Profil Akhmad Sodiq: Pendidikan, Riwayat Pekerjaan, dan Perjalanan Karier
Profil Akhmad Sodiq menjadi perhatian publik setelah namanya muncul dalam pemberitaan nasional pada Agustus 2026. Ia merupakan akademisi bidang peternakan yang pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) periode 2022–2026 dan terpilih kembali untuk periode 2026–2030.
Perjalanan karirnya menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait penerimaan mahasiswa baru.
Pada 21 Agustus 2026, Akhmad Sodiq terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK bersama sejumlah pihak dari lingkungan Unsoed. KPK menetapkan Akhmad Sodiq dan lima orang lainnya sebagai tersangka dari 14 orang yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT), terkait kasus dugaan korupsi terkait penerimaan mahasiswa baru. Informasi ini, telah dikonfirmasi oleh Setyo Budianto selaku Ketua KPK.
“Ada Rektor juga,” kata Setyo dikutip dari Antara, Jumat (21/8/2026).
Profil Akhmad Sodiq
Akhmad Sodiq dikenal sebagai akademisi yang memiliki perjalanan panjang di lingkungan Unsoed. Kampus tersebut juga menjadi tempat ia menyelesaikan pendidikan sarjananya sebelum melanjutkan studi ke Jerman. Berikut profil Akhmad Sodiq:
Informasi Singkat Akhmad Sodiq
- Nama: Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc., Agr
- Tempat, tanggal lahir: Batang, Jawa Tengah, 28 Januari 1969.
- Usia pada 2026: 57 tahun.
- Profesi: Akademisi dan guru besar bidang peternakan.
- Bidang keahlian: Ilmu peternakan, khususnya produksi dan sistem produksi ternak.
- Perguruan tinggi: Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
- Jabatan yang pernah diemban: Dosen, Wakil Rektor Unsoed, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto, serta Rektor Unsoed.
Riwayat Pendidikan Akhmad Sodiq
- 1987–1992: Menempuh pendidikan S1 Fakultas Peternakan Unsoed.
- 1994–1997: Melanjutkan studi S2 bidang Animal Science di Georg-August-Universität Göttingen, Jerman.
- 1999–2003: Menyelesaikan pendidikan S3 bidang Animal Science di Universität Kassel, Jerman.
Pendidikan sarjana Akhmad Sodiq ditempuh di Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman. Setelah memperoleh gelar sarjana, ia melanjutkan pendidikan magister di Georg-August University Göttingen, Jerman, dengan bidang Animal Science. Pendidikan doktoralnya kemudian diselesaikan di Kassel University, juga di bidang Animal Science.
Latar belakang pendidikan tersebut menjadi dasar bagi perjalanan akademiknya sebagai pengajar dan peneliti di bidang peternakan. Keahliannya kemudian berkembang pada kajian produksi dan sistem produksi ternak.
Riwayat Pekerjaan Akhmad Sodiq
- Dosen Fakultas Peternakan Unsoed: Mengembangkan karier akademik melalui kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
- Dekan Fakultas Peternakan Unsoed: Sebelum menjadi rektor, ia dipercaya menduduki posisi pimpinan di tingkat fakultas.
- Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed: Menjabat sebelum terpilih menjadi rektor untuk periode 2022–2026.
- Rektor UNU Purwokerto: Pernah menjadi Ketua Tim Pendiri sekaligus rektor pertama UNU Purwokerto pada periode 2017–2018.
- Rektor Unsoed: Memimpin Unsoed pada periode 2022–2026 dan kemudian terpilih kembali untuk periode 2026–2030.
Perjalanan Karier Akhmad Sodiq sebagai Akademisi
- Karier dosen: Akhmad Sodiq mengembangkan bidang keilmuan peternakan melalui aktivitas pengajaran, penelitian dan pengabdian.
- Prestasi akademik: Ia tercatat beberapa kali memperoleh penghargaan sebagai dosen berprestasi di tingkat Fakultas Peternakan maupun universitas.
- Penghargaan pengabdian: Ia juga pernah memperoleh Unsoed Award bidang Pengabdian kepada Masyarakat.
- Satyalancana: Pada 2017, ia menerima Piagam Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya XX Tahun.
Selain menjalankan tugas akademik, Akhmad Sodiq juga aktif dalam organisasi profesi dan kemasyarakatan. Di antaranya tercatat dalam kepengurusan Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI), serta organisasi yang berkaitan dengan pengembangan masyarakat dan pendidikan.
Demikian profil Akhmad Sodiq, mulai dari akademisi bidang peternakan hingga menjadi pimpinan perguruan tinggi. Ia membangun karier dengan menduduki berbagai posisi akademik dan manajerial sebelum menjadi Rektor Unsoed selama dua periode. Namun, perjalanan karirnya pada 2026 harus terhenti setelah KPK menetapkannya sebagai tersangka dalam dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru.

