Struktur Kepemilikan Saham Diatas 1% PTRO, Resmi dari BEI

Izzul Millati
12 Maret 2026, 14:06
Struktur Kepemilikan Saham Diatas 1% PTRO
kompas.com
Struktur Kepemilikan Saham Diatas 1% PTRO
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Struktur kepemilikan saham menjadi salah satu indikator penting dalam analisis perusahaan yang tercatat di pasar modal. Informasi ini menunjukkan siapa saja pemegang saham utama serta seberapa besar porsi kepemilikan mereka dalam suatu emiten, salah satunya PT Petrosea Tbk (PTRO)

Dengan memahami struktur kepemilikan saham, investor dapat mengetahui pihak yang memiliki pengaruh besar dalam pengambilan keputusan perusahaan. Di Indonesia, perusahaan terbuka wajib melaporkan komposisi kepemilikan saham kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Data tersebut kemudian dicatat dan dikelola oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai lembaga penyimpanan efek nasional. Melalui sistem ini, publik dapat mengetahui pemegang saham mana yang memiliki kepemilikan dalam jumlah tertentu, termasuk struktur kepemilikan saham diatas 1% PTRO. Salah satu emiten yang menarik untuk dianalisis dari sisi kepemilikan saham adalah PT Petrosea Tbk dengan kode saham PTRO.

Profil Singkat PT Petrosea Tbk

PT Petrosea Tbk merupakan perusahaan jasa pertambangan dan rekayasa yang berbasis di Indonesia. Perusahaan ini bergerak di bidang kontrak pertambangan, rekayasa (engineering), pengadaan (procurement), konstruksi, serta layanan logistik untuk sektor energi dan sumber daya alam.

Petrosea didirikan pada tahun 1972 dan menjadi salah satu perusahaan rekayasa dan konstruksi pertama di Indonesia yang melantai di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1990. Sejak saat itu, perusahaan terus berkembang dengan menyediakan layanan terintegrasi untuk industri pertambangan, energi, dan infrastruktur.

Dalam beberapa tahun terakhir, Petrosea juga berada dalam ekosistem bisnis yang berkaitan dengan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk, perusahaan energi nasional yang menjadi pemegang saham utama.

Aturan Pelaporan Struktur Kepemilikan Saham di BEI dan KSEI

Di pasar modal Indonesia, transparansi kepemilikan saham merupakan bagian penting dari praktik good corporate governance. Bursa Efek Indonesia mewajibkan setiap emiten untuk melaporkan perubahan kepemilikan saham secara berkala.

Data kepemilikan tersebut kemudian disimpan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang bertugas mencatat kepemilikan efek secara terpusat. Informasi ini memungkinkan investor untuk melihat distribusi saham suatu perusahaan. Dalam laporan kepemilikan saham, biasanya ditampilkan daftar pemegang saham dengan kepemilikan diatas persentase tertentu, termasuk struktur kepemilikan saham diatas 1% PTRO. 

Struktur Kepemilikan Saham Diatas 1% PTRO

Berdasarkan data kepemilikan saham per 27 Februari 2026, berikut pemegang saham PT Petrosea Tbk (PTRO) dengan kepemilikan di atas 1%.

Pemegang SahamJenisNegaraJumlah SahamPersentase
PT Kreasi Jasa PersadaPerusahaanIndonesia4.571.811.70045,33%
PT Caraka Reksa OptimaPerusahaanIndonesia2.465.974.67024,45%
OCBC Securities Private LimitedSekuritasSingapura306.847.0003,04%
Morgan Stanley & Co InternationalSekuritasInggris268.340.0002,66%
PT Sentosa Bersama MitraPerusahaanIndonesia256.892.3002,55%
PT Petrindo Jaya Kreasi TbkPerusahaanIndonesia219.568.3002,18%


Data tersebut menunjukkan bahwa kepemilikan saham Petrosea didominasi oleh investor domestik. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan sekitar 45% dari total saham perusahaan. Perusahaan ini bergerak di sektor energi dan sumber daya alam serta dikenal sebagai bagian dari kelompok usaha Prajogo Pangestu.

Sementara itu, PT Caraka Reksa Optima menjadi pemegang saham strategis kedua dengan kepemilikan sekitar 24% saham Petrosea. Kedua entitas ini secara bersama-sama menguasai sebagian besar saham perusahaan.

Selain pemegang saham utama, struktur kepemilikan saham PTRO juga melibatkan investor publik yang membeli saham melalui perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Investor publik ini terdiri dari investor individu maupun institusi yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.

Beberapa perusahaan manajemen investasi global juga tercatat memiliki saham Petrosea dalam jumlah yang lebih kecil melalui berbagai instrumen investasi seperti exchange traded fund. Contoh investor global yang tercatat memiliki saham PTRO adalah BlackRock Inc dan Dimensional Fund Advisors LP yang berasal dari Amerika Serikat.

Meski porsi kepemilikannya relatif kecil dibandingkan pemegang saham utama, keberadaan investor asing menunjukkan bahwa saham Petrosea juga menjadi bagian dari portofolio investasi global. Pemegang saham dengan porsi besar memiliki hak suara dominan dalam General Meeting of Shareholders atau Rapat Umum Pemegang Saham.  Melalui forum tersebut, mereka dapat mempengaruhi berbagai keputusan strategis seperti pengangkatan direksi, kebijakan dividen, hingga strategi ekspansi bisnis perusahaan.

Dalam kasus PT Petrosea Tbk, komposisi kepemilikan menunjukkan dominasi investor strategis domestik yang memiliki kepentingan langsung di sektor energi dan sumber daya alam. Sementara itu, keberadaan investor publik dan institusional asing memberikan likuiditas tambahan bagi perdagangan saham perusahaan di Bursa Efek Indonesia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan