Update Perang Amerika Iran: Google, Microsoft, Nvidia Target Serangan Berikutnya

Izzul Millati
16 Maret 2026, 11:32
Perang Amerika Iran, Google Microsoft Nvidia jadi target serangan selanjutnya
reuters
Perang Amerika Iran, Google Microsoft Nvidia jadi target serangan selanjutnya
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Konflik Amerika Iran belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Setelah sebelumnya serangan tertuju pada pangkalan militer, jalur distribusi energi dan fasilitas strategis, kini arah ancaman disebut mulai bergeser ke sektor teknologi dan ekonomi. Dalam perkembangan terbaru, militer Iran secara resmi merilis pernyataan akan menargetkan fasilitas milik perusahaan teknologi Amerika Serikat di Timur Tengah. 

Laporan Al Jazeera menyebut Tasnim News Agency yang terafiliasi dengan Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC, merilis daftar kantor dan infrastruktur yang dioperasikan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat serta memiliki hubungan dengan Israel. Fasilitas milik perusahaan-perusahaan tersebut disebut sebagai target serangan baru Iran karena teknologinya dinilai dipakai untuk tujuan militer. 

Tasnim bahkan menuliskan bahwa seiring meningkatnya ketegangan perang, cakupan target serangan oleh Iran juga ikut meluas. Pernyataan ini memperjelas bahwa konflik Amerika Iran kini mulai bergerak ke serangan target yang lebih luas, yakni pusat data, layanan cloud, dan fasilitas korporasi yang dianggap mendukung kekuatan Amerika-Israel dan sekutunya. 

Iran Perluas Target Serangan Ke Perusahaan Teknologi

Google Drive
Google Drive (Media Indonesia)

 

Jika pada tahap awal perang sasaran lebih banyak diarahkan ke aset pertahanan dan titik-titik militer, kali ini ancaman diarahkan ke perusahaan teknologi besar yang selama ini beroperasi di Israel. Nama-nama yang masuk dalam daftar itu antara lain Google, Microsoft, Palantir, IBM, Nvidia, dan Oracle. 

Tasnim menyebut kantor serta infrastruktur layanan berbasis cloud milik perusahaan-perusahaan tersebut tersebar di sejumlah kota di Israel serta beberapa negara Timur Tengah. Karena itu, konflik Amerika Iran kini tidak hanya menyentuh keamanan regional, tetapi juga ekosistem teknologi yang dipakai untuk kebutuhan bisnis, komputasi, dan analisis data. 

Google dan Microsoft, misalnya, dikenal luas sebagai perusahaan layanan digital, tetapi Iran menilai keduanya memiliki hubungan dengan kebutuhan militer Israel. Demikian juga dengan Nvidia, IBM, Oracle, dan Palantir. 

Kiprah Google dan Nvidia dalam Mendukung Militer Israel 

Peran Google dalam mendukung militer Israel tidak dapat dilepaskan dari kabar dipecatnya 28 Karyawan Google pada 19 April 2024. Mengutip laporan CNN, CNBC, dan Reuters pada Jumat (19/4/2024), sebanyak 28 karyawan Google dipecat setelah terlibat dalam demonstrasi yang menentang kerja sama perusahaan dengan Israel.

Kerja sama yang diprotes tersebut berkaitan dengan Project Nimbus, yaitu kontrak senilai 1,2 miliar dolar AS antara Google dan Amazon untuk menyediakan layanan komputasi awan bagi pemerintah dan militer Israel. Kelompok No Tech For Apartheid mengecam keras pemecatan tersebut dan menilai tindakan Google sebagai bentuk pembungkaman terhadap suara protes karyawan.

Perusahaan teknologi Nvidia juga secara terang-terangan mengakui dukungannya terhadap militer Israel. Perusahaan ini telah mengumumkan rencana pembangunan kampus penelitian dan pengembangan (R&D) baru berskala besar di Kiryat Tiv'on, wilayah Palestina utara yang berada di dekat kota Haifa. Menurut laporan The Times of Israel, Nvidia menyebut proyek ini sebagai langkah strategis untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai “rumah kedua” bagi operasional perusahaan.

Saat ini Nvidia telah memiliki sejumlah pusat penelitian dan pengembangan di berbagai kota, termasuk Tel Aviv, Yokneʽam, Raʽanana, dan Beer al-Sabeʽ, dengan ribuan insinyur yang bekerja di perusahaan tersebut. Hal ini menjadikan Nvidia sebagai salah satu perusahaan teknologi besar yang beroperasi di wilayah tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, Nvidia juga memperluas aktivitasnya di Beer al-Sabeʽ dan lokasi lain, termasuk dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan dan penyediaan perangkat keras komputasi canggih.

Investasi kampus yang akan didirikan Nvidia di wilayah ini memicu perdebatan di berbagai pihak mengenai pengembangan teknologi berbasis militer. Chip AI yang diproduksi Nvidia disebut-sebut berperan besar terhadap perkembangan alat dan strategi militer Israel selama puluhan tahun. 

Bukan Hanya Perusahaan Teknologi, Bank Juga Disebut

Ancaman Iran tidak hanya menarget perusahaan teknologi. Al Jazeera melaporkan bahwa Iran juga kemungkinan menargetkan pusat ekonomi dan bank yang terkait dengan Amerika Serikat dan Israel. 

Seorang juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya mengatakan, tindakan musuh telah memberi Iran alasan untuk menargetkan pusat ekonomi dan bank tersebut. Pihak Iran bahkan memperingatkan masyarakat agar tidak berada dalam radius satu kilometer dari bank.  Ancaman tersebut dirilis Iran sebagai tekanan terhadap ekonomi dan keuangan yang dianggap memperkuat pasokan senjata lawan. 

Beberapa hari sebelumnya, sejumlah fasilitas pusat data Amazon di Uni Emirat Arab terkena serangan drone. Serangan itu disebut menyebabkan kerusakan struktural, gangguan aliran listrik ke pusat data, serta kebakaran yang kemudian memicu kerusakan tambahan saat proses pemadaman.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan