Sydney Akan Longgarkan Pembatasan di Oktober, Setelah Vaksinasi 70%

Sydney sudah memberlakukan kebijakan lockdown sejak 26 Juni lalu.
Image title
10 September 2021, 11:58
Australia, lockdown, covid-19, vaksinasi
K ANTARA FOTO/REUTERS/Loren Elliott/WSJ/djo
Seorang pejalan kaki memakai masker pelindung sat berjalan di pusat kota selama masa penguncian untuk menekan laju sebaran virus corona (COVID-19) di Sydney, Australia, Selasa (7/9/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Loren Elliott/WSJ/djo\

Pemerintah Sydney, Australia, berencana untuk melonggarkan pembatasan pada paruh kedua Oktober mendatang setelah kota itu menerpakan kebijakan lockdown sejak 26 Juni. Pelonggaran pembatasan ini dilakukan di tengah masih tingginya kasus Covid-19.

Dilansir Reuters, kafe, restoran, pub hingga pusat kebugaran di seluruh kota berpenduduk lima juta jiwa ini, dapat dibuka kembali dengan kapasitas yang dikurangi dalam beberapa hari. Pelonggaran ini bisa dilakuan di wilayah New South Wales, termasuk Sydney,  setelah negara bagian Australia itu mencapai target vaksinasi lengkap bagi 70% populasinya. Target tersebut diperkirakan akan tercapai pada Oktober mendatang.

Sementara itu, perintah tinggal di rumah untuk penduduk yang sudah menerima vaksinasi Covid-19 dosis lengkap akan dicabut mulai hari Senin (13/9) setelah target tercapai.

Perdana Menteri Negara Bagian New South Wales Gladys Berejiklian mengatakan, bahwa sekolah juga akan dibuka pada 25 Oktober mendatang.

"Tanggal (pembukaan kembali sekolah) sudah pasti karena kita perlu memberikan kepastian dan perencanaan untuk komunitas sekolah. Tetapi untuk orang dewasa, kita memiliki kapasitas untuk lebih fleksibel," jelasnya.

Diketahui, hingga kini sudah 43% penduduk usia dewasa di negara bagian New South Wales telah mendapatkan vaksinasi dosis penuh, sedangkan 75% lainnya sudah mendapat dosis pertama.

"Hidup berdampingan dengan Covid-19 berarti Anda harus berhati-hati dan membuka kembali secara bertahap, tentunya setelah mencapai target tingkat vaksinasi yang tinggi pada populasi orang dewasa,” kata Berejiklian dikutip dari Reuters, Jumat (10/9).

Dilansir dari BBC, Berejiklian mengatakan, pada saat pelonggaran pembatasan nanti, hanya orang yang sudah mendapatkan vaksinasi lengkap yang akan memiliki akses hak istimewa antara lain, diizinkan untuk menerima tamu sebanyak lima orang, mengadakan perkumpulan dengan jumlah maksimal 20 orang, melakukan carpooling, dan keliling negara bagian.

Selain itu, bioskop, galeri, teater, museum, stadion, arena pacuan kuda, dan taman hiburan juga akan diizinkan beroperasi kembali. Namun, akan dibatasi kapasitas maksimal untuk aktivitas di luar ruangan hanya sebanyak 500 orang dan 50 orang di acara pernikahan dan pemakaman.

Belum diketahui jelas bagaimana nantinya warga akan menunjukkan status vaksinasi mereka pada saat berkunjung ke fasilitas publik, namun pemerintah sudah berdiskusi untuk menggunakan paspor atau aplikasi khusus vaksin.

 Saat ini, lebih dari setengah dari 25 juta orang Australia berada di bawah penguncian wilayah. Tetapi negara-negara bagian yang bebas Covid seperti Queensland dan Australia Barat telah menolak rencana untuk hidup dengan virus dalam waktu dekat, dengan alasan ambang vaksinasi harus lebih tinggi.

Berejiklian awalnya mengejar strategi nol Covid-19 untuk memadamkan wabah varian Delta yang sangat menular yang dimulai pada pertengahan Juni. Tetapi, setelah penguncian beberapa bulan gagal memadamkan wabah, strategi beralih dengan meningkatkan vaksinasi Covid-19.

Terpisah, Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan pada Hari Kamis (9/9), upaya pembukaan kembali New South Wales sejalan dengan rencana nasional empat tahap yang diumumkan pada Juli, menjanjikan lebih banyak kebebasan setelah negara itu mencapai 70% hingga 80%.

"Tahap selanjutnya akan sulit, kita akan melihat jumlah kasus meningkat dan itu akan menjadi tantangan. Tetapi jika Anda ingin hidup dengan virus, Anda mau tidak mau harus melewati terowongan itu," kata Morrison.

 Morrison mendesak para pemimpin negara bagian untuk menahan diri ketika mereka mulai hidup berdampingan dengan virus, meskipun beberapa negara bagian yang bebas virus telah mengisyaratkan mereka dapat menunda pembukaan kembali bahkan setelah mencapai cakupan vaksinasi yang lebih tinggi.

Untuk diketahui, jumlah kasus Covid-19 di Australia jauh lebih rendah daripada di banyak negara lain, dengan lebih dari 68.000 kasus dan 1.066 kematian. Peningkatan tingkat vaksinasi telah menjaga tingkat kematian pada 0,41% saat penularan kasus didominasi oleh varian Delta.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait