Amerika Serikat memiliki sejarah panjang dan menarik di ajang Piala Dunia. Meski belum pernah meraih gelar juara, perjalanan mereka di turnamen ini diwarnai sejumlah momen penting yang layak dikenang.
Prestasi terbaik Amerika Serikat di Piala Dunia terjadi pada edisi perdana, yakni Piala Dunia 1930 yang digelar di Montevideo. Saat itu, Amerika Serikat menjadi salah satu dari 13 negara yang diundang untuk berpartisipasi dalam turnamen bersejarah tersebut.
Amerika Serikat tampil impresif di fase grup dengan mencatat dua kemenangan meyakinkan, masing-masing 3-0 atas Paraguay dan Belgia. Hasil tersebut memastikan mereka melaju ke babak empat besar sebagai pemuncak grup.
Namun, langkah mereka terhenti di semifinal setelah kalah telak 1-6 dari Argentina. Meski gagal melaju ke final, pencapaian ini tetap menjadi yang terbaik dalam sejarah partisipasi Amerika Serikat di Piala Dunia hingga saat ini.
Lompatan waktu membawa Amerika Serikat ke era modern sepak bola, termasuk penampilan mereka di Piala Dunia 2022. Dalam fase grup, mereka tergabung bersama tim-tim kuat seperti Inggris, Iran, dan Wales.
Amerika Serikat menunjukkan konsistensi dengan tidak terkalahkan di fase grup. Mereka bermain imbang melawan Wales dan Inggris, sebelum meraih kemenangan krusial atas Iran. Hasil tersebut mengantarkan mereka lolos ke babak 16 besar sebagai runner-up grup. Di fase gugur, langkah mereka harus terhenti setelah kalah 1-3 dari Belanda.
Pelatih Amerika Serikat: Mauricio Pochettino
Federasi sepak bola Amerika Serikat resmi menunjuk Mauricio Pochettino sebagai pelatih kepala timnas pada September 2024. Penunjukan ini dilakukan setelah berakhirnya masa jabatan kedua Gregg Berhalter bersama skuad The Stars and Stripes.
Pelatih asal Argentina tersebut dikenal sebagai sosok dengan pengalaman luas di kompetisi elite Eropa. Dalam perjalanan kariernya, Pochettino pernah menukangi sejumlah klub top seperti Chelsea, PSG, Tottenham, Southampton, hingga Espanyol.
Nama Pochettino mulai mencuri perhatian saat sukses membangun Tottenham menjadi kekuatan kompetitif di Liga Inggris dan Eropa. Ia bahkan membawa klub asal London tersebut mencapai final Liga Champions 2019, sebuah pencapaian bersejarah dalam perjalanan klub.
Dengan rekam jejak tersebut, federasi sepak bola Amerika Serikat berharap Pochettino mampu meningkatkan daya saing tim nasional, baik dari segi taktik maupun mental bertanding. Pengalamannya dalam mengembangkan pemain muda juga dinilai menjadi nilai tambah, mengingat skuad Amerika Serikat saat ini dihuni banyak talenta potensial.
Bintang Timnas AS: Weston McKennie
Dalam waktu persiapan yang tersisa sekitar sepuluh minggu, datang berita positif dari salah satu bintang utama Amerika Serikat, Weston McKennie. Gelandang berusia 27 tahun ini menunjukkan performa yang mengesankan saat memperkuat Juventus dalam kompetisi Serie A, di mana ia berperan penting dalam kemenangan 2-0 melawan Genoa, dan dinyatakan sebagai Man of the Match.
McKennie berhasil mencetak gol kedua dalam pertandingan tersebut melalui skema serangan balik yang cepat. Aksinya dimulai dari inisiatifnya di menit ke-17, di mana ia menyambut umpan silang dengan sepakan first-time yang tidak bisa dihentikan oleh kiper lawan.
Gol ini menjadi yang kelima bagi McKennie di Serie A musim ini, menyamai pencapaian terbaiknya pada musim 2020/2021. Dengan tujuh pertandingan tersisa di liga, kesempatan McKennie untuk memecahkan rekor baru masih terbuka lebar.
Secara keseluruhan, McKennie telah mencetak sembilan gol di semua kompetisi musim ini, termasuk empat gol di Liga Champions. Penampilan agresifnya di lini depan juga terlihat jelas selama pertandingan melawan Genoa, di mana ia beberapa kali mengancam pertahanan lawan dan hampir menambah jumlah golnya, meskipun dua peluang emas yang dimilikinya tidak berhasil menjadi gol tambahan.
Kebangkitan performa McKennie ini hadir pada waktu yang sangat tepat, mengingat timnas Amerika Serikat saat ini membutuhkan dukungan di sektor serangan. Mereka tampil kurang meyakinkan dalam jeda internasional pada bulan Maret lalu, hanya mampu mencetak dua gol dan kebobolan tujuh kali dalam dua laga uji coba melawan tim nasional Belgia dan Portugal. Walaupun McKennie sempat mencetak gol melawan Belgia dengan cara yang mirip, lini serang AS kembali tidak efektif saat kalah 0-2 dari Portugal.
Situasi semakin menantang ketika bintang utama mereka, Christian Pulisic, masih mengalami kesulitan untuk mencetak gol. Di sisi lain, berita buruk juga datang dari striker muda Patrick Agyemang yang harus menepi karena cedera tendon Achilles saat bermain untuk Derby County, sehingga ia dipastikan tidak bisa tampil di Piala Dunia mendatang.
Dengan kondisi yang ada, kontribusi McKennie di lini tengah, terutama dalam membantu serangan, akan sangat penting bagi "The Stars and Stripes". Jika ia mampu mempertahankan performa terbaiknya, McKennie berpotensi menjadi pembeda bagi Amerika Serikat dalam upaya mereka bersaing di turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Profil Timnas Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 (AP Photo/John Raoux)
Daftar Pemain Amerika Serikat
Kiper: Chris Brady (Chicago Fire), Roman Celentano (FC Cincinnati), Matt Freese (New York City FC), Matt Turner (New England Revolution)
Bek: Max Arfsten (Columbus Crew), Alex Freeman (Villarreal), Mark McKenzie (Toulouse), Tim Ream (Charlotte FC), Chris Richards (Crystal Palace), Antonee Robinson (Fulham), Miles Robinson (FC Cincinnati), Joe Scally (Borussia Mönchengladbach), Auston Trusty (Celtic)
Gelandang: Sebastian Berhalter (Vancouver Whitecaps), Johnny Cardoso (Atlético Madrid), Weston McKennie (Juventus), Aidan Morris (Middlesbrough), Gio Reyna (Borussia Mönchengladbach), Cristian Roldan (Seattle Sounders), Tanner Tessmann (Lyon), Malik Tillman (Bayer Leverkusen)
Penyerang: Brenden Aaronson (Leeds United), Patrick Agyemang (Derby County), Folarin Balogun (Monaco), Ricardo Pepi (PSV Eindhoven), Christian Pulisic (Milan), Tim Weah (Marseille).
*Daftar diambil berdasarkan pada data Maret 2026. Amerika Serikat belum mengumumkan skuad akhir untuk Piala Dunia 2026
Jadwal Amerika Serikat di Piala Dunia 2026
Amerika Serikat berada di Grup D pada Piala Dunia 2026. Berikut adalah jadwal lengkap Amerika Serikat di fase grup Piala Dunia 2026:
- 12 Juni: Amerika Serie vs Paraguay - Los Angeles Stadium
- 19 Juni: Amerika Serikat vs Australia - Seattle Stadium
- 25 Juni: Turki vs Amerika Serikat - Los Angeles Stadium
Prediksi Timnas Amerika Serikat di Piala Dunia 2026
Dengan Piala Dunia 2026 yang akan dimulai dalam waktu kurang dari dua bulan, tekanan terhadap timnas Amerika Serikat semakin meningkat.
Ekspektasi masyarakat semakin tinggi seiring dengan kebangkitan performa tim setelah melewati masa-masa sulit di tahun 2024. Awalnya dianggap meragukan, skuad yang dikenal dengan sebutan USMNT ini mulai menunjukkan perkembangan yang positif.
Sejak September tahun lalu, mereka mencatatkan rekor tak terkalahkan dengan menumbangkan Jepang, Australia, Paraguay, serta Uruguay, dan menahan imbang Ekuador. Catatan impresif ini menjadi modal penting, mengingat seluruh lawan tersebut juga merupakan peserta Piala Dunia.
Namun, pada dua laga terakhir melawan tim papan atas Eropa, Amerika Serikat dibuat tak berkutik. McKennie dkk. dipaksa menyerah 2-5 oleh Belgia dan 0-2 oleh Portugal.
Piala Dunia 2026 juga menjadi momen spesial bagi Amerika Serikat. Untuk pertama kalinya sejak edisi 1994, turnamen sepak bola terbesar dunia ini kembali digelar di Negeri Paman Sam. Saat itu, Piala Dunia terbukti menjadi katalis perkembangan sepak bola di AS, mendorong lahirnya liga profesional, peningkatan siaran televisi, serta lonjakan jumlah penggemar.
Meski demikian, popularitas sepak bola di Amerika Serikat masih berada di bawah olahraga lain seperti American football dan basket. Piala Dunia kali ini dipandang sebagai peluang emas untuk mempersempit kesenjangan tersebut dan memperluas basis penggemar.
Secara historis, pencapaian terbaik yang diraih AS di era modern terjadi pada Piala Dunia 2002, ketika mereka berhasil mencapai babak perempat final setelah mengalahkan Portugal dan Meksiko, yang saat itu merupakan tim elit dunia. Mencapai target yang sama dinilai sebagai sasaran yang realistis.
Menyamai pencapaian tersebut dinilai sebagai target realistis. Namun, jika mampu melangkah lebih jauh hingga semifinal, atau bahkan melampauinya, Timnas AS berpotensi menciptakan momen bersejarah yang menginspirasi generasi baru pecinta sepak bola di negaranya.