Australia Perluas Lockdown Untuk Redam Ganasnya Varian Delta

Australia memperluas lockdown untuk mencegah penyebaran Covid-19 dari Kota Sydney ke pedesaan.
Image title
10 Agustus 2021, 10:40
Ribuan pengunjuk rasa memenuhi jalan di beberapa kota besar Australia, Sabtu (24/7), seperti Sydney, Brisbane, Melbourne, dan Adelaide menolak penguncian wilayah atau lockdown yang kini sudah memasuki minggu kelima.
Twitter Alyx Gorman, @AlyxG
Ribuan pengunjuk rasa memenuhi jalan di beberapa kota besar Australia, Sabtu (24/7), seperti Sydney, Brisbane, Melbourne, dan Adelaide menolak penguncian wilayah atau lockdown yang kini sudah memasuki minggu kelima.

Pemerintah New South Wales, Australia, memperluas penguncian wilayah atau lockdown ke wilayah pedesaan Tamworth. Langkah ini diambil untuk mencegah penyebaran Covid-19 dari Sydney ke wilayah pedesaaan.

Perdana Menteri New South Wales Gladys Berejiklian mengumumkan kebijakan lockdown setelah beberapa orang dinyatakan terpapar Covid-19. Mereka diketahui telah melakukan perjalanan dari Sydney ke Tamworth tanpa izin.

"Sebagai tindakan pencegahan, para ahli kesehatan telah merekomendasikan kami menerapkan lockdown Tamworth selama sepekan," kata Berejiklian kepada wartawan di Sydney, dikutip dari Reuters, Selasa (10/8).

Selain itu, para pejabat juga mendesak masyarakat di daerah Teluk Byron untuk dites setelah seorang pria  yang melakukan perjalanan dari Sydney ke daerah tersebut dinyatakan positif.

Advertisement

 Tamworth merupakan kota pertanian yang berjarak 414 km dari barat laut Kota Sydney sementara Byron yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat wisata berjarak 770 km dari utara kota Sydney.  Baik Tamworth ataupun Byron akan memberlakukan lockdown selama tujuh hari.

Dilansir dari Reuters, New South Wales sebelumnya melaporkan 283 kasus infeksi Covid-19 lokal harian dalam 24 jam terakhir, naik dari 262 kasus sehari sebelumnya. Negara bagian tersebut masih kesulitan meredam ganasnya varian Delta meskipun sudah memberlakukan lockdown selama tujuh minggu.

Sementara itu, negara bagian Victoria, mulai melakukan pelonggaran pembatasan sejak Senin (9/8). Namun ibu kota Victoria, Melbourne, akan tetap menerapkan lockdown hingga setidaknya 12 Agustus mendatang.

Kemudian di Brisbane, ibu kota negara bagian Queensland, pihak berwenang melaporkan empat kasus lokal baru pada hari Senin (9/8), hari pertama setelah aturan pembatasan untuk tinggal di dalam rumah dicabut.

Di sisi lain, pemerintah Australia dinilai lambat dalam melaksanakan program vaksinasi nasional. Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, terus mendapat kecaman karena program vaksinasi yang lambat. Sejauh ini hanya 22% warga Australia di atas 16 tahun yang sudah merampungkan vaksinasi Covid-19.

Morrison mengakui rasa frustrasi yang meningkat di kalangan masyarakat. Namun dirinya meminta masyarakat untuk bersabar.

"Saya tahu mereka marah dan saya tahu mereka ingin ini berhenti dan hidup normal seperti semula. Tapi tidak ada jalan pintas," kata Morrison.

Mengutip data Worldometers, sampai hari ini (10/8), Australia tercatat memiliki total 36.630 kasus infeksi Covid-19, bertambah 295 kasus dalam sehari. Sementara angka kematian mencapai 940 kasus.

Sekitar 3.500 warga Australia pada 24 Juli lalu menggelar aksi demonstrasi untuk menuntut diakhirinya lockdown yang sudah berlangung sejak 26 Juni 2021. Aksi menentang lockdown tidak hanya dilakukan di Sydney tetapi juga di Brisbane.  Sebanyak 57 orang ditangkap dalam demonstrasi tersebut. Aksi tersebut dibubarkan paksa oleh pihak kepolisian karena menimbulkan kericuhan. Demonstran juga tidak memakai masker dan dianggap bisa menjadi super spreader untuk penyebaran Covid-19.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait