Kasus Covid-19 Melandai ke Bawah 2.000, Masih Naik di Jateng dan Riau

Angka kematian akibat Covid-19 tercatat 166 jiwa pada Senin (20/9).
Image title
20 September 2021, 18:20
Covid-19, pandemi, gerakan 3M
ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/rwa.
Tenaga kesehatan memberikan simbol semangat "finger heart" kepada pasien yang telah dinyatakan sembuh dari COVID-19 di Posko Isolasi Mandiri, Desa Puseurjaya, Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat, Selasa (7/9/2021). Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mencatat angka kesembuhan pasien COVID-19 secara nasional per 6 September 2021 meningkat sebanyak 13.049 orang dengan angka kesembuhan tertinggi terdapat di Jawa Barat sebanyak 1.698 pasien sembuh. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/rwa.

Kementerian Kesehatan hari ini, Senin (20/9), melaporkan adanya tambahan kasus Covid-19 sebanyak 1.932, atau terendah sejak 24 Agustus tahun lalu (1.877). Namun, ada lonjakan kasus di Provinsi Jawa Tengah dan Riau.

Jumlah kasus baru sebanyak 1.932 pada hari ini menunjukan tren tambahan kasus harian tengah bergerak menuju  level di bawah 2.000 kasus seperti 13 bulan lalu.

Sebelum Agustus 2020, tambahan kasus Covid-19 selalu berada di bawah 2.000 kasus per hari. Tambahan kasus harian terus melonjak ke level di atas 4.000 kemudian 5.000 sejak November tahun lalu. Kasus sempat melandai di bulan Mei 2021 tapi kemudian melonjak drastis sejak akhir Juni ke level di atas 20 ribu.

Tambahan kasus harian yang dilaporkan pada hari ini juga turun 97% dibandingkan puncaknya pada 15 Juli 2021 yakni 56.757 kasus.

 Kendati jumlah kasus tambahan turun signifikan tetapi beberapa provinsi masih menunjukan kenaikan kasus Covid-19. Provinsi Jawa Tengah melaporkan tambahan kasus sebanyak 332, atau naik 51,6% dibandingkan hari sebelumnya. 

Provinsi Riau melaporkan tambahan kasus sebanyak 140, atau naik 129,5% dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan signifikan juga terjadi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.  Kalimantan Timur melaporkan tambahan kasus 104, atau naik 23,8% sementara jumlah kasus baru di Kalimantan Selatan mencapai 50, atau naik 42,9%.

Tiga provinsi yang menyumbang kasus terbanyak pada Senin (20/9) adalah Jawa Tengah (332 kasus), Jawa Timur (142), dan Riau (140) 

Dengan tambahan 1.932 kasus pada hari ini maka total kasus Covid-19 di Indonesia sejak pandemi mencapai 4.192.695.
Tambahan kasus sebanyak 1.932 dilakukan dengan melakukan pemeriksaan terhadap 150.714 orang. Jumlah orang yang diperiksa pada hari ini lebih banyak  dibandingkan hari Minggu (19/9) yakni 133.531 orang.

Rasio positf atau positivity rate harian pada Senin (20/9) tercatat 1,28% atau terendah kedua sejak pandemi.  Rasio positif terendah tercatat pada Jumat (17/9) kemarin yakni 1,31%. Jika memperhitungkan tes NAAT (RT-PCR dan TCM) maka rasio positif harian menjadi 6,16%.

Sementara itu, angka kematian yang dilaporkan pada Senin (20/9) adalah sebanyak 166 jiwa, lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya yakni 145 jiwa. Dengan demikian, sejak pandemi melanda Indoensia pada Maret tahun lalu, sudah ada 140.634 orang yang meninggal karena Covid-19.

Pada Senin (20/9), Jawa Timur melaporkan angka kematian terbanyak yakni 26 jiwa disusul kemudian dengan Aceh (23), Jawa Tengah (19), dan Sumatera Utara (12).

Kasus sembuh yang dilaporkan pada hari ini mencapai 6.799 orang sehingga total kasus sembuh di Indonesia tercatat 3.996.125.

 Sementara itu, Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengkritik proses asesmen Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang diselenggarakan pemerintah provinsi DKI Jakarta. Dinas Pendidikan DKI bermitra dengan perusahaan platform pembelajaran swasta Sekolah.mu dalam proses asesmen tersebut.

Kepala Bidang Advokasi Guru P2G Iman Zanatul Haeri khawatir keterlibatan platform Sekolah.mu yang merupakan pihak swasta bermuatan bisnis. Dia juga keberatan berbagai pertanyaan asesmen tak relevan dan khawatir bocornya data pribadi.

"Dinas Pendidikan DKI Jakarta malah memberikan ruang praktik komersialisasi terselubung dengan memberikan otoritas asesmen pembukaan sekolah kepada perusahaan pembelajaran digital," kata Kepala Bidan Advokasi Guru P2G Iman Zanatul Haeri seperti dikutip pada keterangannya, Senin (20/9).


Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait