Data BPS Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II 2026 Sebesar 5,29 Persen

Anggi Mardiana
7 Agustus 2026, 07:47
BPS Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
BPS
BPS Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa perekonomian Indonesia pada Triwulan II 2026 tetap mencatat pertumbuhan positif. Berdasarkan data resmi yang dirilis pada 5 Agustus 2026, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). 

BPS pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II 2026, capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi sejumlah ekonom, meski sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan Triwulan I 2026 yang mencapai 5,61 persen. Menurut BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap ditopang oleh kuatnya aktivitas ekonomi domestik. 

BPS Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 2026 Capai 5,29 Persen

BPS Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
BPS Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (BPS)
 

Secara nominal, PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) pada Triwulan II 2026 mencapai sekitar Rp6.551,1 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat sekitar Rp3.576,2 triliun. pada semester I 2026, secara kumulatif  menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Dari sisi produksi, sektor industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap perekonomian nasional. Selain itu, sektor perdagangan, konstruksi, serta informasi dan komunikasi turut memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama pertumbuhan. Kinerja tersebut didukung oleh meningkatnya aktivitas masyarakat selama masa libur dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), disertai peningkatan investasi dan belanja pemerintah. 

Faktor Pendorong BPS Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

BPS menjelaskan bahwa permintaan domestik masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan ekonomi global. Peningkatan konsumsi masyarakat, investasi, dan belanja pemerintah berhasil menjaga momentum pertumbuhan pada Triwulan II 2026.

Di sisi wilayah, sejumlah kawasan seperti Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, serta Sulawesi mencatat pertumbuhan di atas rata-rata nasional. Hal tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah terus bergerak positif dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional. 

Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai berbagai tantangan eksternal, termasuk perlambatan ekonomi global, ketidakpastian geopolitik, dan dinamika perdagangan internasional yang berpotensi memengaruhi kinerja ekonomi Indonesia pada semester berikutnya. 

Secara keseluruhan, BPS Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Triwulan II 2026 menunjukkan bahwa fundamental ekonomi nasional masih cukup kuat dengan pertumbuhan 5,29 persen secara tahunan. Ke depan, menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan investasi, dan memperkuat sektor produktif akan menjadi kunci agar BPS Pertumbuhan Ekonomi tetap terjaga di tengah berbagai tantangan ekonomi global. 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan