Apa Itu Ghost Murmur? Teknologi Baru CIA untuk Temukan Pilot AS di Iran
Badan Intelijen Amerika Serikat, CIA dilaporkan menggunakan teknologi rahasia terbaru bernama Ghost Murmur untuk menemukan dan menyelamatkan seorang pilot yang jatuh di wilayah selatan Iran.
Pilot yang diselamatkan, yang dikenal dengan kode Dude 44 Bravo, dilaporkan bertahan selama dua hari di celah pegunungan selatan Iran setelah pesawat F-15 miliknya ditembak jatuh.
Direktur CIA John Ratcliffe mengungkapkan bahwa sistem Ghost Murmur menggunakan sensor quantum magnetometry berbasis cacat mikroskopis pada berlian sintetis.
Teknologi ini mampu mendeteksi sidik jari elektromagnetik detak jantung manusia dari jarak hingga 40 mil (sekitar 64 km), bahkan di tengah medan sulit dan tanpa sinyal konvensional. Berkat deteksi akurat dari Ghost Murmur, SEAL Team 6 melancarkan operasi ekstraksi berani.
Meski mengalami kendala medan yang menyebabkan dua pesawat penyelamat terjebak, operasi berhasil tanpa korban jiwa di pihak AS. Perwira tersebut kini sedang menjalani pemulihan di Amerika Serikat dan disebut sebagai “keajaiban medis”.
Presiden AS Donald Trump memuji operasi tersebut sebagai salah satu penyelamatan terhebat dalam sejarah militer AS.
“Ini seperti menemukan jarum di tumpukan jerami. CIA luar biasa dalam menemukan titik kecil itu,” ujarnya dilansir dari NY Post.
Operasi ini sendiri menjadi sorotan dunia karena menunjukkan betapa canggihnya kemampuan intelijen dan pasukan khusus AS di tengah ketegangan tinggi dengan Iran. Meskipun demikian, insiden penembakan jatuhnya F-15E diakui sebagai pukulan signifikan bagi citra supremasi udara AS di wilayah tersebut.
Lantas, apa itu Ghost Murmur? Berikut di bawah ini penjelasannya.
Apa Itu Ghost Murmur?
Ghost Murmur merupakan teknologi rahasia atau alat canggih yang dikembangkan oleh CIA (Central Intelligence Agency) Amerika Serikat.
Teknologi ini dirancang untuk mendeteksi sinyal elektromagnetik lemah yang dihasilkan oleh detak jantung manusia. Alat futuristik ini disebut mampu mendeteksi detak jantung manusia dari jarak jauh.
Teknologi tersebut memanfaatkan quantum magnetometry untuk menangkap sidik elektromagnetik dari detak jantung, lalu diproses dengan kecerdasan buatan guna memisahkan sinyal dari gangguan sekitar.
Ini menjadi pertama kalinya alat tersebut digunakan dalam operasi militer.
“Dalam kondisi yang tepat, jika jantung Anda berdetak, kami akan menemukan Anda,” ungkap salah satu sumber yang mengetahui program tersebut kepada NY Post.
Sumber tersebut menambahkan prosesnya seperti mendengar suara di stadion raksasa dengan area ribuan kilometer.
Perangkat ini dikembangkan oleh divisi rahasia Skunk Works milik Lockheed Martin. Teknologi tersebut sebelumnya diuji pada helikopter Black Hawk dan dipersiapkan untuk digunakan pada jet tempur F-35.
Demikian informasi tentang Ghost Murmur, teknologi baru CIA untuk temukan pilot AS di Iran, beserta informasi lainnya yang penting diketahui.

