Struktur Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen MDKA: Siapa yang Terbesar?
Struktur kepemilikan saham menjadi salah satu indikator yang harus dipertimbangkan para investor. Informasi ini dapat menunjukkan siapa pemegang saham utama serta seberapa besar pengaruh mereka dalam pengambilan keputusan perusahaan.
Baru-baru ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) merilis data struktur kepemilikan saham di atas 1 persen MDKA dan perusahaan terbuka lainnya. Publikasi struktur kepemilikan saham di atas 1 persen MDKA ini berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner Nomor 1/KDK.04/2026.
Keputusan tersebut menetapkan BEI dan KSEI sebagai penyedia data kepemilikan saham perusahaan terbuka. KSEI akan mulai mempublikasikan informasi kepemilikan saham perusahaan di atas 1 persen setiap bulan.
Nantinya, masyarakat luas dapat mengakses informasi daftar pemilik saham berbagai perusahaan melalui laman resmi BEI, termasuk saham MDKA. Hal ini bagian dari upaya meningkatkan transparansi di pasar modal Indonesia.
Lantas seperti apa struktur kepemilikan saham di atas 1 persen MDKA?
Struktur Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen MDKA
MDKA merupakan kode saham perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk. Perusahaan asal Indonesia ini memproduksi emas, perak, tembaga, dan mineral yang esensial.
Perusahaan ini mengoperasikan Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur, Tambang Tembaga Wetar di Pulau Wetar, Maluku Barat Daya, dan yang baru beroperasi pada 1 Oktober 2025, Tambang Emas Pani di Gorontalo, Sulawesi, yang akan menjadi salah satu tambang emas primer besar di Indonesia.
Melansir laman resmi perusahaan, PT Merdeka Copper Gold Tbk berdiri pada 2012 dan menjadi perusahaan publik pada 2015 dengan kode saham MDKA. Merdeka dimiliki oleh para pemegang saham terkemuka, antara lain PT Saratoga Investama Sedaya Tbk dan PT Provident Capital Indonesia (melalui PT Mitra Daya Mustika dan PT Suwarna Arta Mandiri).
Dalam informasi yang dirilis KSEI, kepemilikan saham MDKA di atas 1 persen di pegang oleh beberapa pihak. Berikut struktur kepemilikan saham di atas 1 persen MDKA:
1. PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG)
PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) menjadi salah satu pemilik saham MDKA di atas 1 persen. Perusahaan asal Indonesia ini didirikan dan dimiliki oleh dua pengusaha Indonesia, Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno pada 1998.
Edwin Soeryadjaya bertindak sebagai pengendali utama (melalui PT Unitras Pertama). Sebagai perusahaan investasi terkemuka, Saratoga memiliki portofolio saham di sektor energi termasuk saham MDKA.
Perusahaan tercatat memiliki 19.37 persen saham MDKA atau senilai 4.739.493.062.
2. PT Mitra Daya Mustika (MDM)
PT Mitra Daya Mustika (MDM) juga masuk dalam struktur kepemilikan saham di atas 1 persen MDKA. Perusahaan investasi asal Indonesia ini dimiliki oleh PT Provident Capital Indonesia (PCI) yang dikendalikan oleh Winato Kartono.
MDM bertindak sebagai pemegang saham utama di PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), bersama dengan Grup Saratoga. Perusahaan ini memiliki 11.88 persen saham MDKA atau sebesar 2.907.302.421.
3. Garibaldi Thohir
Garibaldi Thohir atau yang akrab di sapa Boy Thohir juga masuk dalam struktur kepemilikan saham di atas 1 persen MDKA. Pengusaha dan Investor asal Indonesia ini memiliki 7.46 persen saham MDKA atau sebesar 1.826.062.554.
4. PT Suwarna Arta Mandiri (SAM)
Struktur kepemilikan saham di atas 1 persen MDKA selanjutnya adalah PT Suwarna Arta Mandiri (SAM). Perusahaan investasi asal Indonesia ini merupakan anak usaha PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) yang berfokus pada sektor sumber daya alam, teknologi, dan logistik.
Artinya, PT Suwarna Arta Mandiri dikendalikan oleh Winato Kartono, seorang investor senior yang juga menjabat sebagai Komisaris PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Presiden Komisaris PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA). Perusahaan ini tercatat memiliki 5.46 persen saham MDKA atau sebesar 1.337.254.738.
5. Hongkong Brunp and Catl Co Ltd
Hongkong Brunp and Catl Co Ltd juga resmi menjadi salah satu pemegang saham MDKA di atas satu persen. Perusahaan asal Hong Kong ini bergerak di bidang baterai kendaraan listrik.
Dalam data yang dirilis KSEI, Hongkong Brunp and Catl Co Ltd memegang 4.93 persen saham MDKA atau sebesar 1.205.542.539.
6. Pemkab Banyuwangi
Pemkab Banyuwangi juga masuk dalam struktur kepemilikan saham di atas 1 persen MDKA selanjutnya. Pemkab Banyuwangi menjadi satu-satunya Kabupaten yang memiliki saham dari perusahaan induk pertambangan.
Sebab aturan saat ini, untuk kebijakan pertambangan sudah diambilalih oleh pemerintah propinsi. Pemkab Banyuwangi memiliki 3.98 persen saham MDKA atau 973.250.000.
7. PT Srivijaya Kapital
Struktur kepemilikan saham di atas 1 persen MDKA selanjutnya adalah PT Srivijaya Kapital. Perusahaan investasi atau private equity ini didirikan dan dikendalikan oleh pengusaha Indonesia, Arsjad Rasjid.
Melansir data yang dirilis BEI, PT Srivijaya Kapital tercatat sebagai salah satu pemegang saham dalam sejarah aksi korporasi MDKA, khususnya dalam kegiatan rights issue yang dilakukan perusahaan pada tahun 2018. Perusahaan ini memiliki 2.36 persen daham MDKA atau sebesar 578,401,434.
8. DJS Ketenagakerjaan Program Jaminan Hari Tua (JHT)
Dana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Program Jaminan Hari Tua (JHT) tercatat sebagai investor IS (insurance) saham MDKA. Perusahaan ini masuk dalam struktur kepemilikan saham BBNI sebanyak 2.15 persen atau sebesar 527.100.827.
9. PT Trinugraha Thohir (TNT)
Selain Boy Thohir, PT Trinugraha Thohir (TNT) adalah perusahaan investasi milik keluarga Boy Thohir yang berfokus pada pertambangan, energi, dan sektor strategis lainnya. Perusahaan ini tercatat memiliki 484,105,113 lembar saham MDAK atau sebesar 1.98 persen.
10. DJS Ketenagakerjaan Program Jaminan Pensiun
Tidak hanya DJS Ketenagakerjaan Program JHT, DJS Ketenagakerjaan Program pensiun juga tercatat sebagai pemilik saham MDKA di atas satu persen. Perusahaan ini tercatat sebagai investor IS (insurance) dan memiliki 1.41 persen saham MDKA atau sebesar 345.931.724
11. Santoso Kartono
Santoso Kartono Presiden Komisaris PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) juga masuk dalam struktur kepemilikan saham di atas 1 persen MDKA selanjutnya. Ia dikenal sebagai profesional berpengalaman di bidang manajemen strategis dan kepemimpinan korporasi Indonesia.
Santoso Kartono memiliki 1.24 persen saham MDKA atau sebesar 303.829.906.
Itulah 11 struktur kepemilikan saham di atas 1 persen MDKA yang baru dirilis KSEI.

