Relaksasi PPKM Level 4, Mal di 12 Kota Termasuk Yogya Boleh Buka

Daerah berstatus PPKM Level 4 tetap tidak diperkenankan menggelar resepsi pernikahan serta membuka sarana olahraga serta wisata.
Image title
24 Agustus 2021, 14:03
PPKM Level 4, Covid-19
ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/aww.
Pengunjung mengamati sepeda motor yang dipamerkan saat acara Road to Indonesia Custom Show di Hartono Mall, Sleman, D.I Yogyakarta, Kamis (29/10/2020). Mal di Kota Sleman sudah diperbolehkan buka dengan kapasitas 50% meskipun kota tersebut berstatus PPKM Level 4.

Pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 untuk 51 kabupaten/kota di Jawa-Bali, termasuk lima kota adminstarasi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kendati demikian, pemerintah memberikan sejumlah pelonggaran untuk 12 kabupaten/kota dengan mengijinkan mereka membuka mal dan pusat perbelanjaan.

Dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Immendagri) No. 35 Tahun 2021, disebutkan untuk Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta, Kabupaten Kulonprogo, dan Kabupaten Gunungkidul dilakukan
uji coba implementasi protokol kesehatan dengan mengizinkan mal dan pusat perbelanjaan di wilayah itu beroperasi 50%.

Tujuh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah juga diizinkan membuka mal dan pusat perbelanjaan dengan 50% kapasitas, yaitu Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Sragen, Kota Surakarta, Kabupaten Klaten, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Boyolali.

Mal dan pusat perbelanjaan di 12 kabupaten/kota tersebut dizinkan buka dari pukul 10.00-20.00 WIB. Namun,  mal diijinkan buka dengan protokol kesehatan ketat.  Mal dan pusat perbelanjaan juga wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai mereka.

Restoran/rumah makan, kafe dengan lokasi yang berada dalam yang berlokasi di mal dan pusat perbelanjaan hanya diperkenankan menerima order melalui delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat (dine-in).  Mereka yang berusia di bawah 12 tahun dan diatas 70 tahun juga dilarang memasuki mal dan pusat perbelanjaan. 

Seperti ketentuan pekan lalu, pemerintah belum mengijinkan bioskop, tempat bermain anak-anak, dan tempat hiburan dalam mal dan pusat perbelanjaan/pusat perdagangan untuk dibuka.

 Selain memberi pelonggaran kepada 12 kabupaten/kota untuk membuka mal dan pusat perbelanjaan, pelonggaran PPKM Level 4 ada di sektor pendidikan.

Pembelajaran tatap muka langsung untuk wilayah berstatus PPKM Level 4 memang masih dilarang tetapi ada pelonggaran di mana mereka mulai diperbolehkan melakukan simulasi pembelajaran tatap muka.

"Maksimal 25% pendidik dan/atau tenaga kependidikan pada masing-masing satuan pendidikan dapat melakukan kegiatan persiapan teknis (simulasi) Asesmen Nasional pada tanggal 24 Agustus 2021 sampai dengan 2 September 2021," demikian bunyi Immendagri No 35 Tahun 2021.

Di luar uji coba pembukaan mal dan simulasi pembelajaran tatap muka, ketentuan PPKM Level 4 untuk periode 23-30 Agustus tidak mengalami perubahan.  Ketentuan lama masih berlaku seperti mengizinkan tempat ibadah (Masjid, Musholla, Gereja, Pura, Vihara, dan Klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah), dengan maksimal 50% kapasitas atau 50 orang.  Fasilitas umum (area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya) masih ditutup. Pelaksanaan resepsi pernikahan juga masih ditiadakan.

Seperti diketahui, jumlah kabupaten/kota yang menerapkan PPKM Level 4 untuk periode 23-30 Agustus berkurang menjadi 51 dari sebelumnya 67. Namun, seluruh kabupaten/kota di Provinsi DIY dan Bali masih harus menerapkan PPKM Level 4 karena tingginya kasus pada pekan lalu.

Berdasarkan  data Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Provinsi Bali melaporkan adanya tambahan kasus sebanyak 6.113 pada periode 16-22 Agustus. Angka tersebut memang turun 38% dibandingkan pekan sebelumnya (9.828) tetapi masih dalam level yang sangat tinggi,. Angka kematian di Bali tercatat 406 pada pekan lalu, naik 51,5% dibandingkan pekan sebelumnya (268).

 

 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait