8 Game Populer yang Terdampak Rating IGRS, Ada GTA V

Izzul Millati
7 April 2026, 08:33
Game Yang Terdampak Rating IGRS
Situs resmi Xbox
Game Yang Terdampak Rating IGRS
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Perkembangan industri game digital membuat berbagai judul populer dapat diakses secara mudah melalui platform global seperti Steam. Namun, di Indonesia, distribusi game saat ini tidak sepenuhnya bebas karena harus mengikuti sistem klasifikasi resmi yang dikenal sebagai rating IGRS.

Indonesia Game Rating System (IGRS) merupakan sistem klasifikasi yang dibentuk oleh pemerintah untuk mengatur peredaran video game di tanah air. Fungsinya serupa dengan Entertainment Software Rating Board (ESRB) di Amerika Serikat maupun Pan European Game Information (PEGI) di Eropa, yaitu memberikan label usia agar konsumen memahami kelayakan konten berdasarkan kelompok umur.

Seiring dengan pengetatan regulasi konten digital pada 2026, rating IGRS kini menjadi syarat wajib bagi setiap game publisher yang ingin mendistribusikan game secara legal di Indonesia. Ketentuan ini diperkuat melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 2 Tahun 2024 yang mewajibkan klasifikasi sebelum distribusi.

Nantinya, Game yang belum memenuhi ketentuan dapat berstatus Not fit for distribution. Status ini dapat muncul karena konten yang melanggar aturan atau karena belum memenuhi kewajiban administratif.

Kriteria Game Tidak Lolos Klasifikasi

IGRS
IGRS (DINAS KOMINFO KAB. KUBU RAYA)

 

Berdasarkan standar verifikasi Kominfo, game dapat dinyatakan tidak lolos apabila mengandung:

  • Pornografi atau tampilan seksual eksplisit
  • Unsur perjudian, termasuk sistem yang dapat dikonversi menjadi nilai ekonomi
  • Penyimpangan perilaku, termasuk kekerasan seksual
  • Penistaan agama
  • Promosi atau penggunaan narkotika

Selain itu, game yang belum didaftarkan oleh publisher juga dianggap belum memenuhi syarat distribusi.

Daftar Game Populer yang Terdampak Rating IGRS

Berikut ini sejumlah game populer yang masih berstatus Not fit for distribution per 6 April 2026. Status ini bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai proses evaluasi rating IGRS.

1. Grand Theft Auto V (GTA V)

Grand Theft Auto V merupakan game action-adventure berbasis open-world yang dikembangkan oleh Rockstar Games. Game ini menghadirkan tiga karakter utama dengan latar kehidupan kriminal di kota fiktif Los Santos.

Pemain dapat menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari perampokan, kejar-kejaran dengan aparat, hingga berbagai interaksi bebas dalam dunia permainan yang sangat luas. 

Status Not Fit pada gim ini diduga berasal dari kombinasi konten kekerasan intens, penggunaan zat terlarang secara visual, serta adegan dewasa. Fitur kasino yang ada pada game ini juga menjadi perhatian karena berkaitan dengan regulasi perjudian di Indonesia.

2. Cyberpunk 2077

Cyberpunk 2077
Cyberpunk 2077 (twitter/cyberpunk2077)

 

Cyberpunk 2077 adalah game action RPG yang berlatarkan di Night City, sebuah kota futuristik dengan teknologi berkelas dan ketimpangan sosial yang sangat ekstrem. Pemain berperan sebagai karakter bernama V, seorang tentara bayaran yang dapat dikustomisasi tampilannya.

Game ini banyak diminati karena kebebasan custom karakter, map yang sangat luas, serta pilihan naratif yang mempengaruhi jalannya cerita. Selain itu, sistem modifikasi tubuh (cybernetic enhancement) membuat game ini diminati banyak kalangan, terutama remaja dan dewasa. 

Status Not Fit diduga dipicu oleh fitur kustomisasi tubuh yang sangat detail, termasuk aspek anatomis, serta keberadaan adegan dewasa dan kekerasan grafis yang kerap muncul di dalam game. 

3. Metaphor: ReFantazio

Metaphor: ReFantazio merupakan game role-playing game (RPG) terbaru dari Atlus yang menghadirkan dunia fantasi dengan latar krisis politik. Ceritanya mengisahkan pemilihan pemimpin baru melalui dukungan rakyat dengan sistem yang menyerupai pemilihan umum.

Status klasifikasinya diduga belum lolos karena masih dalam tahap evaluasi, terutama terkait tema cerita yang menyentuh isu sensitif dan membutuhkan peninjauan lebih mendalam oleh sistem rating IGRS.

4. Persona 5 Royal

Persona 5 Royal
Persona 5 Royal (Katadata)

 

Persona 5 Royal adalah game Japanese role-playing game (JRPG) yang mengisahkan sekelompok pelajar yang memiliki kemampuan memasuki alam bawah sadar individu. Mereka berusaha mengubah perilaku tokoh yang dianggap menyimpang melalui berbagai langkah.

Pengangkatan isu sosial seperti pelecehan, tekanan psikologis, hingga konflik dengan pihak berwajib dalam game ini membuat Persona 5 Royal perlu ditinjau ulang sebelum dirilis. Tema-tema tersebut memerlukan evaluasi lebih lanjut sebelum bisa didistribusikan. 

5. Clair Obscur: Expedition 33

Clair Obscur: Expedition 33 merupakan game RPG berbasis giliran (turn-based) yang menonjolkan visual artistik menyerupai lukisan klasik bergaya Eropa. Cerita game ini mengisahkan sebuah ekspedisi untuk menghentikan fenomena misterius yang menghapus usia manusia secara berkala.

Status Not Fit kemungkinan berkaitan dengan konten dalam game ini yang ditujukan untuk pemain dewasa. Terdapat juga beberapa adegan kekerasan dan penggunaan bahasa tertentu yang kurang pantas dalam game ini.

6. Rust

Rust adalah game survival multiplayer yang menempatkan pemain dalam area terbuka dengan tujuan bertahan hidup. Pemain harus mengumpulkan sumber daya, membangun tempat perlindungan, dan berinteraksi dengan pemain lain yang dapat berpotensi menjadi sekutu maupun ancaman.

Salah satu faktor yang membuat game ini perlu ditinjau ulang adalah kemunculan karakter tanpa pakaian saat awal permainan, serta elemen kekerasan yang muncul selama interaksi antar pemain.

7. The Witcher 3: Wild Hunt

The Witcher 3 merupakan game RPG fantasi yang mengisahkan perjalanan Geralt of Rivia dalam mencari anak angkatnya di dunia yang penuh konflik dan makhluk mitologi.

Game ini menawarkan tampilan open world dengan sistem pilihan yang mempengaruhi alur cerita. Interaksi dengan karakter, eksplorasi, dan adegan pertarungan membuat gameplay The Witcher 3 disukai banyak kalangan. 

Konten dewasa, termasuk adegan tertentu yang ditampilkan secara eksplisit, menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi status klasifikasi dalam sistem rating IGRS.

8. Ready or Not

Ready or Not adalah game simulasi soal operasi kepolisian saat menjalankan tugas, seperti penyanderaan dan penggerebekan. Game ini membuat player seakan menjadi polisi sungguhan, dengan prosedur dan pengambilan keputusan yang bisa dipilih dan nantinya mempengaruhi keberhasilan misi. 

Beberapa adegan dalam game melibatkan situasi sensitif yang berkaitan dengan warga sipil. Adegan tersebut dianggap perlu ditinjau ulang berdasarkan aturan IGRS.

Apakah Status Not Fit For Distribution IGRS Permanen?

Komdigi meluncurkan IGRS
Komdigi meluncurkan IGRS (Komdigi)

 

Perlu dipahami bahwa status Not fit for distribution tidak bersifat permanen. Game dapat tetap dimainkan, dengan klasifikasi khusus seperti 18+ jika publisher melakukan penyesuaian isi konten atau menyelesaikan proses administratif yang belum tuntas. 

Jika sebuah game tidak lolos atau tidak terdaftar, pemerintah memiliki kewenangan untuk memberikan peringatan, membatasi akses, hingga melakukan pemblokiran melalui platform distribusi digital.

Masyarakat dapat memeriksa status klasifikasi melalui situs resmi igrs.id untuk memastikan keamanan konten yang dikonsumsi.

Penerapan rating IGRS menjadi langkah penting dalam mengatur distribusi game di Indonesia. Sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai panduan usia, tetapi juga sebagai mekanisme pengawasan terhadap konten digital.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan