Kasus Covid-19 Tercatat 2.234, Terendah dalam Setahun Terakhir

Angka Kesembuhan nyaris menembus 4 juta orang sementara angka kematian berada di level terendah sejak 30 Mei 2021.
Image title
19 September 2021, 18:32
Covid-19, pandemi
ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/hp.
Pengunjung menikmati suasana kebun bunga di objek wisata Rainbow Garden di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (18/9/2021).

Tambahan kasus baru Covid-19 yang dilaporkan hari ini, Minggu (19/9), sebanyak 2.234 kasus. Angka tersebut merupakan yang terendah sejak 24 Agustus 2020 yakni 1.877.

Hampir semua provinsi melaporkan penurunan jumlah kasus baru Covid-19 pada Minggu (19/9). Dari 34 provinsi, hanya ada delapan provinsi yang mencatakan tambahan kasus di atas 100 yakni  Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI  Jakarta, Sumatera Utara, Bali, Aceh, dan D.I Yogyakarta.  Perkembangan ini sangat positif mengingat biasanya ada lebih dari 15 provinsi yang melaporkan tambahan kasus di atas 100.

Provinsi Jawa Timur  menjadi penyumbang terbesar kasus positif dengan angka mencapai 234, disusul kemudian dengan Jawa Tengah (219), Jawa Barat (170), dan DKI Jakarta (155).

 Provinsi Luar Jawa-Bali yang menyumbang kasus terbesar adalah Sumaetra Utara (145), disusul kemudian dengan Aceh (111), dan Kalimantan Timur (84).

Dengan hanya mencatatkan tambahan sebanyak 2.234 pada hari ini, artinya tren kasus Covid sudah jauh melandai.  Bahkan lebih rendah dibandingkan sebelum periode gelombang  II akhir Juni lalu yang berada di kisaran 3.000-5.000 kasus.

Tambahan kasus baru sebanyak 2.234 orang pada hari ini,  diperoleh dari hasil pemeriksaan kepada 133.765 orang. Jumlah orang yang diperiksa hari ini turun dibandingkan pada hari  sebelumnya, Jumat (18/9) yakni 201.138.

Rasio positf atau positivity rate harian pada Minggu (19/9) tercatat 1,67% atau terendah kedua sejak pandemi.  Rasio positif terendah tercatat pada Jumat (17/9) kemarin yakni 1,31%.

Jika memperhitungkan tes NAAT (RT-PCR dan TCM) maka rasio positif harian menjadi 4,76%, atau berada di bawah standar WHO yakni 5%.

 Sejak awal pandemi hingga hari ini, Indonesia sudah mencatatkan kasus Covid-19 sebanyak 4.190.763.  Secara total,  DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kasus terbanyak yakni 856.161, disusul kemudian dengan Jawa Barat (700.651) dan Jawa Tengah (479.302).

Di Luar Jawa-Bali, Kalimantan Timur menjadi provinsi dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak dengan angka 155.657 disusul kemudian dengan Riau 126.876.

Sementara itu, angka kesembuhan yang dilaporkan pada hari ini mencapai 6.186 orang. Dengan demikian, sejak awal pandemi hingga Minggu (19/8),  angka kesembuhan tercatat 3.989.326.

Jumlah kasus kematian yang dilaporkan pada hari ini mencapai 145 jiwa, angka ini adalah yang terendah sejak 30 Mei 2021 yakni 142 jiwa. Sejak pandemi melanda Indonesia Maret tahun lalu, sudah ada 140.468 orang yang meninggal karena Covid-19.

Kematian terbanyak pada hari ini tercatat di Provinsi Sumatera Utara (17 jiwa), disusul kemudian dengan Jawa Tmur (16) dan Bali (14). Tidak ada satupun provinsi yang melaporkan angka kematian di atas 20 jiwa. Ini merupakan kabar baik mengingat pada periode sebelumnya terdapat provinsi yang melaporkan angka kematian di atas 30 jiwa.

Kendati kasus positif Covid-19 terus menurun  Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pandemi virus corona Covid-19 tak akan berakhir dalam waktu singkat.

Belajar dari pengalaman pandemi sebelumnya, Budi menilai butuh waktu puluhan hingga ratusan tahun sampai masalah tersebut bisa tuntas teratasi. Dia mencontohkan, kasus human immunodeficiency virus (HIV) hingga saat ini masih juga belum selesai.  Begitu pula dengan virus polio yang telah mencapai ratusan tahun.

"Para epidemiolog belajar dari kenyataan itu melihat bahwa menghilangkan pandemi, menghilangkan virus atau bakterinya, seperti punuk merindukan bulan," kata Budi dalam diskusi Wealth Wisdom 2021: How to Live with Covid-19 in the Long Run yang diselenggarakan Bank Permata bersama Katadata pada Sabtu (18/9).

Atas dasar itu, Budi menilai lebih penting mengendalikan pandemi corona ketimbang menghilangkannya. Salah satu caranya dengan melandaikan laju penularan (flattening the curve) corona di Indonesia.


 

 

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait