Mengapa Ikan Sapu-Sapu Dimusnahkan? Ini 4 Faktor Penyebabnya Secara Ilmiah
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai memusnahkan ikan sapu-sapu sejak Jumat (17/4). Sekitar 6,98 ton ikan sapu-sapu ditangkap di berbagai lokasi di Jakarta.
Setelah operasi penangkapan serentak itu, sekitar 68.880 ekor ikan sapu-sapu kemudian dibelah dan dikubur di sejumlah tempat. Penguburan ini salah satunya untuk memastikan agar tidak ada penyelewengan ikan sapu-sapu hasil tangkapan.
Namun mengapa ikan sapu-sapu dimusnahkan? Berikut penjelasannya secara ilmiah.
Mengapa Ikan Sapu-Sapu Dimusnahkan?
Ikan sapu-sapu dikenal luas sebagai 'pembersih' akuarium karena kemampuannya mengonsumsi lumut dan sisa kotoran. Namun, ikan ini justru menjadi ancaman serius jika dilepas ke alam liar seperti sungai dan danau di balik manfaat tersebut.
Menurut laporan Nature World News di berbagai wilayah, termasuk di Texas, Amerika Serikat, ratusan ikan sapu-sapu ditemukan hidup liar dan diduga berasal dari pelepasan oleh pemilik akuarium.
Fenomena serupa juga terjadi di Indonesia, kehadiran ikan ini dikaitkan dengan penurunan drastis keanekaragaman ikan lokal. Lalu, apa yang membuat Ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus merusak ekosistem?
Ada sejumlah faktor yang membuat spesies ini sangat merusak ekosistem. Karakteristis ikan sapu-sapu yang dapat hidup di berbagai lingkungan dan perilaku membuat ikan ini menjadi ancaman bagi ekosistem perairan air tawar.
Berikut adalah faktor yang membuat ikan sapu-sapu dimusnahkan?
1. Ikan Sapu-Sapu Spesies Invasif
Ikan sapu-sapu merupakan spesies invasif. Ikan ini mampu berkembang biak dengan cepat, beradaptasi di berbagai kondisi lingkungan, dan tidak memiliki predator alami di banyak perairan.
Kondisi ini membuat populasinya mudah meledak dan mendominasi habitat, sehingga menyingkirkan spesies lokal. Melansir dari laman IPB University, ikan sapu-sau mampu bereproduksi pada ukuran yang masih kecil (23,9-28,99 cm untuk jantan dan 13,0-25,98 cm untuk betina), sehingga mempercepat siklus invasi.
2. Ikan Sapu-Sapu Mengganggu Keseimbangan Ekosistem
Faktor yang membuat ikan sapu-sapu dimusnahkan selanjutnya adalah mengganggu ekosistem. Selain memakan alga, ikan ini juga mengonsumsi detritus hingga telur ikan lain.
Bahkan, aktivitas ikan dapat mengikis permukaan dasar sungai dan merusak struktur habitat. Ikan sapu-sapu memiliki kebiasaan membangun saran di tebing dan dasar sungai, sehingga mempercepat erosi.
Kebiasaan ikan sapu-sapu ini berdampak pada organisme lain yang bergantung pada lingkungan tersebut.
3. Ikan Sapu-Sapu Memicu Ekosistem Tidak Seimbang
Ikan sapu-sapu menciptakan persaingan makanan yang tidak seimbang. Spesies lokal yang sebelumnya bergantung pada sumber makanan tertentu harus berebut dengan ikan ini.
Ikan sapu-sapu dikenal sebagai omnivora oportunistik yakni pemakan segala dan sangat agresif dalam mencari makan.
4. Ikan Sapu-Sapu Berpotensi Membawa Penyakit
Sebagai spesies pendatang, ikan sapu-sapu dapat membawa patogen baru yang bisa menginfeksi ikan lokal dan memperparah penurunan populasi. Tak hanya itu, ikan sapu-sapu juga dikenal mampu bertahan di perairan yang tercemar sekalipun, membuatnya semakin sulit dikendalikan.
Kemampuannya menggali lubang untuk berkembang biak juga dapat memicu erosi di bantaran sungai.
Bahaya Ikan Sapu-Sapu Secara Global
Kendala pengendalian populasi ikan sapu-sapu membuat ikan ini masuk kategori invasif secara global. Di Iran, ikan sapu-sapu yang cepat berkembang biak dan tumbuh besar serta berumur panjang justru memonopoli sumber makanan.
Secara fisik, ikan ini juga menghambat organisme di perairannya. Alhasil, ikan asli setempat kesulitan mempertahankan habitat, sehingga populasinya rentan hilang, seperti dilaporkan peneliti Alireza Radkhah dan Soheil Eagderi dalam Journal of Ornamental Aquatics (2020), diakses dari laman Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO).
Kasus serupa juga ditemukan di Bangladesh, salah satunya lantaran pemilik ikan-sapu-sapu yang dilepasliarkan dari akuarium tanpa tahu akibatnya. Kemampuan ikan sapu-sapu bertahan hidup di perairan minim oksigen, serta bisa makan tumbuhan air, telur dan ikan kecil lain, membuat kualitas air menurun dan populasi ikan lain terancam.
Di habitat aslinya, populasi ikan ini masih terkendali karena adanya predator alami seperti Peacock Bass dan Arapaima. Kondisi ini terjadi karena tidak adanya predator alami serta kemampuan adaptasi yang sangat tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan.
Itulah empat alasan mengapa ikan sapu-sapu dimusnahkan secara ilmiah. Dengan daya tahan tinggi, minim predator, serta kemampuan reproduksi yang cepat, ikan sapu-sapu menjadi salah satu spesies invasif yang sulit dikendalikan di Indonesia.

