Dana Bantuan Rp 2,4 Triliun Cair, Sandiaga Uno Percepat Penyaluran

Dana bantuan tersebut diharapkan segera membangkitkan sektor pariwisata yang terpuruk karena pandemi. Usaha bidang perfilman akan menjadi salah satu fokus penyaluran.
Image title
2 Agustus 2021, 16:40
Eksotisme pemandangan Labuan Bajo di sore hari menjelang malam, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Pandemi COVID-19 yang menghantam sektor pariwisata, membuat pemerintah terus melakukan penataan di kawasan Labuan Bajo dengan harapan dapat mendongkrak pert
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Eksotisme pemandangan Labuan Bajo di sore hari menjelang malam, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Pandemi COVID-19 yang menghantam sektor pariwisata, membuat pemerintah terus melakukan penataan di kawasan Labuan Bajo dengan harapan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan pariwisata yang menurun saat ini. Selain itu, pemerintah juga telah mewujudkan digitalisasi industri pariwisata di lima destinasi pariwisata super prioritas salah satunya adalah Labuan Bajo.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan dana bantuan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebesar Rp 2,4 triliun sudah cair.  Pihaknya pun akan  mempercepat penyaluran kepada pelaku usaha pariwisata agar mereka segera bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

“Mengenai bantuan pemulihan ekonomi nasional, anggaran Rp 2,4 triliun sudah diberikan,” ucap Sandiaga Uno dalam konferensi pers virtual, Senin (2/9).

Sandiaga juga berjanji akan menyederhanakan proses birokrasi agar permasalahan pencairan anggaran bersama Kementerian Keuangan segera teratasi. Dia menambahkan proses pencairan sempat terhambat karena mengalami stagnasi diskusi bersama Kementerian Keuangan.

Sandiaga mengatakan dana bantuan Rp  2,4 triliun rencananya akan digunakan untuk  enam program, antara lain Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI), Bangga Buatan Indonesia (BBI), sertifikasi CHSE (Cleanliness, Healthy, Safety, Environmental Sustainability) bagi para pelaku usaha pariwisata, pemulihan ekonomi nasional (PEN) film, dukungan akomodasi hotel bagi tenaga kesehatan, dan Bantuan Pemerintah untuk Usaha Pemerintah (BPUP).

Dia menambahkan dalam waktu dekat, penggunaan dana bantuan akan difokuskan untuk mendukung usaha pariwisata dan sub-sektor film. 

“Saat ini kami berusaha menyederhanakan proses penyaluran, juga bantuan untuk sertifikasi CHSE bagi usaha pariwisata dan dukungan bagi sub-sektor film,” jelas Sandi.

Sertifikat CHSE menjadi penting untuk membangkitkan kembali industri pariwisata yang hancur karena pandemi karena bisa menambah kepercayaan pengunjung ke sektor tersebut. Untuk melancarkan proses pendataan dan penyaluran dana bantuan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berencana  membuat aplikasi dana bantuan.

“Kami sedang menyiapkan aplikasi untuk memudahkan pendataan dan penyaluran dana-dana bantuan dari pemerintah ini,” ucap Sandiaga.

Sandiaga menambahkan, bantuan pemerintah untuk usaha pariwisata (BPUP) akan dijalankan dengan memaksimalkan bantuan bagi seluruh sektor terdampak. Selain bantuan kepada sektor pariwisata, tim pemulihan ekonomi nasional (PEN) mengalokasikan dana bantuan sebesar Rp 2,4 triliun untuk usaha lainnya.

“Tim Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mengarahkan kita untuk memberikan bantuan bukan hanya kepada hotel dan restoran, tetapi juga penyelarasan untuk usaha-usaha lain sesuai data yang ada,” lanjut Sandi.

Sandiaga menegaskan penyaluran bantuan harus tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu. Hal tersebut akan mendongkrak upaya pemulihan ekonomi nasional.

Pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor yang mendapat hantaman paling keras akibat pandemi Covid-19. Pembatasan mobilitas masyarakat, kebijakan lockdown dari berbagai negara, serta pelemahan ekonomi nasional menjadi penyebab hancurnya sektor tersebut.

Sektor pariwisata diharapkan segera bisa bangkit. Salah satunya upaya yang bisa dilakukan adalah dengan mempercepat proram vaksinasi mengingat vaksinasi bisa memotong penyebaran Covid-19 sekaligus menekan angka kematian.

Sebagai bagian dari upaya percepatan vaksinasi, Kemenparekraf mendorong hotel-hotel menjadi sentra vaksinasi. Selain hotel, enam perguruan tinggi negeri pariwisata juga sudah menjadi tempat vaksin.

(Akbar Malik Adi Nugraha)

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait