Apa Itu Panda Bond? Jurus Baru Indonesia untuk Kuatkan Rupiah?

Izzul Millati
8 Mei 2026, 16:24
Apa itu panda bond
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri), dan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari (kanan) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) membahas langkah diversifikasi pembiayaan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Nilai tukar rupiah kembali menjadi perhatian pemerintah di tengah ketidakpastian ekonomi global, suku bunga tinggi Amerika Serikat, dan dominasi dolar AS dalam transaksi internasional. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar sekaligus memperkuat struktur pembiayaan negara, pemerintah Indonesia mulai menyiapkan penerbitan Panda Bond di pasar keuangan China.

Rencana tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Selasa, 5 Mei 2026 di Istana Kepresidenan Jakarta. Dalam rapat itu, pemerintah membahas strategi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat stabilitas rupiah di tengah tekanan eksternal.

Purbaya mengatakan pemerintah ingin memperluas sumber pembiayaan internasional agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada dolar AS. Salah satu langkah yang dipilih adalah menerbitkan obligasi dalam mata uang yuan atau renminbi (RMB) di pasar domestik China melalui skema Panda Bond.  

Lantas, apa itu Panda Bond?

“Untuk memperkuat nilai tukar, kami juga akan menerbitkan Panda Bonds di Tiongkok dengan bunga yang lebih rendah sehingga kita tidak tergantung terlalu banyak ke dolar lagi,” ujar Purbaya.

Langkah tersebut dinilai penting karena gejolak dolar AS selama beberapa tahun terakhir sering mempengaruhi stabilitas rupiah, arus modal asing, hingga biaya pembayaran utang luar negeri Indonesia.

Apa Itu Panda Bond?

Secara sederhana, Panda Bond adalah surat utang atau obligasi yang diterbitkan oleh pihak asing di pasar obligasi domestik China menggunakan mata uang yuan atau renminbi.

Instrumen ini dapat diterbitkan oleh pemerintah asing, perusahaan internasional, lembaga multilateral seperti World Bank dan Asian Development Bank, maupun institusi keuangan luar negeri. Namun, seluruh transaksi obligasi dilakukan dalam mata uang yuan dan mengikuti regulasi keuangan China.

Nama Panda Bond berasal dari ikon nasional China, yakni panda. Penamaan tersebut mengikuti tradisi internasional, seperti Samurai Bond di Jepang dan Yankee Bond di Amerika Serikat.

China pertama kali memperkenalkan Panda Bond pada 2005 sebagai bagian dari strategi internasionalisasi yuan agar lebih banyak digunakan dalam perdagangan dan pembiayaan global.

Mengapa Pemerintah Indonesia Menerbitkan Panda Bond?

Pemerintah Indonesia mulai mempertimbangkan Panda Bond karena ketergantungan besar terhadap dolar AS dinilai meningkatkan risiko ekonomi nasional, terutama ketika dolar mengalami penguatan.

Saat dolar menguat, beban pembayaran utang luar negeri pemerintah dan korporasi biasanya ikut meningkat. Kondisi ini juga sering memberi tekanan terhadap rupiah dan mempengaruhi pasar keuangan domestik.

Karena itu, pemerintah ingin melakukan diversifikasi pembiayaan agar sumber utang negara tidak hanya bertumpu pada pasar obligasi berbasis dolar AS.

Selain faktor diversifikasi, China dinilai menawarkan pasar obligasi yang sangat besar dengan likuiditas tinggi dan tingkat bunga relatif lebih rendah dibanding pasar global lainnya.

Purbaya menyebut imbal hasil atau yield Panda Bond berada di kisaran 2,3% hingga 2,5%, lebih rendah dibanding sebagian surat utang global berbasis dolar AS.

Pemerintah bahkan mulai menjajaki kerjasama dengan Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) untuk mendukung proses penerbitan obligasi tersebut. Menurut Purbaya, permintaan investor China terhadap instrumen seperti ini tergolong tinggi.

Bagaimana Cara Kerja Panda Bond?

Ketika pemerintah atau perusahaan asing ingin menerbitkan Panda Bond, penerbit harus mendapatkan persetujuan dari regulator keuangan China terlebih dahulu.

Setelah memperoleh izin, obligasi diterbitkan di pasar domestik China menggunakan denominasi yuan. Investor lokal seperti bank, dana pensiun, perusahaan asuransi, dan manajer investasi kemudian dapat membeli obligasi tersebut.

Dana hasil penerbitan biasanya digunakan untuk kebutuhan pembiayaan negara, pembangunan proyek, memperkuat cadangan devisa, atau mendiversifikasi struktur utang.

Karena menggunakan yuan, instrumen ini membantu mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS sekaligus memperluas akses ke sumber pendanaan baru.

Apa Manfaat Panda Bond bagi Indonesia?

Penerbitan Panda Bond dinilai memiliki sejumlah manfaat strategis bagi Indonesia, terutama untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat rupiah.

  • Salah satu manfaat utamanya adalah diversifikasi sumber pembiayaan internasional. Indonesia tidak hanya mengandalkan investor dan pasar berbasis dolar AS, tetapi juga memperoleh akses langsung ke pasar obligasi China yang merupakan salah satu terbesar di dunia.
  • Selain itu, tingkat bunga di pasar obligasi China relatif lebih rendah sehingga biaya pinjaman pemerintah berpotensi menjadi lebih efisien.
  • Penggunaan yuan juga membantu mengurangi tekanan terhadap rupiah ketika dolar AS mengalami penguatan tajam. Semakin beragam mata uang pembiayaan negara, semakin kecil risiko ketergantungan terhadap satu mata uang tertentu.
  • Di sisi lain, penerbitan Panda Bond dinilai dapat memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan China yang selama ini terus berkembang melalui perdagangan, investasi, dan proyek infrastruktur.

Apa Risiko dan Tantangan Panda Bond?

Meski menawarkan berbagai keuntungan, Panda Bond juga memiliki sejumlah risiko yang perlu diperhatikan pemerintah.

  • Salah satu tantangan utamanya adalah risiko nilai tukar yuan. Jika terjadi perubahan kurs yang signifikan, beban pembayaran utang dalam yuan bisa ikut berubah.
  • Selain itu, pasar Panda Bond masih belum sedalam pasar obligasi global berbasis dolar AS sehingga likuiditas dan volume transaksinya relatif lebih terbatas.
  • Investor di China juga cenderung memilih penerbit dengan kualitas kredit tinggi dan risiko rendah. Karena itu, stabilitas ekonomi dan reputasi fiskal Indonesia menjadi faktor penting dalam menarik minat investor.
  • Proses penerbitannya juga cukup kompleks karena harus mengikuti regulasi domestik China yang ketat dan melibatkan banyak tahapan persetujuan.

Apa Dampaknya terhadap Rupiah dan Ekonomi Nasional?

Pemerintah berharap penerbitan Panda Bond dapat membantu menjaga stabilitas rupiah dalam jangka panjang.

Dengan diversifikasi pembiayaan ke mata uang yuan, kebutuhan terhadap dolar AS di pasar domestik dapat ditekan sehingga gejolak nilai tukar berpotensi lebih terkendali. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. 

Dalam rapat bersama Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 mencapai 5,61%, naik dibanding periode sebelumnya sebesar 5,39%.

Pemerintah menilai capaian tersebut menunjukkan ekonomi nasional mulai memasuki fase akselerasi sehingga stabilitas nilai tukar dan likuiditas perlu dijaga.

Selain memperkuat rupiah melalui diversifikasi pembiayaan, pemerintah juga menyiapkan stimulus tambahan yang direncanakan mulai berjalan pada Juni 2026 untuk menjaga aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, pembahasan mengenai apa itu Panda Bond kini tidak hanya menjadi isu pasar keuangan internasional, tetapi juga bagian dari strategi Indonesia memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah perubahan global yang semakin dinamis.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan