Sinopsis Film The Bell: Panggilan untuk Mati, Kisah Teror Penebok dari Belitung

Destiara Anggita Putri
29 April 2026, 15:24
Sinopsis Film The Bell: Panggilan untuk Mati
medcom
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Industri perfilman horor Indonesia kembali memperkaya khazanah mistis nusantara melalui The Bell: Panggilan untuk Mati yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 7 Mei 2026.

Diproduksi oleh MBK Production bersama Sinemata, film ini menghadirkan Penebok, sosok arwah penasaran dari Pulau Belitung yang konon mencabut kepala korbannya sebagai tumbal.

Disutradarai oleh Jay Sukmo dan naskah garapan Priesnanda Dwisatria,  film ini mengangkat folklore yang masih jarang tereksplorasi, menghadirkan pengalaman horor yang tidak hanya menegangkan secara visual, tetapi juga memiliki akar budaya yang kuat.

Tak sekadar menghadirkan ketakutan, The Bell: Panggilan untuk Mati  juga menyelipkan konflik emosional dan latar masa lalu yang kelam. Perpaduan antara unsur supranatural dan sejarah menjadikan film ini terasa lebih dalam dan berbeda dari horor pada umumnya.

Dengan perpaduan mitos lokal, cerita modern, dan pendekatan visual yang berbeda, film ini berpotensi menjadi salah satu horor paling menarik tahun ini—sekaligus memperkenalkan kekayaan folklore Indonesia ke audiens yang lebih luas.

Lantas, seperti sinopsis film The Bell: Panggilan untuk Mati? Berikut di bawah ini informasinya.

Sinopsis Film The Bell: Panggilan untuk Mati
Sinopsis Film The Bell: Panggilan untuk Mati (medcom)

Sinopsis Film The Bell: Panggilan untuk Mati

Cerita bermula dari sebuah lonceng keramat di Belitung yang diyakini mampu mengurung roh-roh jahat. Keberadaannya yang sakral justru terusik ketika sekelompok anak muda nekat mencurinya demi membuat konten. 

Tanpa mereka sadari, pencurian tersebut membebaskan Penebok, sosok hantu tanpa kepala bergaun merah yang telah terkurung selama ratusan tahun. Kehadirannya langsung membawa teror mengerikan, memburu mereka satu per satu dan meninggalkan jejak kematian dengan kepala terpenggal.

Teror tersebut memaksa Danto, yang telah lama meninggalkan Belitung, untuk pulang. Bersama Airin dan Hanafi, mereka berusaha mengungkap asal-usul kekuatan jahat tersebut sekaligus mencari cara untuk menghentikannya.

Perjalanan mereka membawa pada pemahaman bahwa kepercayaan lama menyimpan kunci penting dalam menghadapi ancaman tersebut.

Daftar Pemain Film The Bell: Panggilan untuk Mati

Film The Bell: Panggilan untuk Mati dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris yang menghadirkan karakter kuat dalam cerita horor yang intens. Kehadiran mereka membantu membangun suasana cerita yang lebih hidup dan penuh emosi.

Berikut ini daftar pemainnya:

  • Bhisma Mulia berperan sebagai Danto
  • Ratu Sofya berperan sebagai Airin
  • Givina Lukita berperan sebagai Saidah
  • Shalom Razade berperan sebagai Isabela
  • Mathias Muchus berperan sebagai Datuk Baharun
  • Septian Dwi Cahyo berperan sebagai Dokter Usman
  • Nabil Lunggana berperan sebagai Deni

Demikian informasi mengenai sinopsis film The Bell: Panggilan untuk Mati yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 7 Mei 2026 mendatang lengkap dengan daftar pemainnya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan