Inilah Kekuatan Drone Shahed 136 Milik Iran yang Dipakai Serang Aset Militer AS

Izzul Millati
5 Maret 2026, 11:20
kekuatan drone shahed 136
Katadata
kekuatan drone shahed 136
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Ketegangan di Timur Tengah membuat sejumlah analis militer membahas persenjataan berbiaya murah yang digunakan Iran untuk menyerang AS. Dalam berbagai laporan, nama Drone Shahed 136 kerap muncul sebagai salah satu senjata yang dianggap efektif untuk menyerang lawan tanpa harus mengandalkan misil mahal. Kabarnya, bahan pembuat drone ini bahkan bisa dibeli dari e-commerce. 

Guna memahami seberapa besar kekuatan Drone Shahed 136, berikut ini pembahasan mengenai desain, cara kerja hingga manuvernya di medan perang. 

Apa itu Drone Shahed 136 dan Apa Kelebihannya?

Drone Shahed 136 adalah drone jenis kamikaze atau loitering munition yang dirancang untuk sekali pakai. Setelah diluncurkan, Drone Shahed 136 akan melayang mencari sasaran, lalu menukik dan meledak bersama hulu ledaknya. Drone ini tidak bisa kembali ke pangkalan tempat semula diluncurkan setelah digunakan.

Keunikan Drone Shahed 136 justru terletak pada  desainnya yang sangat sederhana tetapi memiliki kekuatan ledak yang mematikan. Ciri fisiknya yang mudah dikenali adalah bentuk delta-wing (sayap segitiga) serta suara mesin yang khas ketika melintas rendah sebelum menukik ke sasaran. Dalam sejumlah laporan internasional, Drone Shahed 136 digambarkan sebagai amunisi jelajah yang relatif murah, sehingga cocok digunakan berulang kali untuk menargetkan infrastruktur dan aset strategis. 

Kesederhanaan desain ini membuat Iran tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal, bahkan bisa meluncurkan lebih banyak drone Shahed 136 ke lokasi sasaran musuh. Drone Shahed 136 kerap disebut memiliki harga per unit sekitar 20.000 dolar AS. Biaya ini jauh lebih rendah dibandingkan drone tempur kelas atas seperti MQ-9 Reaper yang nilainya dapat mencapai puluhan juta dolar. 

Cara kerja Serangan Drone Shahed 136

Sebab berbiaya murah, militer Iran dapat meluncurkan drone Shahed 136 dalam pola berkerumun (swarm attack). Strategi serangan ini bertujuan merusak pertahanan udara dan memecah fokus radar musuh. Akibatnya, lawan akan kehabisan amunisi yang jauh lebih mahal dibandingkan harga Drone Shahed 136 itu sendiri. 

Ketika ratusan drone murah diluncurkan, pihak yang diserang dipaksa menyalakan radar terus-menerus, menembakkan amunisi berkali-kali dan mengalokasikan personel untuk siaga berjam-jam. Dengan strategi seperti ini, Drone Shahed 136 berfungsi sebagai alat penekan (pressure tool) yang menguji ketahanan logistik dan kesiapan komando.

Drone Shahed 136 juga dikenal memiliki suara mesin khas yang kerap disamakan dengan mesin pemotong rumput. Suara tersebut memberikan efek psikologis yang besar bagi musuh dan dapat membuat lawan meningkatkan status siaga.  

Spesifikasi Drone Shahed 136

Meskipun tidak terlihat “canggih” di atas kertas, sejarah telah membuktikan Drone Shahed 136 bisa garang saat dipakai bertempur. Berikut ini spesifikasi lengkap Drone Shahed 136

  • Desain Drone Shahed 136 menggunakan bentuk segitiga khas delta wing yang sering diibaratkan mirip layang-layang besar. Beratnya relatif ringan sehingga mudah diproduksi serta mudah diluncurkan. 
  • Drone Shahed 136 disebut memiliki daya jelajah yang jauh. Jarak tempuh Drone Shahed 136 kerap disebut mencapai sekitar 2.000 kilometer dengan waktu terbang hingga 12 jam. Kapabilitas ini membuat Drone Shahed 136 tidak hanya mampu dipakai untuk serangan jarak dekat, tetapi juga dapat dijadikan opsi serangan jarak menengah hingga jauh, tergantung pada lokasi peluncuran.
  • Drone Shahed 136 dapat terbang untuk menghindari radar, sekitar 20–30 meter saat terbang rendah. Namun, Drone Shahed 136 juga disebut mampu melesat hingga sekitar 5,2 kilometer bila diperlukan. 
  • Dari sisi daya rusak, Drone Shahed 136 dapat menghasilkan hulu ledak sekitar 20–40 kilogram. Kapasitas ini cukup untuk merusak titik infrastruktur penting seperti fasilitas energi, gudang, pusat logistik, atau instalasi militer tertentu.
  • Drone ini juga tidak bergantung pada GPS untuk navigasi. Jika GPS terganggu atau tidak bisa dipakai, sistem navigasinya disebut bisa beralih ke GLONASS (sistem satelit navigasi Rusia). Jadi, peluang drone tetap menemukan rute menuju targetnya dianggap lebih besar dibanding versi sebelumnya.

Varian terbaru dari drone Shahed 136 bahkan sudah “lebih kebal” terhadap upaya pengacauan sinyal oleh musuh. Sederhananya, kalau sebelumnya drone ini lebih mudah dibuat tersesat atau kehilangan arah karena sinyalnya diganggu, versi barunya diklaim punya cara untuk tetap bisa jalan meski ada gangguan semacam itu.

Sejarah Penggunaan Drone Shahed 136

Dalam perang di Ukraina, Drone Shahed 136 dilaporkan digunakan dalam jumlah yang sangat besar. Sekitar lebih dari 4.600 unit telah diluncurkan sejak 2022 hingga awal 2024, dengan jumlah drone yang bisa mencapai puluhan hingga lebih dari seratus unit dalam satu rangkaian serangan.

drone geran 2 milik Russia
drone geran 2 milik Russia (Katadata)

 

Keberhasilan tersebut membuat beberapa negara seperti Rusia dan China turut membuat drone mereka sendiri dengan spesifikasi yang mirip Drone Shahed 136. Rusia dikenal menyebut versinya sebagai Geran-2, sementara China disebut meluncurkan varian bernama Sunflower 200 dengan spesifikasi yang dianggap mirip Drone Shahed 136.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan