Apa Itu Siklon Tropis Narelle? Ini Dampaknya untuk Indonesia

Izzul Millati
30 Maret 2026, 16:47
Siklon Tropis Narelle
Phys.org
Siklon Tropis Narelle
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan Siklon Tropis Narelle di wilayah perairan selatan Indonesia. Sistem badai ini semakin membesar, bermula dari bibit siklon tropis dan menunjukkan peningkatan intensitas yang signifikan dalam waktu relatif singkat.

Siklon Tropis Narelle merupakan salah satu fenomena tropical cyclone yang terbentuk di atas perairan hangat dan memiliki potensi memicu gangguan cuaca secara luas. Meski pusat badai tidak melintasi wilayah daratan Indonesia, dampaknya tetap dirasakan dalam bentuk hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi di sejumlah wilayah.

Pengertian dan Proses Terbentuknya Siklon Tropis

Siklon Tropis Narelle
Siklon Tropis Narelle (Katadata)

 

Siklon tropis adalah sistem badai yang terbentuk akibat adanya perbedaan tekanan udara yang signifikan di wilayah laut hangat. Sistem ini ditandai dengan pusat tekanan rendah, angin berputar, serta pembentukan awan hujan yang intens.

Proses terbentuknya dimulai dari gangguan atmosfer berupa bibit siklon. Siklon Tropis Narelle sendiri berasal dari Bibit Siklon Tropis 96P yang terdeteksi aktif pada pertengahan Maret 2026. Seiring waktu, sistem tersebut mengalami penguatan akibat dukungan suhu permukaan laut yang hangat dan kondisi atmosfer yang mendukung.

Pergerakan angin yang berputar dipengaruhi oleh efek rotasi bumi atau Coriolis effect, yang kemudian memperkuat sistem hingga mencapai kategori siklon tropis.

Karakteristik dan Intensitas Siklon Tropis Narelle

Setiap siklon tropis memiliki karakteristik yang berbeda tergantung kondisi lingkungan sekitarnya. Berdasarkan pantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, sistem ini mencapai fase siklon tropis penuh pada 17 Maret 2026. Pada puncaknya, badai ini masuk kategori 4, yang merupakan salah satu tingkat tertinggi dalam klasifikasi siklon tropis.

Kecepatan angin maksimum mencapai sekitar 95 knot atau setara 175 kilometer per jam, dengan tekanan udara di pusat badai mencapai sekitar 946 hPa. Intensitas ini menunjukkan bahwa Siklon Tropis Narelle termasuk dalam kategori badai yang sangat kuat dan berpotensi destruktif.

Jalur Pergerakan dan Posisi Siklon

Untuk memahami dampaknya terhadap Indonesia, penting mengetahui posisi dan arah pergerakan badai. Siklon Tropis Narelle terpantau berada di Samudra Hindia, tepatnya di selatan wilayah Nusa Tenggara Barat dan Bali.

Jarak pusat badai diperkirakan berada sekitar 1.290 hingga 1.910 kilometer dari Kota Denpasar. Sistem ini bergerak ke arah selatan hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 10 hingga 11 knot atau sekitar 19–21 kilometer per jam.

Seiring pergerakannya yang menjauhi wilayah Indonesia dan keluar dari area pemantauan TCWC Jakarta, intensitasnya diperkirakan akan menurun menjadi kategori 3 dengan kecepatan angin sekitar 70 knot.

Menariknya, sebelum melemah, badai ini juga memberikan dampak signifikan di wilayah Australia, seperti hujan lebat dan banjir di Queensland, Northern Territory, hingga Australia Barat.

Dampak Siklon Tropis Narelle terhadap Cuaca Indonesia

Meskipun pusat badai tidak melintasi daratan Indonesia, dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Narelle tetap bisa dirasakan. Hal ini disebabkan oleh tarikan massa udara yang mempengaruhi sistem cuaca regional.

Dampak utama yang dirasakan berupa peningkatan curah hujan di berbagai wilayah. Selain itu, angin kencang juga dapat terjadi, terutama di wilayah pesisir dan laut terbuka. Kondisi ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Selain itu, aktivitas masyarakat di sektor transportasi dan perikanan juga berpotensi terganggu akibat kondisi cuaca yang tidak stabil.

Berdasarkan prediksi BMKG, wilayah yang terdampak hujan intensitas sedang hingga lebat meliputi Banten, Daerah Khusus Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Jawa Timur. Turunnya hujan lebat ini akibat tarikan massa udara dari Siklon Tropis Narelle juga berpotensi memicu pembentukan awan hujan tebal di sepanjang Pulau Jawa.

Selain hujan, peningkatan gelombang laut menjadi dampak yang perlu diwaspadai. Kondisi ini berpotensi membahayakan aktivitas di laut.

Gelombang laut dengan ketinggian sekitar 1,25 hingga 2,5 meter atau kategori moderate sea diprediksi terjadi di sejumlah wilayah. Area terdampak meliputi perairan selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur, Samudera Hindia selatan Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, serta Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, wilayah seperti Laut Sawu dan bagian barat Laut Arafuru juga mengalami peningkatan gelombang. Bahkan, potensi gelombang lebih tinggi dapat terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah.

Upaya Mitigasi dan Antisipasi

Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca dari BMKG secara berkala. Selain itu, aktivitas di laut perlu disesuaikan dengan kondisi gelombang. Nelayan dan operator transportasi laut disarankan untuk menunda aktivitas jika kondisi tidak memungkinkan.

Di wilayah daratan, kewaspadaan terhadap potensi banjir dan longsor perlu ditingkatkan. Persiapan evakuasi serta kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem menjadi langkah penting dalam menghadapi dampak Siklon Tropis Narelle.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan