Investasi US$ 2 miliar, Ambisi Korea Jadi Produsen Utama Vaksin Dunia

Image title
6 Agustus 2021, 07:17
investasi, korea selatan
ANTARA FOTO/REUTERS/Yonhap /rwa/cf
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in memberikan pidato di depan prototipe jet tempur pertama buatan negeri sendiri yang disebut KF-21 saat upacara peluncuran di Sacheon, Korea Selatan, Jumat (9/4/2021). Korea Selatan berambisi untuk menjadi salah satu produsen vaksin terbesar di dunia pada 2025.

Korea Selatan akan menanamkan investasi sebesar 2.2 triliun won atau setara dengan US$ 1,9 miliar (Rp 27,4 triliun) untuk mewujudkan ambisi mereka menjadi lima besar produsen vaksin dunia pada 2025.

Ambisi tersebut disampaikan Presiden Moon Jae-in, Kamis (5/8), pada sebuah pertemuan yang melibatkan perusahaan swasta-pemerintah. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Moon mengatakan upaya untuk melipatgandakan produksi vaksin perlu terus digali di tengah kekurangan pasokan dan keterlambatan pengiriman dari produsen-produsen vaksin global.

Moon akan menjadikan produksi vaksin Covid-19  sebagai satu dari tiga sektor teknologi strategis nasional. Dua teknologi strategis lainnya adalah semikonduktor dan baterai.

Sebagai bagian dari upaya untuk mendukung upaya strategis tersebut, pemerintah Korea Selatan akan melipatgandakan investasi, memberikan diskon pajak, serta menawarkan sejumlah insentif untuk membantu perusahaan yang terkait dengan bahan mentah, peralatan, dan pasokan lain di industri vaksin.

“Kita akan melakukan lompatan jauh ke depan untuk menjadi satu dari lima produsen vaksin dunia pada 2021,” tutur Moon, seperti dikutip dari Reuters.

Setiap tahunnya, proyek ambisius tersebut juga akan melibatkan 200 ilmuwan medis, 10.000 profesional yang akan melakukan proses uji klinis, dan 2.000 pekerja di bidang bio production.

Menteri Kesehatan Korea Selatan Kwon Deok-cheol  mengatakan dana investasi sebesar US$ 1,9 miliar juga akan digunakan untuk mendukung pengembangan vaksin local dengan menggunakan teknologi mRNA.

Sebagai informasi, teknologi vaksin mRNA diciptakan dengan menggunakan komponen materi genetik yang direkayasa sehingga komponen tersebut bisa menyerupai kuman atau virus tertentu. Teknologi mRNA tidak menggunakan virus atau kuman yang dilemahkan atau dimatikan. 

 Tujuh produsen obat Korea Selatan berencana meluncurkan fase ketiga dari uji klinis vaksin Covid-19.  SK Bioscience akan mengawali peluncuran tersebut di Agustus.

“Vaksin SK Bioscience diharapkan akan dibagikan ke publik awal tahun depan,” ujar Kwon.

Kwon melanjutkan beberapa perusahaan local juga sudah membentuk konsorsium di bulan Juni untuk mengembangkan vaksin berbasis teknologi mRNA.
Sementara itu, Presiden Moon menambahkan Korea Selatan tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah negara seperti Jerman, Inggris, dan negara lain untuk berinvestasi di Korea Selatan.  Moon yang akan mengakhiri masa pemerintahannya pada Maret 2022, berjanji akan menjadikan produksi vaksin sebagai salah satu agenda terpentingnya sebelum periodenya selesai.

Berdasarkan laporan Korea Disease Control and Prevention Agency (KDCA), Korea sudah memberikan vaksinasi pertama kepada 39,8% penduduknya dan 14,4%  dari populasi sudah mendapatkan suntikan kedua. Angka tersebut diharapkan naik menjadi 70% pada akhir September.

Cina, Amerika Serikat, Jerman, dan Inggris adalah negara-negara yang selama ini menjadi produsen vaksin dunia.

Produsen vaksin asal Cina,  China National Pharmaceutical Group (Sinopharm), memiliki kapasitas unuk memproduksi vaksin Covid-19 sebanyak 5 miliar dosis per tahun, salah satu yang tertinggi di dunia.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait