SRO Edukasi Bareskrim Polri Benahi Kasus Pasar Modal

 Zahwa Madjid
25 Januari 2023, 17:32
SRO Edukasi Bareskrim Polri Benahi Kasus Pasar Modal
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/tom.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman (kiri) menyampaikan paparannya dalam acara Konferensi Pers Akhir Tahun 2022 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/12/2022). Investor pasar modal sampai dengan 28 Desember 2022 mencapai 10,3 juta single identity number (SID), pertumbuhan jumlah investor mengalami kenaikan lebih dari 2,5 juta setiap tahunnya, sementara nilai kapitalisasi pasar (market cap) Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menembus Rp 9.600 triliun pada 27 Desember 2022.

Lembaga Self Regulatory Organizations (SRO) pasar modal mengadakan kegiatan pelatihan pasar modal kepada Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Republik Indonesia pada 25-26 Januari 2023.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan literasi pasar modal kepada para penegak hukum dari lembaga SRO Pasar Modal Indonesia yang terdiri dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bekerja sama dengan The Indonesia Capital Market Institute (TICMI).

Pelatihan yang digelar secara hybrid (daring dan luring) ini dihadiri oleh ratusan peserta dari Kepolisian Republik Indonesia. 

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan literasi aparat Kepolisian perihal pasar modal Indonesia. Mulai dari pengenalan SRO, instrumen instrumen keuangan yang ada di pasar modal dan pasar modal syariah Indonesia, hingga kasus hukum yang terjadi di pasar modal. 

Pertumbuhan dan perkembangan pasar modal di Indonesia terus mengalami kenaikan yang signifikan dari tahun ke tahun. Hal ini dapat terlihat dari peningkatan jumlah investor maupun emiten yang melantai di BEI. 

Sebagai informasi, hingga akhir tahun 2022, tercatat ada lebih dari 10 juta investor pasar modal di Indonesia. Di mana jumlahnya diperkirakan akan terus melonjak. 

Sayangnya banyak masyarakat yang belum mendapatkan akses ke edukasi keuangan, investasi, dan perlindungan konsumen pasar modal. Hal ini karena minimnya informasi menuju edukasi tersebut, tak terkecuali para aparat penegak hukum.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan bahwa dengan meningkatnya tingkat literasi para aparat, SRO berharap kesadaran masyarakat tentang edukasi keuangan, investasi dan perlindungan konsumen pasar modal juga meningkat. 

“Harapan kami dengan semakin meningkatnya literasi yang dilakukan tidak hanya investor tapi juga para penegak hukum, khususnya pihak Bareskrim Polri dapat menambah informasi dan pengetahuan terkait ragam produk, serta mekanisme yang terjadi di pasar modal,” ujar Jeffrey dalam keterangan resminya, Rabu (25/1).

Direktur Utama TICMI Mety Yusantiati juga menyampaikan bahwa TICMI siap memberikan pelatihan pasar modal Indonesia kepada seluruh aparat penegak hukum.

“Kami tidak hanya memberikan pelatihan pasar modal Indonesia, namun pelatihan di bidang lain. Seperti sumber daya manusia, risk management, corporate secretary,  juga dapat kami lakukan baik secara tatap muka maupun melalui platform edukasi kami yaitu TICMIEDU," katanya.

Advertisement
Reporter: Zahwa Madjid
Editor: Lona Olavia
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait