Struktur Kepemilikan Saham di Atas 1% BBNI yang Dirilis BEI
Otoritas pasar modal, Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) merilis data struktur kepemilikan saham di atas 1 persen BBNI. BBNI merupakan kode saham dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, salah satu bank BUMN tertua di Indonesia.
Publikasi struktur kepemilikan saham di atas 1 persen BBNI ini berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner Nomor 1/KDK.04/2026. Keputusan tersebut menetapkan BEI dan KSEI sebagai penyedia data kepemilikan saham perusahaan terbuka.
KSEI akan mulai mempublikasikan informasi kepemilikan saham perusahaan di atas 1 persen setiap bulan. Nantinya, masyarakat luas dapat mengakses informasi daftar pemilik saham berbagai perusahaan melalui laman resmi BEI, termasuk saham BBNI.
Hal ini bagian dari upaya meningkatkan transparansi di pasar modal Indonesia. Lantas seperti apa struktur kepemilikan saham di atas 1 persen BBNI?
Struktur Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen BBNI
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI adalah salah satu bank milik negara di Indonesia yang didirikan pada 1946. Bank ini bergerak dalam bidang jasa perbankan umum di seluruh tanah air.
Perusahaan ini resmi melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran umum perdana saham pada 25 November 1996. BNI tercatat sebagai bank BUMN pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham BBNI.
Dalam informasi yang dirilis KSEI, kepemilikan saham BBNI di atas 1 persen di pegang oleh beberapa pihak. Berikut struktur kepemilikan saham di atas 1 persen BBNI:
1. DJS Ketenagakerjaan Program Jaminan Hari Tua (JHT)
Dana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Program Jaminan Hari Tua (JHT) tercatat sebagai investor IS (insurance) saham BBNI. Perusahaan ini masuk dalam struktur kepemilikan saham BBNI sebanyak 3,51 persen atau sebesar 1.308.007.936.
2. Winarno Tjajadi
Struktur kepemilikan saham di atas 1 persen BBNI selanjutnya ditempati oleh Winarno Tjajadi. Investor asal Indonesia ini mulai membeli saham BBNI pada 2020.
Saat ini, Winarno Tjajadi memiliki 2,09 persen saham BBNI atau sebesar 780.000.000.
3. Employees Provident Fund Board
Employees Provident Fund Board (EPFO) juga masuk dalam struktur kepemilikan saham di atas 1 persen BBNI. EPFO merupakan lembaga pemerintah yang bertanggung jawab mengelola skema tabungan pensiun wajib bagi karyawan sektor formal .
KSEI mencatat, badan hukum asal Malaysia ini memiliki 1,18 persen saham BBNI atau sebesar 441.544.606.
4. PT Taspen (Persero)
PT Taspen (Persero) atau Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri adalah perusahaan BUMN Indonesia yang fokus pada jaminan sosial, tabungan hari tua, dan dana pensiun bagi ASN serta pejabat negara. Perusahaan ini tercatat sebagai investor IS (insurance) saham BBNI sebesar 1,17 persen atau 437.132.900.
Mengapa Informasi Struktur Kepemilikan Saham Penting?
Mengapa informasi mengenai struktur kepemilikan saham di atas 1 persen BBNI dan perusahaan lain penting? Melansir laman resmi BEI, informasi kepemilikan saham di atas 1 persen merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas keterbukaan data kepemilikan saham perusahaan tercatat di BEI.
Penyajian informasi ini dilakukan secara terstruktur guna memberikan gambaran yang lebih transparan mengenai struktur kepemilikan saham perusahaan tercatat kepada investor dan pemangku kepentingan. Langkah ini merupakan bagian dari reformasi berkelanjutan dalam memperkuat transparansi dan tata kelola Pasar Modal Indonesia.
BEI dan KSEI berkomitmen untuk terus meningkatkan standar keterbukaan informasi sesuai dengan Global Best Practice, memperdalam kualitas data pasar, serta memastikan terciptanya perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien. Informasi struktur kepemilikan saham di atas 1 persen BBNI dapat menjadi referensi yang lebih akurat dalam proses pengambilan keputusan investasi. Informasi ini sekaligus memperkuat kepercayaan, integritas dan kredibilitas pasar modal Indonesia.
Itulah informasi mengenai struktur kepemilikan saham diatas 1 persen BBNI resmi dari BEI.

