Siapa Saja Astronot Artemis II? Ini Profil Lengkapnya!

Destiara Anggita Putri
6 April 2026, 13:50
Siapa Saja Astronot Artemis II
Jim WATSON / AFP
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pada Rabu (1/4/2026), empat astronot berhasil diluncurkan dari Florida dalam misi Artemis II milik NASA yang merupakan misi berawak pertama sejak lebih dari 50 tahun setelah misi Apollo.

Mereka akan menjalani ekspedisi hampir 10 hari mengelilingi Bulan dan kembali ke Bumi, sekaligus menjadi manusia yang menempuh jarak terjauh dalam sejarah penerbangan luar angkasa.

Keempat astronot tersebut akan terbang lebih jauh dari Bumi daripada yang pernah dicapai manusia sebelumnya, melampaui rekor 400.171 kilometer yang dicetak oleh Apollo 13 pada tahun 1970.

Adapun peluncuran dilakukan menggunakan roket Space Launch System (SLS) milik NASA yang membawa kapsul awak Orion. Roket tersebut lepas landas tepat sebelum Matahari terbenam pada pukul 22.35 GMT (Kamis 2 April pukul 05.35 WIB) dari Kennedy Space Center. Peluncuran berlangsung dramatis, dengan suara gemuruh yang kuat serta semburan asap putih tebal yang membumbung tinggi.

Meskipun para astronot tidak akan mendarat di permukaan satelit alami Bumi itu, penerbangan ini bertujuan untuk memulai era baru eksplorasi dan membuka jalan bagi pendaratan di Nulan dalam beberapa tahun mendatang.

Lalu, siapa saja astronot Artemis II? Berikut di bawah ini profil lengkapnya.

Profil 4 Astronot Artemis II

Berikut adalah profil dari empat awak astronot yang tergabung dalam misi Artemis II, dilansir dari situs resmi NASA:

Siapa Saja Astronot Artemis II
Siapa Saja Astronot Artemis II (Dok. AP/John Raoux)

1. Reid Wiseman - Komandan Misi Artemis II

Reid Wiseman adalah seorang veteran Angkatan Laut selama 27 tahun, seorang pilot, seorang ayah, seorang insinyur, dan penduduk Baltimore, Maryland, AS. Ia terpilih sebagai astronot oleh NASA pada 2009 dan bertugas sebagai Insinyur Penerbangan di Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk Ekspedisi 41 dari Mei hingga November 2014.

Selama misi 165 hari tersebut, Reid dan rekan-rekannya menyelesaikan lebih dari 300 eksperimen ilmiah di berbagai bidang seperti fisiologi manusia, kedokteran, ilmu fisika, ilmu bumi, dan astrofisika. Ini adalah penerbangan luar angkasa pertama Reid, yang juga mencakup hampir 13 jam sebagai pemimpin perjalanan luar angkasa selama dua kali perjalanan di luar kompleks orbit.

Reid juga mengembangkan kehadiran media sosial yang kuat sepanjang misinya dengan berbagi emosi selama penerbangan luar angkasa seperti yang dilihat melalui mata seorang penerbang pemula. Ia memperoleh gelar Sarjana Sains dari Rensselaer Polytechnic Institute di Troy, New York, dan gelar Magister Sains dalam bidang Teknik Sistem dari Universitas Johns Hopkins di Baltimore.

Wiseman ditugaskan sebagai Komandan misi Artemis II NASA. Roket SLS (Space Launch System) Artemis II lepas landas dari Landasan Peluncuran 39B di Pusat Luar Angkasa Kennedy NASA di Florida, pada pukul 18.35 EDT hari Rabu (1/4/2026).

2. Victor Glover - Pilot

Victor J. Glover, Jr. terpilih sebagai astronot pada 2013 saat menjabat sebagai Anggota Legislatif di Senat Amerika Serikat. Terakhir, ia bertugas sebagai pilot pesawat ruang angkasa Dragon Crew-1, bernama Resilience, yang terbang ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, dimana ia juga bertugas sebagai Insinyur Penerbangan untuk Ekspedisi 64/65.

Pria kelahiran California ini meraih gelar sarjana teknik sambil menjadi atlet dua cabang olahraga, dan juga mengabdi kepada komunitasnya.

Glover adalah seorang Penerbang Angkatan Laut dan pernah menjadi pilot uji coba di pesawat F/A‐18 Hornet, Super Hornet, dan EA‐18G Growler. Dia dan keluarganya telah ditempatkan di banyak lokasi di Amerika Serikat dan Jepang, dan dia telah dikerahkan dalam pertempuran dan masa damai.

3. Christina Koch - Spesialis Misi

Christina Koch adalah seorang penjelajah dan insinyur yang menjadi astronot pada 2013. Ia ditugaskan sebagai spesialis misi untuk misi Artemis II NASA. Pengalaman sebelumnya dalam penerbangan luar angkasa adalah tinggal dan bekerja di Stasiun Luar Angkasa Internasional hampir sepanjang tahun 2019 dalam Ekspedisi 59, 60, dan 61.

Untuk misi ini, ia terbang dengan roket Soyuz Rusia dan menjalani pelatihan ekstensif di Rusia. Christina menghabiskan total 328 hari berturut-turut di luar angkasa dan berpartisipasi dalam perjalanan luar angkasa pertama yang seluruhnya dilakukan oleh perempuan.

Setelah penerbangan luar angkasa ini dan sebelum ditugaskan ke Artemis II, ia menjabat sebagai Kepala Cabang Awak yang Ditugaskan di Kantor Astronot dan melakukan rotasi sebagai Asisten Integrasi Teknis untuk Direktur Pusat di Pusat Antariksa Johnson NASA. Sebelum menjadi astronot, pengalaman Christina mencakup pengembangan instrumen misi sains luar angkasa dan teknik lapangan ilmiah jarak jauh di Antartika dan Arktik.

Hobinya meliputi selancar, panjat tebing dan es, pemrograman, pengabdian masyarakat, triathlon, yoga, mendaki gunung, pertukangan kayu, fotografi, dan perjalanan.

4. Jeremy Hansen - Spesialis Misi

Jeremy Hansen menjadi satu-satunya astronot yang berkebangsaan selain Amerika dalam misi ini. Ia adalah astronot asal Kanada yang lahir pada 27 Januari 1976 di London, Ontario. Ia dibesarkan di sebuah pertanian dekat Ailsa Craig, Ontario, hingga pindah ke Ingersoll untuk sekolah menengahnya.

Pada usia 12 tahun, Jeremy Hansen bergabung dengan Skuadron Kadet Udara Kerajaan Kanada ke-614 di London, Ontario. Perjalanannya ke dunia penerbangan dimulai. Ia lalu mendapatkan lencana pilot pesawat layang Kadet Udara pada usia 16 tahun di Trenton, Ontario.

Tahun 1999, ia lulus dengan gelar sarjana kehormatan di bidang ilmu ruang angkasa dari Royal Military College of Canada di Kingston, Ontario. Pada 2004-2009, Jeremy bertugas sebagai pilot pesawat tempur CF-18 di Skuadron Pesawat Tempur Taktis 441 dan Skuadron Pesawat Tempur Taktis 409 serta Perwira Operasi Tempur di Operasi Sayap 4.

Pada 2017, Jeremy Hansen menjadi warga Kanada pertama yang dipercaya memimpin kelas astronot NASA, yang berarti ia bertanggung jawab atas pelatihan calon astronot dari Amerika Serikat dan Kanada.

Demikian profil lengkap empat astronot di misi Artemis II beserta informasi lainnya yang penting diketahui.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan