Kenapa Gunung Anak Krakatau Bisa Terus Erupsi? Ini Penyebabnya

Zora Anjani
7 September 2026, 13:38
Gunung Anak Krakatau erupsi terkait kenapa gunung Anak Krakatau bisa terus erupsi
Kementerian ESDM
Gunung Anak Krakatau
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi berulang hingga erupsi menerus pada awal September 2026. Kondisi ini membuat banyak orang bertanya, kenapa Gunung Anak Krakatau terus erupsi dan apakah aktivitas tersebut menandakan akan terjadi letusan yang lebih besar.

Secara umum, penyebab Anak Krakatau erupsi berkaitan dengan suplai magma dan gas yang masih berlangsung di dalam tubuh gunung. Badan Geologi menyebut aktivitas kegempaan seperti gempa frekuensi rendah, hybrid, harmonik, dan tremor menunjukkan adanya pergerakan atau pelepasan fluida vulkanik dalam sistem gunung api.

Gunung Anak Krakatau juga memiliki karakter siklus erupsi yang relatif pendek. Pakar vulkanologi menyebut interval aktivitasnya dapat berlangsung dalam hitungan bulan hingga sekitar dua tahun, sehingga frekuensi erupsinya terlihat lebih sering dibandingkan gunung api yang memiliki masa istirahat lebih panjang.

Kenapa Gunung Anak Krakatau Bisa Terus Erupsi?

Ada beberapa faktor yang menjelaskan mengapa aktivitas vulkanik Anak Krakatau dapat berulang. Faktor utamanya berkaitan dengan sistem magma yang masih aktif di bawah gunung.

1. Suplai magma dan gas masih berlangsung

Magma gunung api tidak selalu berhenti bergerak setelah sebuah erupsi berakhir. Selama masih terdapat suplai magma dan gas dari dalam bumi, tekanan dan dinamika di dalam sistem vulkanik dapat kembali memicu aktivitas di permukaan.

Dalam kasus Anak Krakatau, Badan Geologi menyatakan erupsi gunung yang berulang dan berlangsung menerus menunjukkan masih adanya suplai magma dan gas di dalam tubuh gunung. Karena itu, seringnya erupsi tidak berarti sistem vulkaniknya sudah berhenti bekerja.

Magma yang bergerak menuju bagian atas gunung dapat meningkatkan tekanan di sekitar kawah. Ketika tekanan dan kondisi saluran memungkinkan, material vulkanik kemudian dapat dikeluarkan dalam bentuk abu, gas, lava, maupun lontaran material pijar.

2. Anak Krakatau memiliki siklus erupsi yang relatif pendek

Salah satu alasan kenapa Anak Krakatau sering erupsi adalah karakter siklus aktivitasnya. Pakar vulkanologi Happy Christin Natalia menjelaskan bahwa Gunung Api Krakatau memiliki siklus erupsi yang relatif pendek, sekitar delapan bulan hingga dua tahun.

Artinya, Anak Krakatau dapat kembali memasuki fase aktif dalam rentang waktu yang relatif singkat setelah periode erupsi sebelumnya. Pola tersebut membuat aktivitas vulkaniknya lebih sering terlihat dibandingkan gunung api yang memiliki masa istirahat lebih panjang.

Catatan Badan Geologi juga menunjukkan bahwa setelah erupsi 22 Desember 2018, aktivitas berskala rendah masih berlangsung sebagai bagian dari fase konstruksi pertumbuhan kembali hingga 16 Desember 2023. Setelah jeda, erupsi kembali terjadi pada 2 Juli 2026.

3. Aktivitas magma memicu kegempaan vulkanik

Pergerakan magma dan fluida di dalam gunung dapat menghasilkan berbagai jenis aktivitas kegempaan. Karena itu, gempa vulkanik menjadi salah satu parameter penting dalam memantau perkembangan Gunung Anak Krakatau.

Pada periode peningkatan aktivitas 2026, Badan Geologi mencatat adanya gempa hembusan, hybrid, low frequency, harmonik, dan tremor. Jenis kegempaan tersebut membantu menunjukkan dinamika magma dan fluida di dalam sistem gunung api.

Dengan kata lain, erupsi tidak berdiri sendiri. Aktivitas di permukaan berkaitan dengan proses yang berlangsung di bawah permukaan, termasuk pergerakan magma dan pelepasan gas vulkanik.

Bagaimana Gunung Anak Krakatau Bisa Erupsi Berulang?

Untuk memahami bagaimana Gunung Anak Krakatau bisa erupsi, bayangkan sistem gunung api sebagai jalur yang menghubungkan dapur magma di bawah permukaan dengan kawah di bagian atas.

Ketika magma dan gas terus mendapat suplai, tekanan dapat meningkat. Magma kemudian bergerak melalui rekahan atau saluran menuju bagian yang lebih dangkal. Jika tekanan dan kondisi di dalam sistem sudah memungkinkan, material tersebut dapat keluar melalui kawah gunung api.

Material yang keluar tidak selalu memiliki bentuk yang sama. Erupsi dapat menghasilkan:

  • Abu vulkanik, berupa material sangat halus yang terbawa ke atmosfer.

  • Lava, yaitu magma yang mencapai permukaan dan mengalir sebagai material cair.

  • Lontaran batu pijar, berupa material vulkanik yang terlontar dari pusat erupsi.

  • Gas vulkanik, yang dilepaskan bersama aktivitas erupsi.

  • Kolom erupsi, yaitu campuran gas dan material vulkanik yang bergerak ke atas dari pusat erupsi.

Pada 5 September 2026, Badan Geologi melaporkan fenomena erupsi menerus yang menyerupai lava fountain atau air mancur lava. Fenomena tersebut menghasilkan aliran lava dan disertai suara gemuruh.

Apakah Anak Krakatau Akan Terus Erupsi?

Pertanyaan apakah Anak Krakatau akan terus erupsi belum dapat dijawab dengan menentukan tanggal atau durasi secara pasti.

Badan Geologi menegaskan bahwa waktu, besar, dan bentuk erupsi berikutnya tidak dapat dipastikan secara tepat. Aktivitas dapat berfluktuasi atau meningkat sehingga evaluasi harus dilakukan berdasarkan perubahan berbagai parameter pemantauan, bukan hanya tinggi kolom erupsi.

Karena itu, istilah “terus erupsi” perlu dipahami sebagai aktivitas yang masih berlangsung atau berulang dalam suatu periode, bukan berarti Gunung Anak Krakatau akan meletus tanpa henti selamanya.

Riwayat Anak Krakatau memang menunjukkan aktivitas yang berulang. Sejak kemunculannya pada akhir 1920-an, gunung ini mengalami periode erupsi dan masa istirahat dengan interval yang bervariasi. Data Badan Geologi mencatat masa istirahat aktivitas letusan dapat berkisar antara satu hingga delapan tahun, dengan rata-rata sekitar empat tahun pada catatan historis tertentu.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Editor: Safrezi

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan