Kenapa Akhir Ini Siang Panas dan Sore Hujan? Ini Kata BMKG

Izzul Millati
5 Mei 2026, 07:11
Penyebab Cuaca Panas Sore Hujan versi BMKG
unsplash.com
Penyebab Cuaca Panas Sore Hujan versi BMKG
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Fenomena cuaca panas pada pagi hingga siang hari yang kemudian berubah menjadi hujan pada sore hingga malam terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh pemanasan matahari yang kuat serta masa peralihan musim.

Berdasarkan keterangan BMKG yang dirilis pada Minggu, 3 Mei 2026 dan Senin, 4 Mei 2026, fenomena ini terjadi pada periode akhir April hingga awal Mei 2026 dan terpantau di banyak wilayah, termasuk Jabodetabek. Kondisi ini merupakan bagian dari fase pancaroba, yaitu peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.

Apa Penyebab Siang Panas dan Sore Hujan?

Fenomena ini dipicu oleh radiasi matahari yang tinggi sejak pagi hingga siang hari. BMKG mencatat bahwa pada periode 27–29 April 2026, suhu maksimum harian di sejumlah wilayah mencapai lebih dari 35 derajat Celsius, seperti Sumatra Utara (36,8°C), Aceh (36,6°C), dan Banten (36,2°C).

Tingginya suhu tersebut terjadi karena tutupan awan yang berkurang. Kondisi ini dipengaruhi oleh dominasi angin timuran akibat menguatnya monsun Australia yang membawa massa udara relatif kering. Akibatnya, sinar matahari dapat mencapai permukaan bumi secara optimal dan meningkatkan suhu udara secara signifikan.

Fenomena siang panas dan sore hujan terjadi pada akhir April hingga awal Mei 2026. BMKG mencatat hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat terjadi pada periode 27-29 April 2026 di berbagai wilayah Indonesia.

Wilayah terdampak meliputi Sulawesi Selatan, Maluku, Bali, Gorontalo, Papua, Papua Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Jawa Barat, hingga Bengkulu. Selain itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jabodetabek pada 4-7 Mei 2026.

Pada 4 Mei 2026, wilayah seperti Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kabupaten Bogor dan Kota Bogor berstatus Siaga karena potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Sementara wilayah lain seperti Depok, Tangerang, dan Jakarta Pusat berada dalam status Waspada.

Penyebab Hujan Terjadi pada Sore Hari

Hujan pada sore hari terjadi akibat proses konveksi yang dipicu oleh pemanasan kuat pada siang hari. Udara panas di permukaan bumi akan naik ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi, kemudian mendingin dan membentuk awan hujan.

BMKG menjelaskan bahwa perbedaan suhu yang cukup signifikan antara pagi dan siang hari selama masa peralihan musim memperkuat proses ini. Hujan yang terjadi umumnya bersifat lokal, tidak merata, berdurasi singkat, namun dapat berintensitas sedang hingga lebat serta disertai kilat dan angin kencang.

Fenomena Siang Panas Sore Hujan Disebabkan Monsun Australia

Selain faktor pemanasan lokal, fenomena ini juga dipengaruhi oleh dinamika atmosfer global dan regional. BMKG menyebutkan bahwa monsun Australia yang mulai menguat menjadi salah satu faktor utama.

Selain itu, beberapa fenomena atmosfer juga terpantau aktif pada awal Mei 2026, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada di fase 2 di Samudra Hindia. Gelombang atmosfer seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial juga aktif di berbagai wilayah Indonesia.

Kondisi ini diperkuat oleh adanya sirkulasi siklonik di sejumlah perairan Indonesia, seperti di Samudra Hindia barat Sumatera dan Samudra Pasifik utara Maluku Utara. Sirkulasi ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan.

BMKG mengingatkan bahwa fenomena ini dapat menimbulkan dampak berupa hujan lebat yang berpotensi menyebabkan banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Oleh karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama pada sore hingga malam hari.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memantau informasi cuaca resmi secara berkala. Meskipun sebagian wilayah mulai memasuki musim kemarau, BMKG menegaskan bahwa potensi hujan masih dapat terjadi dalam sepekan ke depan karena kondisi atmosfer yang masih aktif.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan