Penyebab Rupiah Indonesia Melemah: Ini Faktor Eksternal dan Internal

Anggi Mardiana
15 April 2026, 10:08
Rupiah Indonesia Melemah
ANTARA
Rupiah Indonesia Melemah
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Rupiah Indonesia melemah, kekhawatiran semakin melebarnya defisit APBN 2026 di tengah berlanjutnya konflik antara Amerika Serikat bersama Israel dan Iran menjadi salah satu sentimen negative. Kondisi ini menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini.

Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa (14/4) pukul 09.05 WIB, rupiah melemah di level Rp17.130 per dolar AS. Melemah 25 poin atau 0,15 persen dibandingkan penutupan perdagangan Senin sore (13/4) yang berada di posisi Rp17.105 per dolar AS.

Rupiah Indonesia Melemah

Rupiah Melemah
Rupiah Melemah (ANTARA)

Rupiah Indonesia melemah pada perdagangan Selasa pagi, tercatat melemah 25 poin atau sekitar 0,15 persen ke level Rp17.130 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yaitu Rp17.105 per dolar AS. Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa melemahnya rupiah dipengaruhi oleh sentimen domestik yang masih lemah.

“Pelemahan ini menggarisbawahi sentimen domestik yang masih sangat lemah, di antaranya kekhawatiran akan defisit anggaran, downgrade outlook pertumbuhan ekonomi, cadev (cadangan devisa) yang terus menurun, dan surplus perdagangan yang semakin kecil,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa

Per Maret 2026, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat meningkat tajam hingga sekitar Rp240,1 triliun atau naik 140 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2026 sebesar 148,2 miliar dolar AS.

Dari sisi perdagangan, neraca Indonesia pada Februari 2026 masih mencatat surplus sebesar 1,27 miliar dolar AS, dengan ekspor mencapai 22,17 miliar dolar AS dan impor 20,89 miliar dolar AS. Meski demikian, surplus tersebut sedikit meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yaitu sebesar 0,95 miliar dolar AS, didorong oleh penurunan impor migas.

Di sisi lain, proyeksi pertumbuhan ekonomi Bank Dunia juga mengalami revisi turun menjadi 4,7 persen dari sebelumnya 4,8 persen. Meski demikian, rupiah dinilai masih terus menguat seiring membaiknya sentimen global dan turunnya harga minyak di bawah 100 dolar AS per barel, termasuk harapan investor terhadap kelanjutan perundingan damai AS-Iran. Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp17.050 hingga Rp17.150 per dolar AS.

Penyebab Rupiah Indonesia Melemah

Penyebab rupiah Indonesia melemah, faktor eksternal dan internal saling mempengaruhi. Untuk mengurangi dampaknya, diperlukan strategi seperti hedging, diversifikasi aset, serta kebijakan moneter yang responsif. Upaya menjaga stabilitas rupiah juga membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, Berikut penyebab rupiah Indonesia melemah:

Faktor Eksternal

• Kebijakan moneter AS: Kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) cenderung memperkuat dolar AS, yang secara langsung mempengaruhi nilai tukar rupiah.
• Krisis ekonomi global: Ketidakstabilan perekonomian di kawasan seperti Eropa atau perang dagang AS–China dapat mendorong investor beralih ke aset aman seperti dolar AS, yang mencakup mata uang negara berkembang termasuk rupiah.

Faktor Internal

• Inflasi: Tingkat inflasi yang tinggi dapat menurunkan kepercayaan terhadap mata uang domestik.
• Defisit anggaran: Pengeluaran pemerintah yang lebih besar dibandingkan pendapatan dapat meningkatkan tekanan pada rupiah.
• Kebijakan moneter Bank Indonesia: Penyesuaian suku bunga dan intervensi pasar valuta asing berperan dalam menjaga stabilitas nilai tukar.
• Faktor politik: Ketidakpastian politik dapat memicu keluarnya investor asing dan berdampak pada melemahnya rupiah.

Rupiah Indonesia melemah dipengaruhi oleh berbagai sentimen negatif, baik dari dalam negeri maupun global, termasuk kekhawatiran pelebaran defisit APBN, serta ancaman geopolitik yang masih berlangsung. Tekanan tersebut, membuat nilai tukar rupiah bergerak tertekan terhadap dolar AS dalam perdagangan terakhir.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan