Tiga Pendiri DCI Indonesia Masuk Daftar 50 Orang Terkaya di RI

 Zahwa Madjid
15 Desember 2022, 15:11
Tiga Pendiri DCI Indonesia Masuk Daftar 50 Orang Terkaya di RI
DCI
DCI meresmikan pusat data keempat di Cibitung pada Kamis (27/5/2021).

Forbes kembali meluncurkan data 50 orang terkaya di Indonesia edisi Desember 2022. Yang menarik dalam daftar tersebut terdapat tiga nama konglomerat dari PT DCI Indonesia Tbk (DCII). Yakni, para pendiri DCI Indonesia Otto Toto Sugiri, Marina Budiman, dan Han Arming. 

Otto Toto Sugiri menduduki peringkat ke-23 dalam daftar tersebut. Jumlah kekayaannya mencapai US$ 1,8 miliar atau sekitar Rp 28,10 triliun (asumsi kurs Rp 15.616). Disusul Marina Budiman yang menduduki peringkat ke-44 dengan jumlah kekayaan US$ 1,04 miliar atau Rp 16,24 triliun. Kemudian Han Arming Hanafia menduduki peringkat ke-50 dengan jumlah kekayaan US$ 885 juta atau Rp 13,82 triliun.

Sebagai co-founder dan Presiden Direktur DCI Indonesia, Toto Sugiri biasa ia disapa memulai perusahaan pada tahun 2011 dan membangunnya menjadi operator pusat data terbesar di Indonesia.

Sebelum bergabung dengan DCI, pria kelahiran Bandung ini mendirikan PT Sigma Cipta Caraka pada tahun 1989 yang diakuisisi oleh PT Telkom Indonesia dan sekarang bernama Telkomsigma.

Pada tahun 1994, Toto ikut mendirikan Indonet, penyedia layanan internet pertama di Indonesia, yang go public pada Februari 2021.

Bersamaan dengan Toto, Marina Budiman ikut mendirikan Indonet. Selain itu, perempuan yang dijuluki ‘Ratu Data’ Indonesia ini  juga pernah bekerja di Bank Bali bersama dengan Toto pada 1985 dan memutuskan untuk bergabung dengan Sigma Cipta Caraka  pada tahun 1989.

Kini, Marina Budiman yang merupakan salah satu pendiri DCII, menjabat sebagai Presiden Komisioner DCI Indonesia.

Bersamaan dengan Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman, Han Arming Hanafia juga ikut mendirikan DCI Indonesia. Han Arming Hanafia memiliki saham minoritas di DCI Indonesia sebesar 14,11% atau 336 juta lembar per 30 November 2022.

Saham DCI Indonesia melonjak sejak melantai di Bursa Efek Indonesia pada Januari 2021. Awalnya, DCII memasang harga awal Rp 420 per saham. Pada perdagangan hari ini, Kamis (15/12) saham DCII sudah berada di level Rp 36.000 per sahamnya.

Reporter: Zahwa Madjid
Editor: Lona Olavia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait