Kasus Covid-19 RI Terendah 22.404, Rasio Positif Melandai ke Level 20%

Image title
2 Agustus 2021, 17:42
kasus covid, tingkat positif covid, covid-19, rekor kasus covid
ANTARA/ Hendra Nurdiyansyah
Petugas menata tabung oksigen saat pengisian oksigen gratis di Sleman, DI Yogyakarta, Senin (2/8/2021). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/hp.

Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 melaporkan jumlah kasus positif Covid yang tercatat pada Senin (2/8) mencapai 22.404, atau yang terendah sejak 30 Juni sebesar 21.807.  Angka positivity rate juga terus turun  bergerak di kisaran 20%. Namun, jumlah angka kematian yang dilaporkan masih di atas 1.500 kasus.

Data Satgas menyebutkan pada Senin (2/8),  kasus positif  terbanyak dilaporkan dari Provinsi Jawa Tengah dengan total angka mencapai 3.218 kasus. Di luar Pulau Jawa, Kalimantan Timur menjadi penyumbang kasus terbanyak yakni 1.086 kasus. Jumlah ini lebih rendah 36% dari yang dilaporkan pada Minggu (1/8).

DKI Jakarta yang selama ini menjadi episentrum penyebaran Covid melaporkan adanya kasus positif sebanyak 1.410. Catatan ini merupakan yang terendah sejak 9 Juni 2021 yakni sebesar 1.376 kasus.

Namun, sejumlah daerah masih melaporkan adanya penambahan kasus harian dengan angka cukup siginifkan, seperti Kepulauan Riau. Provinsi tersebut melaporkan kasus baru sebanyak 406 kasus  pada Senin (2/8) atau  naik 11% dari hari sebelumnya.

Dengan tambahan kasus baru sebanyak  22.404 kasus, maka total kasus positif di Indonesia mencapai 3.462.800 kasus.

Selain penurunan kasus positif, angka kematian yang dilaporkan juga bergerak turun menjadi 1.568 kasus pada Senin (2/8). Catatan ini adalah yang terendah sejak 26 Juli dengan angka kematian mencapai 1.487 kasus.  Kasus kematian tertinggi dilaporkan dari  Jawa Timur yakni 352 kasus. Sementara itu,  Kalimantan Timur menjadi provinsi di luar Jawa yang menyumbang kasus kematian tertinggi dengan angka mencapai 51 kasus.

Hingga Senin (2/8), total angka kematian akibat Covid-19 mencapai  97.291 kasus.  Sementara itu, kasus sembuh yang dilaporkan hari ini mencapai 32.807 sehingga totalnya mencapai 2.842.345.

Penurunan juga terjadi di angka positivity rate. Pada Senin (2/8), angka positivity rate berada di level 20.98% sementara positivity rate dengan pemeriksaan NAAT (real time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dan Tes Cepat Molekuler (TCM)) menembus 39,48%.

Namun, jumlah orang yang diperiksa (per hari)  turun jauh ke angka 106.785. Jumlah orang yang diperiksa (per hari) paling tinggi adalah pada 22 Juli sebesar 228.702 orang.

Positivity rate yang dilaporkan hari ini terbilang sangat rendah mengingat angka yang dilaporkan pada bulan Juli berkisar di level 25-30%. Pada 20 Juli, angka positivity rate bahkanm mencapai 33.42%.

Terkait jumlah kematian akibat Covid-19 yang masih tinggi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan 20% pasien corona yang masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit meninggal. Jumlah ini meningkat dari sebelumnya 1 sampai 2% yang meninggal ketika dibawa ke IGD. 

Budi menjelaskan penyebabnya adalah para pasien terlambat masuk ke rumah sakit. Rata-rata kematian pasien di rumah sakit juga meningkat, dari 8 hari menjadi 3-4 hari. "Sudah telat sekali. Artinya virus sudah menyebar dalam paru dan udah sesak sehingga kita lihat kematian terjadi," kata Budi dalam konferensi pers virtual, Senin (2/8).

Untuk menekan penyebaran Covid-19 yang melonjak sejak Juni, pemerintah  menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang kemudian berganti nama menjadi PPKM Level-4 sejak 3 Juli.
Hari ini, pemerintah direncanakan akan mengumumkan kepastian lanjut atau tidaknya kebijakan PPKM Level-4.

Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman mengatakan dari kacamata epidemiologi, PPKM tetap harus dilanjutkan karena angka rasio positif Covid-19 masih tinggi. Ia khawatir jika pembatasan dilonggarkan maka kasus penularan dan kematian akan meningkat lagi. Dia mengatakan dalam hal ini belum ada satu daerah di Indonesia dengan rasio di bawah 5%. Selain itu angka kematian masih tinggi, ini diperparah dengan keterbatasan sistem pelaporan dan deteksi kasus.

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait