Alasan Kenapa Maskapai Semakin Ketat Memeriksa Bagasi Kabin Penumpang

Anggi Mardiana
28 Juli 2026, 10:35
Maskapai semakin ketat memeriksa bagasi kabin
Katadata
Maskapai semakin ketat memeriksa bagasi kabin
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI
Maskapai semakin ketat memeriksa bagasi kabin pesawat, penumpang pesawat kini semakin sering diminta menimbang koper atau memasukkannya ke alat pengukur sebelum boarding. Koper yang terlalu berat atau besar bahkan dapat dipindahkan ke bagasi tercatat dan dikenakan biaya tambahan.
 
Kondisi tersebut membuat aturan bagasi kabin terasa semakin ketat. Padahal, batas berat dan ukuran umumnya sudah berlaku sejak lama. Hanya saja, maskapai kini memeriksanya dengan lebih konsisten.

Kenapa Maskapai Semakin Ketat Memeriksa Bagasi Kabin

Maskapai semakin ketat memeriksa bagasi kabin
Maskapai semakin ketat memeriksa bagasi kabin (Katadata)
Salah satu alasan utamanya adalah kapasitas kompartemen kabin atau overhead bin yang terbatas. Ketika banyak penumpang membawa koper besar dan beberapa tas sekaligus, ruang penyimpanan dapat penuh sebelum seluruh penumpang selesai boarding.
 
Koper yang terlalu berat juga berisiko terjatuh saat kompartemen dibuka. Menurut IATA, barang bawaan harus dapat disimpan dengan aman di bawah kursi atau di dalam kompartemen kabin agar tidak menghalangi lorong dan pintu keluar.
 
Selain itu, terlalu banyak barang di dalam kabin pesawat dapat memperlambat proses boarding. Awak kabin harus mencari ruang kosong, memindahkan koper, atau menurunkan kembali barang untuk dimasukkan ke bagasi pesawat. Proses tersebut dapat menghambat penutupan pintu dan memengaruhi ketepatan waktu penerbangan.
Pembatasan juga berkaitan dengan perhitungan berat pesawat. Berat penumpang, bahan bakar, kargo, dan bagasi perlu diperhitungkan agar penerbangan tetap aman dan efisien.

Aturan Bagasi Kabin Setiap Maskapai

Batas bagasi kabin dapat berbeda karena setiap maskapai dan jenis pesawat memiliki kapasitas penyimpanan masing-masing. Berikut beberapa contohnya:
 
• Garuda Indonesia: Satu bagasi kabin dengan berat maksimal 7 kg dan ukuran maksimal 56 × 36 × 23 cm. Ukuran tersebut sudah termasuk roda, pegangan, dan kantong koper.
• Lion Air: Satu bagasi kabin dengan berat maksimal 7 kg dan ukuran maksimal 40 × 30 × 20 cm. Penumpang juga dapat membawa satu barang pribadi sesuai ketentuan maskapai.
• AirAsia: Satu koper kabin berukuran maksimal 56 × 36 × 23 cm dan satu barang pribadi berukuran maksimal 40 × 30 × 10 cm. Berat gabungan keduanya tidak boleh melebihi 7 kg.
Ketentuan dapat berubah berdasarkan jenis pesawat, rute, atau tiket yang digunakan. Karena itu, penumpang tetap disarankan memeriksa aturan melalui situs resmi maskapai sebelum berangkat.

Cara Menghindari Biaya Tambahan

Sebelum berangkat, periksa batas berat, ukuran, dan jumlah tas melalui situs resmi maskapai. Jangan hanya mengandalkan label “cabin size” pada koper karena roda dan pegangan juga masuk dalam perhitungan dimensi.
 
Timbang seluruh barang bawaan dari rumah dan beli tambahan bagasi lebih awal apabila beratnya diperkirakan melebihi batas. Biaya bagasi yang dibeli sebelum keberangkatan biasanya lebih mudah diantisipasi dibandingkan pembayaran mendadak di bandara.
 
Pada akhirnya, maskapai semakin ketat memeriksa bagasi kabin pesawat bukan hanya untuk mengenakan biaya tambahan. Keterbatasan ruang, keselamatan penumpang, distribusi berat, serta kelancaran boarding menjadi alasan utama aturan tersebut diterapkan lebih tegas.
 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan