Apa itu Mosaic Defense Punya Iran? Ini Ketahanan dan Strategi Perang Iran

Anggi Mardiana
12 Maret 2026, 16:51
Apa itu Mosaic Defense?
UMJ
Apa itu Mosaic Defense?
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Apa itu mosaic defense punya Iran? Konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran hingga saat ini masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Sejumlah infrastruktur penting dilaporkan mengalami kerusakan serius, yang secara langsung memengaruhi stabilitas ekonomi serta sistem pertahanan negara-negara yang terlibat.

Serangan yang terjadi secara terus-menerus juga menimbulkan korban jiwa. Dampaknya tidak hanya dirasakan di medan konflik, tetapi juga meluas hingga mengganggu jalur perdagangan internasional. Situasi tersebut sempat menghambat distribusi energi global dan memicu fluktuasi harga di pasar dunia.

Di tengah intensitas perang Iran, Amrika Serikat dan Israel, Iran diketahui memiliki strategi khusus yang disusun untuk secara bertahap melemahkan kekuatan lawan. Hal ini menjadi penting mengingat pihak yang dihadapi Iran memiliki kapabilitas militer yang sangat besar, sehingga Iran tidak hanya mengandalkan serangan berskala besar secara langsung.

Ketahanan dan Strategi Perang Iran

Update Perang Iran
Update Perang Iran (ANTARA)

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pernah mengungkapkan bahwa Teheran telah menghabiskan hampir dua puluh tahun mempelajari pola perang yang digunakan Amerika Serikat. Pengetahuan tersebut dimanfaatkan untuk merancang sistem pertahanan yang tetap dapat berfungsi bahkan jika ibu kota negara mengalami kehancuran.

Pernyataan itu mencerminkan ketahanan strategi Iran, sekaligus menjadi dasar dari doktrin pertahanan yang mereka kembangkan. Para analis militer Iran kemudian merumuskan doktrin yang dikenal sebagai decentralised mosaic defence atau pertahanan mosaik terdesentralisasi. Konsep ini berangkat dari asumsi bahwa dalam konflik melawan Amerika Serikat atau Israel, Iran berpotensi kehilangan pemimpin, fasilitas vital, pusat komando, bahkan jaringan komunikasi.

Meski demikian, Iran tetap harus mampu mempertahankan keberlanjutan perang. Dalam doktrin ini, fokus utama tidak hanya menjaga ibu kota Teheran atau melindungi pemimpin tertinggi, tetapi juga memastikan bahwa pengambilan keputusan tetap berjalan, sistem militer terus beroperasi, dan perang tidak berakhir hanya karena satu serangan besar dari pihak lawan.

Melalui pendekatan tersebut, Iran berupaya membangun sistem pertahanan dan serangan militer yang tidak sekadar mampu bertahan dalam jangka pendek, tetapi juga dirancang untuk menghadapi konflik berkepanjangan.

Apa itu Mosaic Defense Punya Iran?

Melansir dari Al Jazeera, mosaic defence merupakan konsep strategi pertahanan militer Iran yang kerap dikaitkan dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Konsep ini membagi sistem pertahanan negara menjadi sejumlah unit yang bersifat semi-independen, sehingga kekuatan tidak hanya terpusat pada satu jalur komando yang berisiko lumpuh apabila diserang secara besar-besaran oleh pihak lawan.

Dalam penerapannya, berbagai elemen militer, mulai dari pasukan IRGC, pasukan Basij, tentara reguler Iran, unit rudal, kekuatan angkatan laut, hingga struktur komando di tingkat local disebar di berbagai wilayah. Dengan pola tersebut, ketika satu bagian mengalami gangguan atau kehancuran, unit lainnya tetap dapat menjalankan operasi.

Hal ini berarti bahwa jika pemimpin tertinggi terbunuh, sistem komando tidak serta-merta terputus. Bahkan ketika jaringan komunikasi terganggu, unit-unit militer di tingkat lokal masih memiliki otoritas untuk mengambil keputusan dan bertindak.

Pendekatan pertahanan ini menjadikan sistem komando Iran jauh lebih sulit dilumpuhkan oleh serangan militer musuh. Selain itu, struktur pertahanan yang berlapis dirancang untuk memperlambat sekaligus menguras kekuatan lawan secara bertahap, sehingga Iran dapat mempertahankan operasi militernya dalam jangka waktu yang lebih lama.

Alasan Iran Menggunakan Konsep Mosaic Defense

Iran mulai menerapkan konsep mosaic defense setelah menyaksikan operasi militer Amerika Serikat di Afghanistan pada tahun 2001, serta invasinya ke Irak pada 2003. Kejatuhan rezim Saddam Hussein yang terjadi dalam waktu relatif singkat memberikan pengaruh besar terhadap cara pandang strategis Iran dalam merancang sistem pertahanan nasionalnya.

Dari pengalaman tersebut, Iran menyimpulkan bahwa sistem pertahanan yang terlalu terpusat berisiko mudah dilumpuhkan ketika berhadapan dengan kekuatan militer Amerika Serikat yang jauh lebih unggul. Karena itu, Iran memilih untuk menyusun kekuatan militernya secara lebih tersebar di berbagai unit dan wilayah.

Alih-alih menantang secara langsung superioritas militer yang dimiliki Amerika Serikat dan Israel, Iran lebih menitikberatkan pada pembangunan sistem pertahanan yang kokoh dan sulit dihancurkan.

Strategi ini berangkat dari asumsi bahwa pihak lawan memiliki kekuatan militer yang jauh lebih besar. Untuk mengimbanginya, Iran tidak menggunakan pendekatan perang yang simetris, tetapi memilih cara melemahkan lawan secara bertahap, memperpanjang durasi konflik, serta memaksa musuh menanggung biaya perang yang semakin besar.

Apa itu Mosaic Defense punya Iran? Mosaic Defense merupakan doktrin strategi militer yang dikembangkan oleh Iran, terutama melalui Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), yang menekankan sistem pertahanan terdesentralisasi. Dalam konsep ini, struktur komando, pasukan, serta sistem persenjataan tidak dipusatkan pada satu titik, melainkan disebar ke berbagai unit dan wilayah yang dapat beroperasi secara semi-independen.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan