِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِ اِنْ كُنْتُمْ اٰمَنْتُمْ بِاللّٰهِ وَمَآ اَنْزَلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعٰنِۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ٤١
Latin: Wa‘lamû annamâ ghanimtum min syai'in fa anna lillâhi khumusahû wa lir-rasûli wa lidzil-qurbâ wal-yatâmâ wal-masâkîni wabnis-sabîli ing kuntum âmantum billâhi wa mâ anzalnâ ‘alâ ‘abdinâ yaumal-furqâni yaumaltaqal jam‘ân, wallâhu ‘alâ kulli syai'ing qadîr
Artinya: Ketahuilah, sesungguhnya apa pun yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka seperlimanya untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan ibnusabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Nabi Muhammad) pada hari al-furqān (pembeda), yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
Kapan 17 Ramadan 1447 H?
Penetapan tanggal 17 Ramadan dikaitkan dengan penafsiran para ulama terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang waktu diturunkannya wahyu. Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama, awal Ramadan 1447 H ditetapkan pada Kamis, 19 Februari 2026. Apabila dihitung sejak tanggal tersebut, maka 17 Ramadan bertepatan dengan Sabtu, 7 Maret 2026.
Namun, terdapat perbedaan apabila merujuk pada ketetapan Muhammadiyah yang menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada Rabu, 18 Februari 2026. Dengan perhitungan tersebut, 17 Ramadan bertepatan dengan Jumat, 6 Maret 2026, sehingga malam ke-17 sudah dimulai sejak Kamis, 5 Maret 2026 selepas Maghrib.
Amalan 17 Ramadan 1447 H
Peringatan Nuzulul Quran dilaksanakan setiap tanggal 17 Ramadan. Pada Ramadan 1447 H, kaum Muslim kembali menjumpai malam penuh makna yang diyakini sebagai peristiwa awal diturunkannya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Berikut beberapa amalan 17 Ramadan 1447 H:
1. Membaca Al-Quran
Salah satu amalan utama pada malam Nuzulul Quran yaitu membaca Al-Qur’an, sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap kitab suci. Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas RA, disebutkan keutamaan membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan:
"Rasulullah SAW adalah sosok yang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin besar di bulan Ramadan ketika beliau bertemu Malaikat Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al-Qur’an, dan kedermawanan Rasulullah SAW melebihi angin yang kencang." (HR Bukhari)
Amalan membaca Al-Qur’an pada malam Nuzulul Quran menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus meneladani semangat Rasulullah SAW dalam menuntun umat melalui wahyu yang diturunkan.
2. Memperbanyak Doa
Malam Nuzulul Quran merupakan waktu yang sangat baik untuk memperbanyak doa dan munajat kepada Allah SWT. Pada kesempatan istimewa ini, umat Islam dianjurkan memohon agar hati mereka disinari cahaya Al-Qur’an, diberi pemahaman yang lurus, serta dilindungi dari siksa api neraka.
Salah satu doa yang dapat diamalkan yaitu permohonan agar Al-Qur’an menjadi cahaya, pedoman, sekaligus rahmat dalam setiap aspek kehidupan. Doa yang dipanjatkan dengan penuh keikhlasan dan keyakinan pada malam yang mulia ini diyakini memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
3. Shalat Malam
Salat malam seperti tahajud, witir, ba’diyah Isya, maupun salat hajat sangat dianjurkan untuk ditunaikan pada malam Nuzulul Quran. Amalan tersebut, menjadi bagian dari qiyamullail yang dapat semakin mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT.
Setiap rakaat yang dikerjakan dengan tulus dan khusyuk dipercaya menghadirkan pahala yang besar, sekaligus menjadi jalan dikabulkannya doa. Malam Nuzulul Quran pun termasuk waktu yang istimewa untuk memohon ampunan serta mengharap pertolongan dari Allah SWT.
4. I’tikaf
I’tikaf merupakan ibadah dengan cara menetap di masjid disertai niat untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pada malam Nuzulul Quran, umat Islam dianjurkan mengisi waktu dengan memperbanyak zikir, melaksanakan salat sunnah, serta membaca Al-Qur’an selama menjalankan i’tikaf.
Terkait pertanyaan kapan 17 Ramadan 1447 H? Berdasarkan ketetapan Kementerian Agama, 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026 sehingga 17 Ramadan bertepatan dengan 7 Maret 2026, dan malamnya dimulai sejak 6 Maret 2026 selepas Maghrib. Sementara itu, menurut ketetapan Muhammadiyah yang memulai Ramadan pada 18 Februari 2026, maka 17 Ramadan jatuh pada 6 Maret 2026, dan malamnya dimulai sejak 5 Maret 2026 setelah Matahari terbenam.

