6 Cara Memilih Daycare yang Aman untuk Anak, Orang Tua Wajib Tau
Kasus dugaan kekerasan pada anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta tengah menjadi sorotan. Kejadian ini turut memicu kekhawatiran orang tua terhadap keamanan dan kualitas layanan daycare.
Pasalnya, daycare menjadi salah satu solusi bagi orang tua pekerja yang tidak dapat mendampingi anak sepanjang hari. Keberadaan tempat penitipan anak dinilai membantu memastikan kebutuhan dasar anak tetap terpenuhi, mulai dari pengawasan, asupan makan, hingga aktivitas bermain dan belajar.
Lantas, bagaimana cara memilih daycare yang aman untuk anak? Berikut tips memilih tempat penitipan anak yang aman menurut regulasi pemerintah.
Cara Memilih Daycare yang Aman
Mengutip laman resmi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), kualitas layanan daycare telah diatur melalui Peraturan MenPPPA Nomor 4 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Layanan Pemenuhan Hak Anak. Menurut peraturan tersebut, daycare diartikan sebagai fasilitas kesejahteraan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengasuhan, pembinaan, dan bimbingan sosial anak saat tidak bersama orang tua.
Tempat ini menjadi sarana pengasuhan alternatif sementara yang menjalankan fungsi pengasuhan bagi anak sebagai pengganti peran orang tua dan keluarga. Daycare juga berperan sebagai jembatan informasi dalam menjaga kualitas pengasuhan anak selama di daycare dan di rumah.
Sebagai layanan anak, khususnya balita, daycare wajib menerapkan beberapa prinsip-prinsip penyelenggaraan sarana prasarana, layanan, maupun pengelolaan sumber daya manusia. Dalam pelaksanaannya, daycare akan dipantau dan diawasi oleh Dinas Provinsi dan Kota/Kabupaten setempat secara berkala minimal 2 bulan sekali.
Penyelenggaraannya juga harus bekerja sama dengan lembaga atau instansi yang memiliki kewenangan dalam hal Kesehatan serta perlindungan tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun psikologis.
Untuk orang tua, bagaimana tips memilih daycare yang aman untuk anak? Pengelolaan daycare harus merujuk pada standar Taman Asuh Ceria (TARA) dari Kementerian PPPA untuk pengasuhan berbasis hak anak.
Berikut beberapa tanda daycare sesuai peraturan sehingga lebih aman untuk anak:
1. Pastikan Izin Operasional
Daycare yang aman untuk anak harus memiliki izin resmi dan memenuhi standar yang ditetapkan oleh pemerintah. Legalitas ini menunjukkan bahwa tempat tersebut telah memenuhi syarat dasar terkait kesehatan dan keselamatan anak.
Orang tua juga harus memastikan tidak ada pelanggaran atau pengaduan yang belum terselesaikan. Selain itu, pastikan tempat penitipan memenuhi standar minimum keselamatan, staf, dan persyaratan fasilitas.
2. Kunjungi Fasilitas Secara Langsung
Cara memilih daycare yang aman untuk anak selanjutnya adalah dengan mengunjungi fasilitas penitipan anak secara langsung. Kunjungan langsung sangat penting untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi daycare.
Orang tua bisa melihat sendiri kebersihan, keamanan, serta suasana lingkungan. Pengamatan langsung seringkali memberikan kesan yang tidak bisa didapat dari brosur atau media sosial, termasuk bagaimana anak-anak beraktivitas di dalamnya.
Menurut regulasi KemenPPPA, daycare yang aman memenuhi fasilitas seperti bangunan permanen, terbuat dari bahan batu bata dan semen atau menggunakan kayu, serta tidak berbahaya bagi anak, ruangan memiliki ventilasi dan luas, setiap anak membutuhkan luas ruangan 3 meter persegi.
Idealnya memiliki beberapa ruangan, seperti ruang luar untuk aktivitas, ruang serbaguna, kamar mandi/WC Anak, kamar mandi/WC orang dewasa, sebelum anak memasuki ruangan utama, dapur, tempat cuci tangan (wastafel) Anak di dalam ruangan, hingga ruang UKS.
3. Jumlah Pengasuh dan Anak Harus Seimbang
Tanda daycare yang aman untuk anak selanjutnya adalah jumlah pengasuh dan anak berimbang. Jumlah pengasuh yang tidak sebanding dengan jumlah anak meningkatkan risiko kelalaian.
Idealnya, daycare memiliki rasio pengasuh dan anak yang proporsional agar setiap anak mendapatkan perhatian yang cukup. Semakin kecil rasionya, semakin besar kemungkinan anak mendapatkan perhatian yang optimal.
4. Amati Interaksi Pengasuh dan Anak
Orang tua juga perlu mengamati bagaimana pengasuh berinteraksi dengan anak. Daycare yang aman untuk anak harus memiliki pengasuh yang baik, hangat, responsif, dan benar-benar memperhatikan kebutuhan anak.
Anak-anak yang merasa nyaman biasanya juga terlihat lebih tenang dan aktif. Hal ini bisa menjadi tanda bahwa lingkungan tersebut aman secara emosional.
5. Cek Kurikulum dan Aktivitas Harian
Daycare yang baik tidak hanya menjaga anak, tetapi juga mendukung perkembangan mereka. Kurikulum yang seimbang antara bermain, belajar, dan istirahat sangat penting.
Aktivitas yang terstruktur dapat membantu anak mengembangkan keterampilan sosial, motorik, dan kognitif sejak dini.
6. Minta Rekomendasi dari Orang Sekitar
Rekomendasi dari orang terdekat seperti keluarga atau teman bisa menjadi sumber informasi yang sangat berharga. Mereka biasanya memberikan gambaran yang lebih jujur berdasarkan pengalaman langsung.
Selain itu, komunitas parenting atau ulasan daring juga bisa menjadi referensi tambahan. Namun, tetap penting untuk melakukan verifikasi langsung agar tidak hanya bergantung pada opini orang lain.
Itulah enam tips dan cara memilih daycare yang aman untuk anak. Dengan mempertimbangkan berbagai aspek di atas secara menyeluruh, orang tua dapat menemukan daycare yang tidak hanya aman, tetapi jug mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

