6 Jalur Pendakian Rinjani dari yang Mudah hingga Sulit
Gunung Rinjani yang terletak di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dikenal sebagai salah satu destinasi favorit para pendaki, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, jalur pendakian Rinjani kembali menjadi sorotan usai insiden tragis yang menimpa seorang pendaki asal Brasil, Juliana (27).
Melansir akun resmi @sar_nasional, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah Juliana dari kedalaman 600 meter pada Rabu pagi (25/6). Julian dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia setelah jatuh ke jurang dekat kawah Gunung Rinjani tersebut.
Jalur pendakian Rinjani sendiri terkenal ekstrem karena diapit jurang terjal dan batuan lepas. Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan serta persiapan matang sebelum menaklukkan salah satu gunung tertinggi di Indonesia tersebut.
Jalur Pendakian Rinjani
Lantas, seperti apa sebenarnya jalur pendakian Rinjani dan titik-titik ekstrem yang wajib diwaspadai? Berbagai sumber menyebut, ada enam jalur yang umum dilalui untuk mendaki gunung ini, yakni jalur Senaru, Sembalun, Torean, Aik Berik, Timbanuh, dan Tete Batu, simak ulasan lengkapnya berikut ini.
1. Jalur Pendakian Rinjani Sembalun
Jalur pendakian Rinjani yang pertama adalah via desa Sembalun, Lombok Timur. Trek ini juga terbilang populer karena menawarkan beragam keindahan alam, mulai dari pemandangan sawah, padang rumput, hutan, sabana, hingga danau.
Untuk mencapai titik tertinggi di jalur ini, kamu membutuhkan waktu sekitar 6-8 jam perjalanan. Selama 30 menit awal perjalanan, kamu dapat melihat hamparan sawah dan padang rumput, lalu berganti menjadi hutan yang teduh dan sejuk.
2. Jalur Pendakian Rinjani Senaru
Jalur Senaru yang memiliki trek hutan terpanjang di antara jalur-jalur lainnya. Trek Senaru adalah jalur yang paling populer dan cocok untuk pendaki pemula.
Untuk memulai pendakian, kamu bisa menuju ke gerbang di desa Senaru, Lombok Utara. Lalu, berjalan selama 2-3 jam di jalur yang landai hingga mencapai pos 1.
Dari sana, jalur menuju pos 2 akan mulai menanjak dan membutuhkan waktu tempuh sekitar 4 jam. Pos selanjutnya adalah pos 3, yakni batas akhir Hutan Senaru dan awal dari Pelawangan Senaru yang bisa kamu capai setelah berjalan sekitar 1-2 jam.
Di Pelawangan Senaru, kamu bisa mendirikan tenda dan menikmati pemandangan Danau Segara Anak sebelum menuju ke puncak.
3. Jalur Pendakian Rinjani Aik Berik
Jalur pendakian Rinjani selanjutnya bermula dari desa Aik Berik, Lombok Tengah. Untuk memulai perjalanan, kamu harus berjalan sepanjang 2 km dari basecamp hingga pintu hutan.
Selanjutnya, kamu membutuhkan waktu sekitar kurang lebih 9-13 jam untuk mencapai titik tertinggi, yakni Plawangan Umar Maya. Di tempat ini kamu bisa memasang tenda dan menikmati keindahan danau sebelum menuju ke puncak.
4. Jalur Pendakian Rinjani Timbanuh
Ada juga jalur Timbanuh yang berawal dari Pos Pendakian di Desa Timbanuh, Lombok Timur. Rute ini tergolong sangat ekstrem sehingga hanya digunakan oleh pendaki profesional.
Pasalnya, pendaki harus menyisir tebing dari punggung gunung bagian selatan. Namun, pesona keindahan alamnya sangat memukau lantaran menawarkan pemandangan hutan dan lembah yang asri.
Waktu tempuh total jalur ini kurang lebih 7-11 jam hingga mencapai titik tertinggi, yakni Pelawangan Timbanuh.
5. Jalur Pendakian Rinjani Tete Batu
Jalur Tete Batu menjadi jalur pendakian Rinjani selanjutnya. Kamu dapat mempertimbangkan jalur Tete Batu yang bermula dari Desa Loloan, Kecamatan Bayan, Lombok Utara.
Perjalanannya bermula dari ketinggian sekitar 600 mdpl dan berakhir di Danau Segara Anak dengan ketinggian sekitar 2.000 mdpl. Jalur ini juga tergolong ekstrem dan berbahaya karena kamu harus melalui zona lembah yang terjal dengan jalan setapak sempit.
Tidak hanya itu, perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk menempuhnya minimal adalah 14 jam.
6. Jalur Pendakian Rinjani Torean
Opsi jalur pendakian Rinjani berikutnya adalah via desa Torean, Lombok Utara. Trek satu ini kerap disebut sebagai Jurassic World oleh pendaki karena bentang alamnya yang menantang dan cukup ekstrem.
Terapit oleh dua bukit, Plawangan Sembalun dan Plawangan Senaru, para pendaki harus melewati jalan setapak menyusur tebing dalam perjalanan. Tidak hanya itu, total waktu yang dibutuhkan untuk menaklukkan jalurnya kurang lebih adalah 14 jam.
Pendakian melalui jalur ini tidak cocok untuk pemula dan hanya disarankan bagi mereka yang sudah sangat paham dengan Gunung Rinjani.
Demikian ulasan singkat mengenai enam jalur pendakian Rinjani dengan berbagai medan, baik untuk pemula dan para expert.

