Jangan Hanya Sebatas Aplikasi, Warung Pangan Diminta Terus Berinovasi

Warung Pangan merupakan terobosan bagi petani dan UMKM untuk menjual dan membeli produk secara langsung sehingga harga pangan bisa lebih murah.
Image title
16 September 2021, 16:51
aplikasi, pangan
warung pangan
Logo aplikasi warung pangan

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh PT Rajawali Nusantara Indonesia, PT BGR Logistics, dan PT Perkebunan Nusantara yang meluncurkan Warung Pangan sebagai ekosistem pangan baru yang terintegrasi.

Warung Pangan merupakan sebuah terobosan baru yang harus didukung, karena bukan hanya membantu para konsumen untuk memenuhi kebutuhan pangannya, tapi juga membantu para penjual atau pelaku usaha dan para petani.

“Ini juga memberikan nilai tambah kepada petani, pelaku usaha yang nilai tukar petaninya (NTP) kadang-kadang untung, banyakan ruginya. Jadi ini memberikan terobosan opsi kepada petani kita,” kata Lutfi dalam acara Launching Produk Bersama Warung Pangan secara virtual, Kamis (16/9).

 Warung Pangan merupakan aplikasi untuk membeli dan menjual ketersediaan komoditas pangan di tempat usahanya kepada masyarakat luas. Aplikasi ini diinisiasi Kementerian Koperasi dan UMKM dan dikembangkan PT BGR Logistics bekerjasama dengan BUMN Cluster Pangan serta jaringan supplier lainnya.

Aplikasi ini sebenarnya sudah diluncurkan pada 12 Agustus lalu dan kini sudah ada di tujuh kota termasuk Jakarta, Surabaya, dan Semarang.

Hingga kini diperkirakan sudah ada lebih dari 44 ribu mitra yang terhubung melalui aplkasi Warung Pangan.  Aplikasi ini menyediakan produk pangan dari daerah pemasok pangan langsung sehingga diharapkan harganya bisa lebih murah.

Peluncuran Warung Pangan sejalan dengan misi pemerintah dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi digital. Ia mengatakan, berdasarkan studi Asian Development Bank (ADB) ekonomi digital dapat mengikis kesenjangan atau gap antara yang kaya dan miskin.

Ke depannya, Warung Pangan diharapkan bisa terus melakukan inovasi teknologi agar tidak sekadar memiliki aplikasi namun juga mampu bersaing dengan platform lainnya.

"Jadi jangan hanya sekadar aplikasi saja untuk bersaing, agar aplikasi warna oranye yang kita miliki ini bisa mengalahkan aplikasi oranye yang lain," ujar Mantan Kepala Badan Koordiansi Penanaman Modal (BKPM) tersebut.

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang juga hadir dalam acara peluncuran tersebut menuturkan, penyerapan hasil produksi petani, peternak, dan nelayan hingga membuka akses pasar dalam platform aplikasi warung pangan menjadi bentuk transformasi digital yang patut diapresiasi.

Warung Pangan dapat memperkuat ekosistem pangan nasional dan mendekatkan BUMN dengan rakyat, memudahkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dan membuka lapangan pekerjaan baru.

"Kita harus sepakat, kita tidak mungkin hanya mendukung (usaha) yang besar saja, keseimbangan ekonomi harus terjadi, keberpihakan kepada yang kecil dan ultra mikro harus terjadi," katanya.

Erick mengatakan, keberpihakan terhadap UMKM juga menjadi perhatian dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin aksesibilitas kredit untuk UMKM terus diperluas.

Pemerintah menargetkan porsi kredit yang disalurkan untuk pelaku UMKM bisa menyentuh 30% dari total kredit pada 2024 mendatang. Di mana saat ini, kredit untuk UMKM baru mencapai 18-20% dari keseluruhan kredit yang tersalurkan.

"Maka kita dorong Himbara untuk menjadi bagian penting dari perubahan yang siginfikan, untuk memastikan UMKM sebagai tulang punggung bukan sekadar lip service. Kita dorong sesuai instruksi presiden harus mencapai 30%, bahkan bisa sama dengan negara tetangga," kata dia.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait