Kronologi Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur, Ini Kata Dedi Mulyadi

Tifani
Oleh Tifani
27 Juli 2026, 15:58
Kronologi Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur
Instagram/infojawabarat
Ilustrasi, Kronologi Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Seorang petugas satuan pengamanan (satpam) bernama Sumarna (42) ditemukan meninggal dunia di tepi Danau Tanggul Ubrug, kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, pada Jumat (24/7/2026). Mengutip berbagai sumber, korban ditemukan di perairan kawasan Tanggul Kayat setelah sebelumnya tidak dapat dihubungi saat menjalankan tugas piket malam.

Polisi masih menyelidiki rangkaian peristiwa yang dialami satpam Waduk Jatiluhur sebelum ditemukan meninggal dunia, termasuk menelusuri aktivitas terakhir korban, memeriksa rekaman kamera pengawas, dan meminta keterangan sejumlah saksi. Hingga Senin (27/7/2026), penyebab kematian korban maupun kemungkinan adanya unsur tindak pidana belum dapat dipastikan karena penyidik masih menunggu hasil lengkap otopsi.

Kronologi Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur

Waduk Jatiluhur

Waduk Jatiluhur (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Berdasarkan kronologi yang beredar, Sumarna menjalankan tugas pengamanan pada malam hari di kawasan Waduk Jatiluhur. Korban diketahui masih mengenakan seragam dinas satpam ketika menjalankan tugas tersebut.

Sekitar pukul 03.00 WIB, Sumarna dilaporkan mulai kehilangan kontak dan tidak dapat dihubungi oleh rekan-rekan kerjanya. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran karena korban tidak kunjung kembali setelah melaksanakan tugas jaga malam.

Rekan kerja korban bersama kepala satuan pengamanan kemudian melakukan pencarian di sejumlah titik kawasan Waduk Jatiluhur. Pencarian dilakukan hingga Jumat pagi karena keberadaan korban belum diketahui.

Sumarna akhirnya ditemukan dalam kondisi mengambang di perairan kawasan Tanggul Kayat pada Jumat menjelang siang. Korban pertama kali terlihat oleh petugas keamanan yang kemudian melaporkan temuan tersebut kepada warga setempat dan aparat kepolisian.

Saat ditemukan, tubuh korban berada dalam posisi telungkup dan masih mengenakan seragam satpam. Petugas juga mendapati kedua tangan Sumarna terborgol ke belakang.

Petugas kepolisian bersama warga dan personel pengamanan Waduk Jatiluhur selanjutnya mengevakuasi jenazah korban dari perairan. Jenazah dibawa ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk menjalani pemeriksaan awal.

Polisi kemudian membawa jenazah ke Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung, untuk menjalani otopsi pada Jumat sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah proses otopsi selesai, jenazah dipulangkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Polisi juga menelusuri informasi mengenai aktivitas terakhir Sumarna sebelum kehilangan kontak. Salah satu informasi yang didalami adalah dugaan bahwa korban sempat menegur sekelompok orang yang melakukan aksi vandalisme di kawasan Waduk Jatiluhur.

Meski demikian, polisi belum memastikan apakah dugaan peneguran terhadap pelaku vandalisme berkaitan dengan kematian korban. Video berisi aksi vandalisme di kawasan jalan tanggul juga sempat beredar di media sosial dan disebut sebagai status terakhir korban.

Rekaman tersebut memperlihatkan sejumlah coretan pada fasilitas umum, disertai suara seorang pria yang mengecam tindakan vandalisme dan meminta agar lokasi itu dibersihkan. Kepolisian video yang beredar tersebut bukan status media sosial milik Sumarna.

Polres Purwakarta telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti, serta memeriksa saksi untuk mengungkap kematian Sumarna. Hingga Minggu (26/7/2026), sebanyak 12 orang telah dimintai keterangan, terdiri dari warga dan rekan kerja korban.

Penyidik juga mengamankan telepon genggam milik korban dan memeriksa rekaman CCTV yang berada di kawasan Perum Jasa Tirta II, tempat Sumarna bekerja. Terkait dugaan keterlibatan kelompok tertentu yang ramai dibicarakan di media sosial, polisi menyatakan belum menemukan bukti pendukung.

Dedi Mulyadi Datangi Polres Purwakarta

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta kepolisian segera mengungkap kasus kematian Sumarna. Hal itu disampaikan Dedi saat mendatangi Markas Polres Purwakarta, Senin (27/7/2026), untuk bertemu penyidik yang menangani perkara tersebut.

Mengutip dari akun Instgram pribadi Dedi Mulyadi, ia mengaku lebih dulu menemui keluarga korban sebelum berdiskusi dengan jajaran Satreskrim Polres Purwakarta guna mengetahui perkembangan penyelidikan. Menurut dia, pengungkapan kasus tersebut penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga rasa aman masyarakat di Jawa Barat.

Selain mendorong percepatan pengungkapan kasus, Dedi menilai kematian petugas keamanan tersebut harus menjadi momentum untuk mengevaluasi sistem pengamanan di kawasan Waduk Jatiluhur yang merupakan salah satu obyek vital nasional. Ia menyoroti belum optimalnya pemanfaatan kamera pengawas (CCTV) di kawasan bendungan yang memiliki fungsi strategis sebagai pengendali banjir, pembangkit listrik, penyedia air bersih, hingga irigasi pertanian.

Dedi juga meminta Perum Jasa Tirta (PJT) II membangun command center yang beroperasi selama 24 jam untuk memantau seluruh aktivitas di kawasan Waduk Jatiluhur secara real time. Proses penyelidikan kematian Sumarna masih dilakukan Satreskrim Polres Purwakarta.

Polisi sebelumnya menyatakan masih mengumpulkan alat bukti, memeriksa sejumlah saksi, dan menunggu hasil otopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan