Ringgit Malaysia Jadi Mata Uang Terkuat di Asia, Libas Negara Tetangga

Izzul Millati
21 Mei 2026, 08:56
Ringgit Malaysia Jadi Mata Uang Terkuat di Asia
Katadata
Ringgit Malaysia Jadi Mata Uang Terkuat di Asia
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Nilai tukar ringgit Malaysia kembali menjadi perhatian pasar keuangan regional setelah mencatatkan performa sebagai salah satu mata uang paling kuat di Asia sepanjang 2026. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, tekanan geopolitik, dan fluktuasi kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve), ringgit justru menunjukkan tren penguatan terhadap dolar AS.

Fenomena ringgit terkuat di Asia menjadi sorotan karena terjadi saat banyak mata uang negara berkembang mengalami tekanan akibat arus modal keluar dan penguatan dolar AS. Berdasarkan data pasar keuangan regional, ringgit Malaysia bahkan disebut sebagai mata uang dengan performa terbaik kedua di Asia setelah yuan China.

Penguatan mata uang Negeri Jiran tersebut dinilai ditopang pertumbuhan ekonomi domestik yang stabil, meningkatnya investasi asing, kuatnya sektor ekspor, serta membaiknya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Malaysia.

Lalu, apa yang menyebabkan ringgit Malaysia menguat, bagaimana dampaknya terhadap negara tetangga, dan mengapa mata uang tersebut mampu bertahan di tengah tekanan global?

Ringgit Jadi Mata Uang Terkuat Kedua di Asia

Ringgit Malaysia
Ringgit Malaysia (Katadata)

 

Sepanjang 2026, ringgit Malaysia disebut berhasil mencatatkan diri sebagai mata uang dengan performa terbaik kedua di Asia setelah yuan China. Posisi tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena penguatan ringgit terjadi di tengah tekanan terhadap banyak mata uang Asia akibat penguatan dolar AS.

Ringgit tercatat mengalami apresiasi terhadap sejumlah mata uang regional seperti won Korea Selatan, yen Jepang, dolar Taiwan, dong Vietnam, hingga dolar Singapura. Selain itu, performa ringgit yang terus menguat membuat mata uang sejumlah negara tetangga, termasuk rupiah Indonesia, terlihat tertinggal dalam persaingan stabilitas moneter regional.

Alasan Ringgit Malaysia Menguat pada 2026

Penguatan ringgit Malaysia sepanjang 2026 dipengaruhi kombinasi faktor ekonomi domestik dan kondisi pasar global. Di saat sejumlah negara berkembang menghadapi pelemahan mata uang akibat ketidakpastian ekonomi dunia, Malaysia justru dinilai mampu menjaga fundamental ekonominya tetap stabil.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, total perdagangan Malaysia pada Maret 2026 meningkat 9,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya menjadi RM273 miliar. Sementara itu, nilai ekspor negara tersebut naik 8,3 persen menjadi RM148,8 miliar.

Kinerja perdagangan yang positif tersebut memperkuat posisi ringgit di pasar internasional karena meningkatkan permintaan terhadap mata uang Malaysia.

Ekonom Bank Muamalat Malaysia Mohd Afzanizam Abdul Rashid menyebut pertumbuhan ekonomi Malaysia pada kuartal pertama 2026 diperkirakan melampaui 5 persen. Angka tersebut dinilai menunjukkan ketahanan ekonomi Malaysia di tengah perlambatan ekonomi global.

Fenomena ringgit terkuat di Asia juga didukung kondisi fiskal dan moneter Malaysia yang relatif stabil dibanding beberapa negara berkembang lainnya di kawasan.

 

Investasi Asing Jadi Faktor Penting Penguatan Ringgit

Salah satu faktor utama yang memperkuat ringgit Malaysia adalah meningkatnya arus investasi asing atau capital inflow ke negara tersebut.

  • Arus dana asing tercatat masuk deras ke pasar saham dan obligasi Malaysia sejak 2025 hingga 2026. Kondisi itu meningkatkan permintaan terhadap mata uang ringgit dan membantu menjaga stabilitas nilai tukar.
  • Selain investasi portofolio, investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) juga meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Malaysia dinilai mulai dipandang sebagai salah satu tujuan investasi menjanjikan di Asia, terutama pada sektor teknologi dan ekonomi digital.
  • Fenomena ringgit terkuat di Asia juga dipengaruhi berkembangnya investasi di sektor pusat data dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Sejumlah perusahaan teknologi global diketahui mulai memperluas investasi mereka di Malaysia untuk pengembangan infrastruktur digital dan pusat data regional.

Ringgit Menguat 17 Persen Sejak 2024

Menurut sejumlah laporan pasar regional, ringgit Malaysia disebut telah menguat sekitar 17 persen sejak awal 2024. Penguatan tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan Asia selama dua tahun terakhir.

Pada akhir 2025, ringgit bahkan sempat menjadi mata uang dengan performa terbaik di Asia sebelum akhirnya berada di posisi kedua pada 2026 setelah yuan China.

Meski demikian, para analis menilai fundamental ekonomi Malaysia yang kuat tetap menjadi faktor utama yang menjaga kestabilan mata uang tersebut. Selain itu, stabilitas politik dan kebijakan fiskal pemerintah Malaysia juga dianggap membantu mempertahankan kepercayaan investor global.

Kenapa Mata Uang Asia Rentan Berfluktuasi?

Pergerakan mata uang di Asia sangat dipengaruhi kondisi ekonomi global, terutama kebijakan suku bunga The Federal Reserve Amerika Serikat.

Ketika suku bunga AS naik, investor global biasanya memindahkan dana ke aset berbasis dolar yang dianggap lebih aman. Kondisi tersebut sering memicu pelemahan mata uang negara berkembang di Asia. Namun, negara dengan fundamental ekonomi yang lebih kuat cenderung mampu menjaga stabilitas mata uangnya lebih baik dibanding negara lain.

Karena itu, keberhasilan Malaysia menjaga penguatan ringgit dinilai berkaitan erat dengan stabilitas ekonomi domestik, arus investasi asing, dan kuatnya sektor perdagangan negara tersebut.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan