Pasar Kripto Loyo Imbas Anjloknya Bursa AS dan Komentar The Fed

Lona Olavia
16 Desember 2022, 12:03
Pasar Kripto Loyo Imbas Anjloknya Bursa AS dan Komentar The Fed
Bloomberg
Ilustrasi koin kripto.

Performa pasar kripto pada Jumat (16/12) siang ini kembali memerah, meskipun sebagian kecil aset masih bertahan di atas level support. Berdasarkan data Coinmarketcap pukul 12.00 WIB, Bitcoin (BTC) nampak turun 1,77% ke US$ 17.401,95 dalam perdagangan 24 jam terakhir. Begitupun dengan Ethereum (ETH) yang anjlok 1,69% ke posisi US$ 1.270,47. Altcoin lainnya pun juga tiarap, seperti XRP, Cardano (ADA), Solana (SOL), dan Dogecoin (DOGE).

Analis Tokocrypto Afid Sugiono menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan pasar menjadi lesu menjelang akhir pekan ini. Pertama, pasar kripto turun hari ini dipengaruhi oleh kinerja buruk indeks saham AS. Terpantau pada Jumat pagi, Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 2%, 2,2% dan 2,6%.

"Artinya, pasar kripto yang menunjukan korelasi yang erat dengan pasar saham," ujarnya dalam risetnya Jumat (16/12).

Pasar saham dan kripto pun sempat naik berkat data CPI yang menunjukkan inflasi AS turun lebih cepat dari yang diharapkan. Kedua, pasar bereaksi negatif setelah The Fed menaikkan suku bunga 50 basis poin, meski lebih rendah dari yang sebelumnya.

Terutama, pidato dari Ketua Fed, Jerome Powell yang memberikan sinyal kenaikkan suku bunga akan terus dilakukan pada tahun 2023 mendatang, membuat investor menjauh dari pasar. Hype reli CPI mereda, saham dan kripto mulai turun secara nyata.

Kemudian, pada saat yang sama dengan mundurnya saham dan kripto, indeks dolar AS (DXY) telah mengambil kesempatan untuk melakukan reli. DXY saat ini memantul kera dan menargetkan ulang mencapai 105 poin, setelah turun di bawah 103,5 pada saat pengumuman suku bunga The Fed.

Kapitalisasi pasar kripto kembali mengalami penurunan sebesar 1,11%, ditutup pada level US$ 850,518 miliar.

"Anjloknya harga pada keseluruhan aset kripto menurunkan kepercayaan diri investor terhadap laju bullish beberapa hari terakhir. Fear and greed index turun 2 poin dan ditutup pada level 29, dengan kategori Fear," ujar ia.

Dari sisi analisis teknikal, Bitcoin sudah membentuk shooting star candlestick yang menjadi sinyal kuat akan adanya penurunan harga. Hal ini juga beriringan dengan naiknya aksi jual dan menipisnya volume perdagangan.

Afid menambahkan, BTC masih nyaman berada di level support terkuatnya di harga US$ 17.000. Penurunan harga tersebut terlihat mendekati ascending line, apabila berhasil breakdown, maka akan anjlok lebih dalam dengan target level US$ 16.678 sebagai titik support selanjutnya.

“Sedangkan bila selama akhir pekan nanti ada sentimen positif muncul, pergerakan harga Bitcoin mampu bertahan diatas ascending line dan kembali breakout resistance terdekat di level US$ 17.622,” kata Afid.

Reporter: Lona Olavia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait