Harga BBM Non-Subsidi Naik, Isi Full Tank Mobil Pajero-Innova Bayar Segini

Izzul Millati
5 Mei 2026, 07:50
Kenaikan Harga BBM
Katadata
Kenaikan Harga BBM
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi kembali terjadi pada awal Mei 2026 dan berdampak langsung pada biaya pengisian bahan bakar kendaraan bermesin diesel. Penyesuaian harga ini berlaku pada Senin, 4 Mei 2026 untuk BBM Pertamina, serta sejak 2 Mei 2026 di sejumlah SPBU swasta seperti BP dan Vivo.

Kendaraan diesel seperti Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport, dan Toyota Kijang Innova menjadi yang paling terdampak karena kapasitas tangki yang terbilang besar dan kebutuhan bahan bakar yang memerlukan BBM berkualitas. 

Berapa Perubahan Harga BBM Non-Subsidi Terbaru?

Pada 4 Mei 2026, harga Dexlite mengalami kenaikan dari Rp 23.600 menjadi Rp 26.000 per liter, sementara Pertamina Dex naik dari Rp 23.900 menjadi Rp 27.900 per liter. Sebelumnya, pada 2 Mei 2026, SPBU swasta seperti BP dan Vivo juga telah menaikkan harga BBM diesel mereka menjadi Rp 30.890 per liter dari kisaran Rp 25.560 per liter.

Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi ini menunjukkan lonjakan yang lumayan signifikan, terutama pada BBM diesel di SPBU swasta yang kini telah menembus Rp 30 ribu per liter.

Kenaikan ini terasa sangat berdampak pada pengguna kendaraan diesel di Indonesia, terutama pemilik mobil dengan kapasitas tangki besar seperti SUV dan MPV. Dampak paling terasa juga dirasakan oleh pengguna Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Innova diesel.

Penyesuaian harga ini berlaku secara nasional, baik di SPBU Pertamina maupun SPBU swasta di berbagai kota besar. Selain pengguna kendaraan pribadi, sektor logistik dan transportasi juga ikut terdampak akibat meningkatnya biaya operasional.

Biaya Isi Full Tank Fortuner dan Pajero

Bagi pengguna Toyota Fortuner dan Pajero, berikut ini perhitungan pengisian bahan bakar full tangki. Perhitungan berikut mempertimbangkan kapasitas tangki Fortuner dan Pajero yang terbilang besar. 

  • Untuk Toyota Fortuner diesel dengan kapasitas tangki 80 liter, biaya isi penuh menggunakan Dexlite mencapai sekitar Rp 2.080.000, sedangkan dengan Pertamina Dex sekitar Rp 2.232.000. Jika menggunakan BBM diesel dari SPBU swasta dengan harga Rp 30.890 per liter, biaya pengisian dari kondisi tangki kosong dapat mencapai sekitar Rp 2.471.200. Apabila masih tersisa 5 liter bahan bakar, maka pengisian sekitar 75 liter membutuhkan biaya sekitar Rp 2.316.750.
  • Sementara itu, Mitsubishi Pajero Sport diesel dengan kapasitas tangki 68 liter membutuhkan biaya sekitar Rp 1.768.000 menggunakan Dexlite dan sekitar Rp 1.897.200 dengan Pertamina Dex. Jika menggunakan BBM swasta dengan harga yang sama, biaya pengisian dari kondisi kosong mencapai sekitar Rp 2.100.520. Dalam kondisi tangki masih tersisa 5 liter, maka pengisian sekitar 63 liter membutuhkan biaya sekitar Rp 1.946.070.

Biaya Isi Full Tank Toyota Innova Diesel

Kendaraan MPV seperti Toyota Kijang Innova Diesel juga mengalami kenaikan biaya pengisian bahan bakar. Dengan kapasitas tangki sekitar 55 liter, biaya isi penuh menggunakan Dexlite mencapai sekitar Rp 1.430.000, sedangkan dengan Pertamina Dex sekitar Rp 1.534.500.

Meskipun lebih rendah dibandingkan SUV, angka tersebut tetap menunjukkan peningkatan signifikan akibat kenaikan Harga BBM Non-Subsidi.

Penggunaan BBM Diesel sendiri berkaitan erat dengan kebutuhan teknis mesin. Mesin diesel bekerja dengan sistem kompresi tinggi tanpa busi, sehingga membutuhkan bahan bakar dengan karakteristik tertentu.

Toyota Fortuner dan Innova menggunakan mesin 2GD-FTV dengan rasio kompresi 15,6:1 yang dilengkapi teknologi Variable Nozzle Turbo (VNT). Sementara itu, Mitsubishi Pajero Sport menggunakan mesin 4N15 2.4L MIVEC dengan rasio kompresi 15,5:1. Teknologi MIVEC dan turbo pada mesin ini membantu menghasilkan tenaga besar sekaligus menjaga efisiensi bahan bakar.

Secara umum, mesin Diesel modern memiliki rasio kompresi sekitar 15:1 dan membutuhkan BBM dengan kandungan sulfur rendah seperti BBM Non Subsidi, yaitu di bawah 50 ppm, agar performa mesin tetap optimal dan emisi lebih terkendali.

Seiring dengan kenaikan Harga BBM Non-Subsidi, budget untuk pengisian bahan bakar kendaraan pun semakin membengkak. Kondisi ini juga mempengaruhi sektor ekonomi secara luas akibat biaya operasional kendaraan yang berdampak pada kenaikan biaya logistik dan distribusi. Pada akhirnya, potensi kenaikan harga barang dan jasa di masa depan semakin tinggi.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan