BPS Catat Makin Ramai Migrasi ke Kalimantan, Jawa Mulai Ditinggalkan?

Kalimantan menjadi tujuan favorit migrasi orang Indonesia dalam laporan hasil Long Form Sensus Penduduk (LFSP) 2020 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Senin (30/1) ini. Hal ini tercermin dari angka migrasi seumur hidup secara neto di beberapa provinsi di Kalimantan termasuk yang tertinggi. Sedangkan beberapa daerah di Jawa tercatat paling rendah.
Angka migrasi seumur hidup dihitung berdasarkan banyak penduduk yang mengalami perpindahan tempat tinggal antar provinsi. Angka positif berarti jumlah migran yang masuk dan menetap lebih banyak ketimbang yang keluar dan sebaliknya. Angka migrasi itu menunjukkan persentase terhadap total penduduk provinsi tersebut.
Hasil survei BPS menunjukkan angka migrasi secara neto tertinggi terdapat di tiga provinsi. Yakni Kepulauan Riau, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Masing-masing tumbuh 40,55%, 29,52% dan 28,6%. Sebaliknya angka migrasi paling rendah di Jawa Tengah yang minus 12,26%, Sumatera Utara 10,93% dan Sulawesi Selatan 10,39%.
"Kami mencatat selama lima dekade terakhir, arus migrasi menyebar ke wilayah di luar Jawa dan Sumatera, khususnya ke Kalimantan. Migrasi ke Kalimantan menunjukkan pola peningkatan," kata Deputi Statistik Sosial BPS Ateng Hartono dalam rilis LFSP 2020, Senin (30/1).
Data BPS menunjukkan arus migrasi ke Kalimantan, Sulawesi dan lainnya telah melonjak lebih dari tiga kali lipat selama 50 tahun terakhir. Khusus untuk tahun ini saja, data menunjukkan semua provinsi di pulau Kalimantan mencatat angka migrasi seumur hidup yang positif, artinya jumlah orang yang masuk lebih banyak daripada yang keluar.
Tren di Kalimantan itu beda dengan yang terjadi di Jawa. Beberapa provinsi di pulau Jawa menunjukkan angka migrasi yang negatif, terutama di kawasan timur Jawa, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Sebaliknya, angka migrasi tercatat positif dan cukup tinggi di beberapa wilayah barat Jawa, terutama di Banten sebesar 14,06%.
Ateng menyebut tidak heran Kalimantan menjadi magnet migrasi masyarakat karena wilayah tersebut memiliki kawasan pertambahan hingga perkebunan yang menjadi sumber penghidupan. "Kalau di suatu wilayah itu ada 'gula', mereka akan datang kesana dan migrasi ke sana," kata Ateng.
Lebih lanjut, ia juga menyebut ada peluang arus migrasi ke Kalimantan akan semakin deras kedepannya seiring rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Nusantara. Proses pembangunan IKN sudah dilakukan sejak tahun lalu, dan pemerintah berencana memulai pemindahan sekitar 11 ribu aparatur sipil negara (ASN) ke kawasan tersebut tahun depan.
Data BPS menunjukan pada 2022 sebanyak 27 juta penduduk di Indonesia dikategorikan migran seumur hidup. Migrasi itu paling banyak dilakukan oleh laki-laki dengan persentase 51,28% dari total migran. Sementara berdasarkan kelompok generasi, mayoritas berasal dari gen-x dan milenial yang mencakup 62,5%.